Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Menyoal Constitutional Hardball dalam Praktik Peraturan Darurat di Indonesia

View through CrossRef
Artikel ini mengkaji praktik constitutional hardball dalam penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja 2022 dalam kerangka konstitusi Indonesia. Meskipun UUD 1945 memberikan kewenangan kepada Presiden untuk menerbitkan Perppu dalam keadaan “kegentingan yang memaksa”, penggunaan kewenangan ini memicu perdebatan mengenai legitimasi dan potensi penyalahgunaannya. Melalui penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, kajian ini menganalisis dasar konstitusional kewenangan darurat, kondisi kegentingan yang memaksa, serta penafsiran Mahkamah Konstitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan pemerintah terkait resesi global, inflasi, serta krisis pangan dan energi lebih bersifat antisipatif daripada keadaan darurat yang nyata, sehingga tidak memenuhi ambang batas konstitusional. Lebih jauh, penerbitan Perppu tersebut berfungsi bukan sebagai respons darurat, melainkan sebagai manuver politik untuk menghindari putusan inkonstitusional bersyarat Mahkamah Konstitusi terhadap UU Cipta Kerja 2020. Fenomena ini merepresentasikan constitutional hardball, yakni ketika tindakan yang secara formal sah secara hukum justru merongrong semangat demokrasi, prinsip checks and balances, serta supremasi konstitusi. Kajian ini memberikan kontribusi pada diskursus hukum tata negara dengan menempatkan pengalaman Indonesia dalam perdebatan global mengenai kewenangan darurat serta menekankan pentingnya penguatan mekanisme kelembagaan guna mencegah penyalahgunaan kewenangan eksekutif.
Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Kementerian Hukum Republik Indonesia
Title: Menyoal Constitutional Hardball dalam Praktik Peraturan Darurat di Indonesia
Description:
Artikel ini mengkaji praktik constitutional hardball dalam penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja 2022 dalam kerangka konstitusi Indonesia.
Meskipun UUD 1945 memberikan kewenangan kepada Presiden untuk menerbitkan Perppu dalam keadaan “kegentingan yang memaksa”, penggunaan kewenangan ini memicu perdebatan mengenai legitimasi dan potensi penyalahgunaannya.
Melalui penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, kajian ini menganalisis dasar konstitusional kewenangan darurat, kondisi kegentingan yang memaksa, serta penafsiran Mahkamah Konstitusi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan pemerintah terkait resesi global, inflasi, serta krisis pangan dan energi lebih bersifat antisipatif daripada keadaan darurat yang nyata, sehingga tidak memenuhi ambang batas konstitusional.
Lebih jauh, penerbitan Perppu tersebut berfungsi bukan sebagai respons darurat, melainkan sebagai manuver politik untuk menghindari putusan inkonstitusional bersyarat Mahkamah Konstitusi terhadap UU Cipta Kerja 2020.
Fenomena ini merepresentasikan constitutional hardball, yakni ketika tindakan yang secara formal sah secara hukum justru merongrong semangat demokrasi, prinsip checks and balances, serta supremasi konstitusi.
Kajian ini memberikan kontribusi pada diskursus hukum tata negara dengan menempatkan pengalaman Indonesia dalam perdebatan global mengenai kewenangan darurat serta menekankan pentingnya penguatan mekanisme kelembagaan guna mencegah penyalahgunaan kewenangan eksekutif.

Related Results

From Constitutional Comparison to Life in the Biosphere
From Constitutional Comparison to Life in the Biosphere
From Constitutional Comparison to Life in the Biosphere is a monograph that argues for a fundamental reorientation of constitutional law around the realities of biospheric interdep...
Envisioning Originalism Applied to Bioethics Cases
Envisioning Originalism Applied to Bioethics Cases
Photo ID 123697425 © Alexandersikov | Dreamstime.com Abstract Originalism is an increasingly prevalent method for interpreting provisions of the US Constitution. It requires strict...
The Role of the Judiciary in Constitutional Interpretation in Pakistan
The Role of the Judiciary in Constitutional Interpretation in Pakistan
This study examines the evolving role of the judiciary in Pakistan in interpreting the Constitution, exploring how the courts have come to terms with their position as the primary ...
Analysis of the Constitutional Court Cases in 2022
Analysis of the Constitutional Court Cases in 2022
The Constitutional Court received a total of 2,829 cases in 2022 alone. Among the decisions made by the Constitutional Court in 2022, this paper reviews major decisions centered on...
Persepsi mahasiswa Tentang Efektivitas Komunikasi Pengajaran Jarak Jauh Darurat di Masa Pandemi
Persepsi mahasiswa Tentang Efektivitas Komunikasi Pengajaran Jarak Jauh Darurat di Masa Pandemi
Pandemi covid 19 memaksa pemerintah membuat kebijakan sekolah dan kampus untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh darurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi...
A Review of the Constitutional Court's Use of International Human Rights Norms
A Review of the Constitutional Court's Use of International Human Rights Norms
Since the World War, international cooperation has been made to preserve the peace and interests of the human community, and representative results include the creation of internat...
Partisipasi Masyarakat dalam Pembentukan Undang-Undang Pada Masa Keadaan Darurat
Partisipasi Masyarakat dalam Pembentukan Undang-Undang Pada Masa Keadaan Darurat
Penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) sering terjadi pada saat keadaan darurat, karena pemerintah menggunakan keadaan darurat sebagai dalih untuk menyimpangi berbagai peraturan...

Back to Top