Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Praktik Jual Beli Buah Mangga Gedong dengan Sistem Koronjo Perspektif Mazhab Hanafi

View through CrossRef
The purpose of this study is to analyze the practice of buying and selling mango gedong fruit with koronjo system in Panyingkiran District, Majalengka Regency and to analyze Imam Hanafi's perspective on the practice of buying and selling mango gedong fruit with koronjo system in Panyingkiran District, Majalengka Regency. This research uses qualitative research methods, using an empirical approach. Data collection methods with observation, interviews and documentation. The results of this study Based on the perspective of the Hanafi school of thought on the sale and purchase of gedong mangoes with the koronjo system in Panyingkiran District, Majalengka Regency, the sale and purchase is said to be fasid, namely someone selling that contains gharar. This is because there is one of the valid conditions for buying and selling that is not fulfilled, namely in the valid conditions of the contract, it is not fulfilled because in practice there is uncertainty about the goods because the gedong mangoes with this koronjo system, the buyer cannot see all the mangoes inside. The buyer only sees the ones on the edge. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis praktik jual beli buah mangga gedong sistem koronjo di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka dan untuk menganalisis perspektif Imam Hanafi terhadap praktik jual beli buah mangga gedong sistem koronjo di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan empiris. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini Berdasarkan perspektif mazhab Hanafi terhadap jual beli buah mangga gedong dengan sistem koronjo di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka, jual beli tersebut dikatakan fasid yaitu seseorang menjual yang mengandung gharar. Hal ini dikarenakan terdapat salah satu syarat sah jual beli yang tidak terpenuhi, yaitu dalam syarat sah akad tidak terpenuhi karena dalam praktiknya terdapat ketidak jelasan barang karena buah mangga gedong dengan sistem koronjo ini, pembeli tidak bisa melihat semua mangga yang ada didalam. Pembeli hanya melihat yang berada di pinggir saja.
Title: Praktik Jual Beli Buah Mangga Gedong dengan Sistem Koronjo Perspektif Mazhab Hanafi
Description:
The purpose of this study is to analyze the practice of buying and selling mango gedong fruit with koronjo system in Panyingkiran District, Majalengka Regency and to analyze Imam Hanafi's perspective on the practice of buying and selling mango gedong fruit with koronjo system in Panyingkiran District, Majalengka Regency.
This research uses qualitative research methods, using an empirical approach.
Data collection methods with observation, interviews and documentation.
The results of this study Based on the perspective of the Hanafi school of thought on the sale and purchase of gedong mangoes with the koronjo system in Panyingkiran District, Majalengka Regency, the sale and purchase is said to be fasid, namely someone selling that contains gharar.
This is because there is one of the valid conditions for buying and selling that is not fulfilled, namely in the valid conditions of the contract, it is not fulfilled because in practice there is uncertainty about the goods because the gedong mangoes with this koronjo system, the buyer cannot see all the mangoes inside.
The buyer only sees the ones on the edge.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis praktik jual beli buah mangga gedong sistem koronjo di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka dan untuk menganalisis perspektif Imam Hanafi terhadap praktik jual beli buah mangga gedong sistem koronjo di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan empiris.
Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini Berdasarkan perspektif mazhab Hanafi terhadap jual beli buah mangga gedong dengan sistem koronjo di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka, jual beli tersebut dikatakan fasid yaitu seseorang menjual yang mengandung gharar.
Hal ini dikarenakan terdapat salah satu syarat sah jual beli yang tidak terpenuhi, yaitu dalam syarat sah akad tidak terpenuhi karena dalam praktiknya terdapat ketidak jelasan barang karena buah mangga gedong dengan sistem koronjo ini, pembeli tidak bisa melihat semua mangga yang ada didalam.
Pembeli hanya melihat yang berada di pinggir saja.

Related Results

KERAGAAN AGRIBISNIS KOMODITAS MANGGA GEDONG GINCU DI KABUPATEN CIREBON
KERAGAAN AGRIBISNIS KOMODITAS MANGGA GEDONG GINCU DI KABUPATEN CIREBON
Kabupaten Cirebon merupakan daerah potensial untuk pengembangan komoditas Mangga Gedong Gincu, tidak hanya salah satu sentra produsen Mangga Gedong Gincu tetapi berperan sebagai se...
Sejarah Pemikiran Empat Ulama Mazhab
Sejarah Pemikiran Empat Ulama Mazhab
Sejarah pemikiran empat ulama mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali merupakan warisan intelektual yang signifikan dalam hukum Islam. Pemikiran mereka mencerminkan upaya meres...
PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI HAK ATAS TANAH
PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI HAK ATAS TANAH
Perjanjian Pengikatan Jual Beli merupakan perjanjian yang lahir dari adanya sifat terbuka yang ada pada KUHPerdata Buku III. Sifat terbuka disini memberikan kebebasan yang seluaslu...
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN PROFIL SENSORI MANGGA GEDONG PADA DUA TINGKAT KEMATANGAN
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN PROFIL SENSORI MANGGA GEDONG PADA DUA TINGKAT KEMATANGAN
Mangoes of Gedong variety (Mangifera indica L. var. gedong) is one of the exported commodities from Indonesia. Half mature mangoes of this type are called gedong mangoes, whereas t...
TINJAUAN FIKIH MUAMALAH TERHADAP JUAL BELI LIMBAH EMAS DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN KANDANGHAUR KABUPATEN INDRAMAYU
TINJAUAN FIKIH MUAMALAH TERHADAP JUAL BELI LIMBAH EMAS DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN KANDANGHAUR KABUPATEN INDRAMAYU
Abstract. One of the buying and selling practices is the buying and selling of gold waste. Unlike the sale and purchase of gold in general, the sale and purchase of gold waste is t...
Keragaan Penanganan Pasca Panen Mangga di Kabupaten Cirebon
Keragaan Penanganan Pasca Panen Mangga di Kabupaten Cirebon
Mangga merupakan komoditas andalan dan penting bagi Indonesia, hal tersebut berdasarkan data produksi mangga Indonesia yang menepati peringkat lima dunia. Tetapi, produk mangga Ind...
KAJIAN POTENSI DAN KENDALA DALAM PROSES USAHATANI DAN PEMASARAN MANGGA DI KABUPATEN INDRAMAYU
KAJIAN POTENSI DAN KENDALA DALAM PROSES USAHATANI DAN PEMASARAN MANGGA DI KABUPATEN INDRAMAYU
Mangga merupakan salah satu buah favorit yang selalu dicari oleh konsumen namun sulit didapatkan di pasar. Padahal, respon konsumen terhadap buah mangga adalah peluang bisnis yang ...

Back to Top