Javascript must be enabled to continue!
KIGO DALAM HAIKU KOBAYASHI ISSA DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIK
View through CrossRef
Haiku memiliki keunikan makna di dalamnya, bentuknya pendek, tetapi dapat menyatakan makna keseluruhan melalui kigo. Penelitian ini membahas jenis kigo dan makna kigo yang terkandung dalam haiku karya Kobayashi Issa dengan pendekatan semiotik. Penelitian ini menggunakan teori jenis kigo menurut Higginson menyatakan bahwa kigo dibagi menjadi tujuh kategori, yaitu Jikou, tenmon, chiri, seikatsu, gyouji, doubutsu, shokubutsu. Sementara untuk makna kigo digunakan teori segitiga makna Pierce, makna kigo diklasifikasikan maknanya menjadi ikon, indeks, dan simbol. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti akan menganalisis makna kigo yang terkandung dalam haiku karya Kobayashin Issa dengan teori Semiotik. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kigo yang terdapat dalam haiku karya Kobayashi Issa sebanyak 15 haiku yang diambil dari bulu kumpulan haiku yang ditulis oleh Yuzura Miura diterbitkan oleh The Charles E. Tutle company tahun 1991 Tokyo. Berdasarkan hasil analisis didapat simpulan sebagai berikut: Jenis kigo yang ditemukan adalah kigo doubutsu, kigo tenmon, kigo seikatsu, kigo shokubutsu, kigo chiri, sedangkan kigo jikou dan gyouji tidak ditemukan. Makna kigo berdasarkan klasifikasi ditemukan bahwa kigo pada haiku Kobayashi Issa termasuk pada makna simbol dan indeks, sementara makna secara ikon tidak ditemukan.
Kata Kunci : Haiku; Kigo; Kobayashi Issa; Semiotik
Dr. Soetomo University
Title: KIGO DALAM HAIKU KOBAYASHI ISSA DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIK
Description:
Haiku memiliki keunikan makna di dalamnya, bentuknya pendek, tetapi dapat menyatakan makna keseluruhan melalui kigo.
Penelitian ini membahas jenis kigo dan makna kigo yang terkandung dalam haiku karya Kobayashi Issa dengan pendekatan semiotik.
Penelitian ini menggunakan teori jenis kigo menurut Higginson menyatakan bahwa kigo dibagi menjadi tujuh kategori, yaitu Jikou, tenmon, chiri, seikatsu, gyouji, doubutsu, shokubutsu.
Sementara untuk makna kigo digunakan teori segitiga makna Pierce, makna kigo diklasifikasikan maknanya menjadi ikon, indeks, dan simbol.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.
Dalam penelitian ini, peneliti akan menganalisis makna kigo yang terkandung dalam haiku karya Kobayashin Issa dengan teori Semiotik.
Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kigo yang terdapat dalam haiku karya Kobayashi Issa sebanyak 15 haiku yang diambil dari bulu kumpulan haiku yang ditulis oleh Yuzura Miura diterbitkan oleh The Charles E.
Tutle company tahun 1991 Tokyo.
Berdasarkan hasil analisis didapat simpulan sebagai berikut: Jenis kigo yang ditemukan adalah kigo doubutsu, kigo tenmon, kigo seikatsu, kigo shokubutsu, kigo chiri, sedangkan kigo jikou dan gyouji tidak ditemukan.
Makna kigo berdasarkan klasifikasi ditemukan bahwa kigo pada haiku Kobayashi Issa termasuk pada makna simbol dan indeks, sementara makna secara ikon tidak ditemukan.
Kata Kunci : Haiku; Kigo; Kobayashi Issa; Semiotik.
Related Results
MAJAS DALAM HAIKU KARYA MATSUO BASHO
MAJAS DALAM HAIKU KARYA MATSUO BASHO
Abstrak: Tulisan ini memaparkan hasil analisis majas yang terkandung dalam Haiku (puisi Jepang) karya Matsuo Basho dalam buku Basho’s Haiku: Selected Poems of Matsuo Basho. Haiku-h...
Pictures of Thailand as reflected in Haiku written by Japanese in Thailand
Pictures of Thailand as reflected in Haiku written by Japanese in Thailand
Japanese people who came to live in Thailand have written Haiku for more than 50 years. Through the Haiku, they describe many impressions of Thailand which reflect specific Japanes...
MORAL BUSHIDO DALAM HAIKU KARYA MASAOKA SHIKI
MORAL BUSHIDO DALAM HAIKU KARYA MASAOKA SHIKI
Abstrak Bushido adalah etika moral yang awalnya diterapkan kaum samurai sejak zaman Edo (1603-1868). Terdapat tiga sumber utama dalam aturan moral bushido antara lain ajaran Budha ...
Selected Haiku
Selected Haiku
Mitsuhashi Toshio (1920-2001) joined a haiku group at age fifteen, and his haiku began to be accepted by magazines the following year. He was drawn to the Shinkō Haiku (Newly Risin...
Meaning's Comparison of Two Autumn Haiku Written by Masaoka Shiki and Takarai Kikaku
Meaning's Comparison of Two Autumn Haiku Written by Masaoka Shiki and Takarai Kikaku
Every country has its own culture. Japan has a close culture of art, both modern and traditional. One of the Japanese arts in literature is poetry. Poetry in Japanese literature is...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan yang digunakan dalam penelitian bahasa dan sastra, baik dari segi teoritis maupu...
ANALISIS SEMIOTIK NOVEL GARIS WAKTU KARYA FIERSA BESARI
ANALISIS SEMIOTIK NOVEL GARIS WAKTU KARYA FIERSA BESARI
Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: “bagaimana aspek semiotik dalam novel Garis Waktu karya Fiersa Besari? tujuan penelitian ini adalah : “untuk mendeskripsika...

