Javascript must be enabled to continue!
ARRANGEMENT OF SPATIAL RELATIONSHIPS IN TOLL ROAD REST AREA Case Study: Rest Area km 88 Bandung, Rest Area km 360 Batang, Rest Area km 429 Ungaran PENATAAN HUBUNGAN RUANG PADA REST AREA JALAN TOL Studi Kasus: Rest Area km 88 Bandung, Rest Area km 360 Bata
View through CrossRef
Rest area merupakan fasilitas transportasi yang timbul dari kebutuhan pengguna jalan akan keamanan dan kenyaman berkendara di jalan tol. Kehadiran rest area menawarkan banyak manfaat untuk mengurai angka kematian di jalan dan merupakan sarana transportasi yang digunakan sebagai tempat peristirahatan selama perjalanan jauh. Fasilitas yang tersedia di rest area diharapkan juga dapat dimanfaatkan seperti untuk mencari informasi jalan, cuaca, beribadah, dan mengecek kondisi kendaraan. Diperlukan penataan hubungan ruang yang nyaman untuk mewadahi aktivitas di rest area, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penataan hubungan ruang yang ada di rest area. Metodologi yang digunakan yaitu dengan studi literatur dan studi banding tiga lokasi rest area tipe A yaitu rest area km 88 Bandung, rest area km 360 Batang dan rest area km 429 Ungaran. Dari analisa yang telah dilakukan, penataan hubungan ruang yang paling banyak digunakan adalah ruang dalam ruang dimana pola ini yang paling fleksible digunakan di ketiga rest area.
Prodi Arsitektur Universitas Pandanaran
Title: ARRANGEMENT OF SPATIAL RELATIONSHIPS IN TOLL ROAD REST AREA Case Study: Rest Area km 88 Bandung, Rest Area km 360 Batang, Rest Area km 429 Ungaran PENATAAN HUBUNGAN RUANG PADA REST AREA JALAN TOL Studi Kasus: Rest Area km 88 Bandung, Rest Area km 360 Bata
Description:
Rest area merupakan fasilitas transportasi yang timbul dari kebutuhan pengguna jalan akan keamanan dan kenyaman berkendara di jalan tol.
Kehadiran rest area menawarkan banyak manfaat untuk mengurai angka kematian di jalan dan merupakan sarana transportasi yang digunakan sebagai tempat peristirahatan selama perjalanan jauh.
Fasilitas yang tersedia di rest area diharapkan juga dapat dimanfaatkan seperti untuk mencari informasi jalan, cuaca, beribadah, dan mengecek kondisi kendaraan.
Diperlukan penataan hubungan ruang yang nyaman untuk mewadahi aktivitas di rest area, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penataan hubungan ruang yang ada di rest area.
Metodologi yang digunakan yaitu dengan studi literatur dan studi banding tiga lokasi rest area tipe A yaitu rest area km 88 Bandung, rest area km 360 Batang dan rest area km 429 Ungaran.
Dari analisa yang telah dilakukan, penataan hubungan ruang yang paling banyak digunakan adalah ruang dalam ruang dimana pola ini yang paling fleksible digunakan di ketiga rest area.
Related Results
The Burden of Road Traffic Injuries: A Global Perspective
The Burden of Road Traffic Injuries: A Global Perspective
Introduction Road Traffic Injury (RTI) pose a significant health challenge. It represents the eighth leading cause of death globally, prompting the UN to designate 2011-2020 as...
Persepsi Pengguna Jalan Tol Terhadap Penyesuaian Tarif Tol Secara Berkala Untuk Mendorong Investasi Jalan Tol
Persepsi Pengguna Jalan Tol Terhadap Penyesuaian Tarif Tol Secara Berkala Untuk Mendorong Investasi Jalan Tol
Besaran tarif tol ideal adalah tarif yang memperhatikan kelayakan investasi yakni pengembalian investasi dan keuntungan yang wajar bagi investor dan juga memperhatikan kemampuan - ...
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
Abstract
The quality of road services includes the performance of road infrastructure components, which include road pavement structures, road geometry, road complementary buil...
TINJAUAN METODE PEMBAYARAN KARTU TOL ELEKTRONIK (LOKASI DI GERBANG TOL BANYUMANIK, JALAN TOL SEMARANG-SOLO)
TINJAUAN METODE PEMBAYARAN KARTU TOL ELEKTRONIK (LOKASI DI GERBANG TOL BANYUMANIK, JALAN TOL SEMARANG-SOLO)
Jalan tol saat ini memiliki peran yang penting dalam mengefisienkan waktu tempuh perjalanan kendaraan roda 4 (empat) atau lebih dari satu tempat ke tempat yang lain. Sistem pembaya...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
Pendataan Ruas Jalan (Leger Jalan) pada Ruas Jalan Palembang - Betung
Pendataan Ruas Jalan (Leger Jalan) pada Ruas Jalan Palembang - Betung
AbstractAs national assets, roads are vital to establish the means of national development, especially in term of achieving balanced inter-regional development and equitable distri...
Pengaruh Campuran Pasir Terhadap Batu Bata Merah
Pengaruh Campuran Pasir Terhadap Batu Bata Merah
Pasir merupakan suatu partikel-parikel yang lebih kecil dari kerikil dan lebih besar dari butiran lempung yang berukuran 5-0,074 mm yang bersifat tidak plastis dan tidak kohesi. Pa...
TANGGUNG JAWAB PENGELOLA JALAN TOL ATAS KECELAKAAN DI JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK
TANGGUNG JAWAB PENGELOLA JALAN TOL ATAS KECELAKAAN DI JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK
Jalan Tol merupakan jalan bebas hambatan, akan tetapi masih banyak pengguna jalan yang merasa tidak aman, seperti kasus pecahnya ban mobil pada KM 39+500 di Jalan Tol Jakarta-Cikam...

