Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Forecasting Moving Average dan Exponential Smoothing di Usaha Erina, Payakumbuh

View through CrossRef
Abstrak. Erina adalah salah satu UMKM yang menghasilkan Gelamai. Umkm ini menghadapi masalah permintaan karena mereka tidak tahu bagaimana permintaan konsumen berubah setiap saat, yang berdampak pada stok bahan baku dan membutuhkan perencanaan yang matang untuk mengendalikan bahan baku untuk memenuhi permintaan pasar. Metode peramalan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan weighted moving average (WMA) dan eksponensial. Dengan menggunakan prediksi penjualan gelamai untuk bulan Januari 2024, kami menemukan bahwa penjualan gelamai akan mencapai 7.224,67 gelamai dengan tingkat kesalahan MAD 354,96, MSE 15.4069,3, dan MAPE 0,05. Dengan menggunakan metode rata-rata bergerak dengan pembobotan tiga bulanan, bobot periode sebelumnya akan dibebankan sebesar 0,3, sedangkan bobot untuk dua periode sebelumnya 0,2, dan bobot untuk tiga periode sebelumnya adalah 0,1. Abstract. Erina is one of the MSMEs that produces gelamai. This MSME faces demand problems because they do not know how consumer demand changes at any time, which impacts their raw material stock and requires careful planning to control raw materials to meet market demand. The quantitative forecasting methods used in this study are the weighted moving average (WMA) and exponential approaches. Using the Gelamai sales prediction for January 2024, we found that Gelamai sales will reach 7,224.67 Gelamai with a MAD error rate of 354.96, MSE of 15.4069.3, and MAPE of 0.05. The three-month weighted moving average method charges the weight of the previous period at 0.3, 0.2 for the previous two periods, and 0.1 for the previous three periods.
Title: Forecasting Moving Average dan Exponential Smoothing di Usaha Erina, Payakumbuh
Description:
Abstrak.
Erina adalah salah satu UMKM yang menghasilkan Gelamai.
Umkm ini menghadapi masalah permintaan karena mereka tidak tahu bagaimana permintaan konsumen berubah setiap saat, yang berdampak pada stok bahan baku dan membutuhkan perencanaan yang matang untuk mengendalikan bahan baku untuk memenuhi permintaan pasar.
Metode peramalan kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan weighted moving average (WMA) dan eksponensial.
Dengan menggunakan prediksi penjualan gelamai untuk bulan Januari 2024, kami menemukan bahwa penjualan gelamai akan mencapai 7.
224,67 gelamai dengan tingkat kesalahan MAD 354,96, MSE 15.
4069,3, dan MAPE 0,05.
Dengan menggunakan metode rata-rata bergerak dengan pembobotan tiga bulanan, bobot periode sebelumnya akan dibebankan sebesar 0,3, sedangkan bobot untuk dua periode sebelumnya 0,2, dan bobot untuk tiga periode sebelumnya adalah 0,1.
Abstract.
Erina is one of the MSMEs that produces gelamai.
This MSME faces demand problems because they do not know how consumer demand changes at any time, which impacts their raw material stock and requires careful planning to control raw materials to meet market demand.
The quantitative forecasting methods used in this study are the weighted moving average (WMA) and exponential approaches.
Using the Gelamai sales prediction for January 2024, we found that Gelamai sales will reach 7,224.
67 Gelamai with a MAD error rate of 354.
96, MSE of 15.
4069.
3, and MAPE of 0.
05.
The three-month weighted moving average method charges the weight of the previous period at 0.
3, 0.
2 for the previous two periods, and 0.
1 for the previous three periods.

Related Results

Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Kebijakan penataan ruang merupakan langkah yang ditetapkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk dilaksanakan dan diwujudkan dalam penyelenggaraan penataan ruang di Indon...
Analisis Keberhasilan Usaha Peternakan Unggas di Kota Payakumbuh dari Perspektif Ekosistem Kewirausahaan
Analisis Keberhasilan Usaha Peternakan Unggas di Kota Payakumbuh dari Perspektif Ekosistem Kewirausahaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan usaha peternakan unggas di Kota Payakumbuh dari perspektif ekosistem kewirausahaan. Peneliti...
Rendang Telur: Kuliner Khas Masyarakat Payakumbuh Sebagai Identitas Budaya Lokal Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (1998-2018)
Rendang Telur: Kuliner Khas Masyarakat Payakumbuh Sebagai Identitas Budaya Lokal Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (1998-2018)
Artikel ini merupakan kajian sejarah yang membahas tentang rendang telur sebagai kuliner khas masyarakat Payakumbuh yang menjadi identitas budaya lokal. Artikel ini bertujuan untuk...
VEHICLE VOLUME FORECASTING SYSTEM ON TOLL ROADS USING DOUBLE MOVING AVERAGE AND DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING METHODS
VEHICLE VOLUME FORECASTING SYSTEM ON TOLL ROADS USING DOUBLE MOVING AVERAGE AND DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING METHODS
Forecasting or forecasting has been used as one of the considerations, especially in the field of business and economics. This is done so that company losses can be minimized and c...
PERAMALAN JUMLAH MAHASISWA MENGGUNAKAN MOVING AVERAGE
PERAMALAN JUMLAH MAHASISWA MENGGUNAKAN MOVING AVERAGE
AbstractThe Process of using resources in higher education is influenced by the up and down of the number students. The purpose of this study is to predict the number of students w...
PENDEKATAN KOMUNIKASI PADA PENGGABUNGAN KELURAHAN DI KOTA PAYAKUMBUH
PENDEKATAN KOMUNIKASI PADA PENGGABUNGAN KELURAHAN DI KOTA PAYAKUMBUH
Kebijakan Pemerintah Kota Payakumbuh tentang penggabungan kelurahan tidak hanya menyangkut urusan administrasi pemerintahan saja tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial budaya ...
Technical Analysis in Financial Markets
Technical Analysis in Financial Markets
The efficient markets hypothesis states that in highly competitive and developed markets it is impossible to derive a trading strategy that can generate persistent excess profits a...

Back to Top