Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Keberhasilan Usaha Peternakan Unggas di Kota Payakumbuh dari Perspektif Ekosistem Kewirausahaan

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan usaha peternakan unggas di Kota Payakumbuh dari perspektif ekosistem kewirausahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive sebanyak lima pelaku usaha peternakan unggas yang memiliki pengalaman dalam mengelola usahanya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Thematic Analysis dengan bantuan perangkat lunak NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan usaha peternakan unggas dipengaruhi oleh dua dimensi utama ekosistem kewirausahaan, yaitu institusi dan sumber daya. Pada dimensi institusi, kebijakan pemerintah telah memberikan dukungan melalui bantuan pakan, pelatihan, pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta kemudahan administrasi perpajakan, namun implementasinya belum merata akibat keterbatasan informasi dan keberlanjutan program. Digitalisasi perizinan melalui Online Single Submission (OSS) dan Mal Pelayanan Publik (MPP) mempercepat proses legalitas usaha, meskipun masih terdapat kendala birokrasi, sinkronisasi regulasi, dan lamanya proses perizinan teknis. Budaya kewirausahaan di Kota Payakumbuh menunjukkan perkembangan yang positif, didukung oleh meningkatnya minat masyarakat untuk berwirausaha, sementara kontribusi lembaga pendidikan dan inkubator bisnis masih belum optimal karena bersifat sementara dan belum spesifik pada sektor peternakan. Persepsi terhadap kualitas penegakan hukum relatif baik, meskipun pelaku usaha masih mengharapkan peningkatan transparansi, kepastian prosedur, dan percepatan pelayanan. Pada dimensi sumber daya, infrastruktur transportasi, listrik, dan internet dinilai cukup mendukung operasional usaha. Kualitas sumber daya manusia, pengalaman beternak, serta kemampuan adaptasi terhadap teknologi menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas. Akses terhadap pembiayaan formal, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), telah membantu sebagian pelaku usaha, namun persyaratan administrasi, agunan, dan keterbatasan literasi keuangan masih menjadi hambatan utama. Pemanfaatan teknologi digital telah meningkatkan efisiensi produksi, administrasi, dan pemasaran, meskipun tingkat adopsinya masih bervariasi. Selain itu, akses pasar yang luas serta jaringan usaha dengan pemasok, pelanggan, perusahaan mitra, dan komunitas peternak terbukti memperkuat daya saing serta keberlanjutan usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan usaha peternakan unggas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan internal pelaku usaha, tetapi juga oleh kualitas ekosistem kewirausahaan yang mendukung melalui sinergi antara kebijakan pemerintah, kelembagaan, infrastruktur, sumber daya manusia, pembiayaan, teknologi, akses pasar, dan jaringan usaha. Penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi pengembangan usaha peternakan unggas di Kota Payakumbuh.
Title: Analisis Keberhasilan Usaha Peternakan Unggas di Kota Payakumbuh dari Perspektif Ekosistem Kewirausahaan
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan usaha peternakan unggas di Kota Payakumbuh dari perspektif ekosistem kewirausahaan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Informan penelitian dipilih secara purposive sebanyak lima pelaku usaha peternakan unggas yang memiliki pengalaman dalam mengelola usahanya.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Thematic Analysis dengan bantuan perangkat lunak NVivo 15.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan usaha peternakan unggas dipengaruhi oleh dua dimensi utama ekosistem kewirausahaan, yaitu institusi dan sumber daya.
Pada dimensi institusi, kebijakan pemerintah telah memberikan dukungan melalui bantuan pakan, pelatihan, pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta kemudahan administrasi perpajakan, namun implementasinya belum merata akibat keterbatasan informasi dan keberlanjutan program.
Digitalisasi perizinan melalui Online Single Submission (OSS) dan Mal Pelayanan Publik (MPP) mempercepat proses legalitas usaha, meskipun masih terdapat kendala birokrasi, sinkronisasi regulasi, dan lamanya proses perizinan teknis.
Budaya kewirausahaan di Kota Payakumbuh menunjukkan perkembangan yang positif, didukung oleh meningkatnya minat masyarakat untuk berwirausaha, sementara kontribusi lembaga pendidikan dan inkubator bisnis masih belum optimal karena bersifat sementara dan belum spesifik pada sektor peternakan.
Persepsi terhadap kualitas penegakan hukum relatif baik, meskipun pelaku usaha masih mengharapkan peningkatan transparansi, kepastian prosedur, dan percepatan pelayanan.
Pada dimensi sumber daya, infrastruktur transportasi, listrik, dan internet dinilai cukup mendukung operasional usaha.
Kualitas sumber daya manusia, pengalaman beternak, serta kemampuan adaptasi terhadap teknologi menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas.
Akses terhadap pembiayaan formal, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), telah membantu sebagian pelaku usaha, namun persyaratan administrasi, agunan, dan keterbatasan literasi keuangan masih menjadi hambatan utama.
Pemanfaatan teknologi digital telah meningkatkan efisiensi produksi, administrasi, dan pemasaran, meskipun tingkat adopsinya masih bervariasi.
Selain itu, akses pasar yang luas serta jaringan usaha dengan pemasok, pelanggan, perusahaan mitra, dan komunitas peternak terbukti memperkuat daya saing serta keberlanjutan usaha.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan usaha peternakan unggas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan internal pelaku usaha, tetapi juga oleh kualitas ekosistem kewirausahaan yang mendukung melalui sinergi antara kebijakan pemerintah, kelembagaan, infrastruktur, sumber daya manusia, pembiayaan, teknologi, akses pasar, dan jaringan usaha.
Penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi pengembangan usaha peternakan unggas di Kota Payakumbuh.

Related Results

Teknologi Formulasi Ransum Unggas
Teknologi Formulasi Ransum Unggas
Judul buku ini adalah Teknologi Formulasi Ransum Unggas.Buku ini dibuat sebagai salah satu landasan ilmiah dalam bidang industri pakan ternak unggas serta sebagai pedoman dalam pro...
Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Kebijakan penataan ruang merupakan langkah yang ditetapkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk dilaksanakan dan diwujudkan dalam penyelenggaraan penataan ruang di Indon...
Pengaruh Lokasi, Modal, Kemampuan Usaha terhadap Keberhasilan Usaha
Pengaruh Lokasi, Modal, Kemampuan Usaha terhadap Keberhasilan Usaha
Keberhasilan sebuah usaha ditentukan oleh beberapa faktor,mereka merupakan lokasi, modal, serta kemampuan usaha. Modal artinya factor dalam memilih keberhasilan serta harapan suatu...
Pengaruh Lokasi Usaha dan Kompetensi Wirausaha terhadap Keberhasilan Usaha Toko Sitinjak Nauli
Pengaruh Lokasi Usaha dan Kompetensi Wirausaha terhadap Keberhasilan Usaha Toko Sitinjak Nauli
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lokasi usaha dan kompetensi wirausaha terhadap keberhasilan usaha pada Toko Sitinjak Nauli. Penelitian ini menggunakan pendekatan...
PENDEKATAN KOMUNIKASI PADA PENGGABUNGAN KELURAHAN DI KOTA PAYAKUMBUH
PENDEKATAN KOMUNIKASI PADA PENGGABUNGAN KELURAHAN DI KOTA PAYAKUMBUH
Kebijakan Pemerintah Kota Payakumbuh tentang penggabungan kelurahan tidak hanya menyangkut urusan administrasi pemerintahan saja tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial budaya ...
DAMPAK SOSIAL EKONOMI KEBERADAAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR, DI DESA SENGANAN, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN
DAMPAK SOSIAL EKONOMI KEBERADAAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR, DI DESA SENGANAN, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN
Usaha peternakan ayam ras petelur memiliki dampak positif dan negatif tehadap lingkungan, khususnya masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar usaha peternakan ayam ras petelur. ...
KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU KINERJA USAHA KECIL KAMPOENG RADJOET
KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU KINERJA USAHA KECIL KAMPOENG RADJOET
Usaha kecil Kampoeng Radjoet binong jati telah memberikan kontribusi dan berperan penting dalam perekonomian Kota Bandung. Permasalah pokok yang di hadapi pelaku usaha sebenarnya b...

Back to Top