Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Eksploitasi Loyalitas Penggemar Dalam Pembelian Album K-Pop

View through CrossRef
Penelitian ini membahas tentang eksploitasi yang dilakukan oleh agensi-agensi idola di Korea Selatan terhadap loyalitas penggemar K-Pop dalam hal pembelian album. Hal ini berlaku bagi penggemar musik K-Pop yang mengalami kemajuan teknologi yang dapat mempermudah penyebaran budaya populer sehingga menimbulkan perilaku konsumtif akan hal-hal yang berhubungan dengan idolanya. Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi massa, media massa, media baru, budaya populer, loyalitas penggemar dan eksploitasi dalam konteks budaya popular. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif dengan metode pengumpulan data wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Eksploitasi loyalitas penggemar dilakukan oleh agensi-agensi di Korea Selatan dengan cara mengeluarkan dan menjual album dengan beragam versi sehingga menarik minat beli penggemar. Penggemar ini sendiri menyadari bahwa dirinya telah tereksploitasi tetapi keputusan mereka dalam membeli dan mengoleksi album dalam jumlah banyak dikarenakan adanya konsep diri yang timbul karena munculnya identitas sebagai seorang penggemar. Mereka juga mempunyai rasa kepuasaan diri sendiri ketika sudah membeli album dan sebagai bentuk untuk menghargai karya-karya dari idolanya.
Title: Eksploitasi Loyalitas Penggemar Dalam Pembelian Album K-Pop
Description:
Penelitian ini membahas tentang eksploitasi yang dilakukan oleh agensi-agensi idola di Korea Selatan terhadap loyalitas penggemar K-Pop dalam hal pembelian album.
Hal ini berlaku bagi penggemar musik K-Pop yang mengalami kemajuan teknologi yang dapat mempermudah penyebaran budaya populer sehingga menimbulkan perilaku konsumtif akan hal-hal yang berhubungan dengan idolanya.
Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi massa, media massa, media baru, budaya populer, loyalitas penggemar dan eksploitasi dalam konteks budaya popular.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif dengan metode pengumpulan data wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi.
Eksploitasi loyalitas penggemar dilakukan oleh agensi-agensi di Korea Selatan dengan cara mengeluarkan dan menjual album dengan beragam versi sehingga menarik minat beli penggemar.
Penggemar ini sendiri menyadari bahwa dirinya telah tereksploitasi tetapi keputusan mereka dalam membeli dan mengoleksi album dalam jumlah banyak dikarenakan adanya konsep diri yang timbul karena munculnya identitas sebagai seorang penggemar.
Mereka juga mempunyai rasa kepuasaan diri sendiri ketika sudah membeli album dan sebagai bentuk untuk menghargai karya-karya dari idolanya.

Related Results

Pop κουλτούρα και pop art στη Νέα Υόρκη της δεκαετίας του 1960
Pop κουλτούρα και pop art στη Νέα Υόρκη της δεκαετίας του 1960
Η εργασία ερευνά το εικαστικό κίνημα της Pop Art όπως εξελίχθηκε στη Νέα Υόρκη της δεκαετίας του 1960 αναδεικνύοντας το γενικότερο πολιτιστικό πλαίσιο της αμερικανικής πραγματικότη...
Pengaruh Regulasi Diri terhadap Fear of Missing Out pada Penggemar Korean Pop
Pengaruh Regulasi Diri terhadap Fear of Missing Out pada Penggemar Korean Pop
Abstract. The Korean Wave phenomenon is often found in Indonesia and its impact is felt in everyday life. The Korean Wave product that is in great demand is pop music which can att...
Menulis Fanfiction di Wattpad sebagai Produktivitas Fandom
Menulis Fanfiction di Wattpad sebagai Produktivitas Fandom
Fandom pada awalnya dianggap pasif karena menjadi pihak yang hanya mengkonsumsi konten dari media. Budaya partisipasi membuat kegiatan penggemar dalam fandom mengalami pergeseran m...
Welcome to the Robbiedome
Welcome to the Robbiedome
One of the greatest joys in watching Foxtel is to see all the crazy people who run talk shows. Judgement, ridicule and generalisations slip from their tongues like overcooked lamb ...
Teori framing dan media sosial: analisis kontroversi cyberbullying terhadap Jang Won-Young
Teori framing dan media sosial: analisis kontroversi cyberbullying terhadap Jang Won-Young
Teori framing dan media sosial: analisis kontroversi cyberbullying terhadap Jang Won-YoungAbstrakPenelitian ini menggali fenomena cyberbullying yang menimpa Jang Won-young, seorang...
Self-control - Impulsive Buying: Emotional Maturity sebagai Mediator
Self-control - Impulsive Buying: Emotional Maturity sebagai Mediator
Para remaja penggemar k-pop membeli dan menggunakan barang k-pop untuk menunjukkan jati diri mereka sebagai penggemar. Hal ini menimbulkan perilaku impulsive buying. Impulsive buyi...

Back to Top