Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EFEKTIVITAS ANTIDIABETES TABLET POLIHERBAL PADA MODEL TIKUS DIABETIK

View through CrossRef
Cinnamon bark (Cinnamomum burmanii), Phaleria macrocarpa fruit, moringa leaves (Moringa oleifera L.), and bay leaves (Syzygium polyanthum) are plants that often used for the treatment of diabetes mellitus. Each plant's antidiabetic activity is known, but the plant combination's synergistic effect is not apparent. The concept of polyherbal is to increase the therapeutic effect and decrease the concentration of a single polyherbal extract. The possibility of changing the bioavailability of polyherbal products in the form of simplicia into tablet form is a big challenge. This result was to test the effectiveness of the polyherbal tablet combination of 2 extracts, which can be antidiabetic. Three types of poly-herbal tablets used, namely a mixture of cinnamon - bay leaf (dose 1), a mixture of cinnamon - phaleria fruit (2) tablets, and a mixture of moringa leaves - bay leaf (3). The three types of polyherbal tablets were given orally two times a day to alloxan-induced diabetic rats. Tablets are given for 24 days, and lowering blood glucose levels is carried out every specific time. The statistical analysis results showed a significant effect of the three polyherbal tablets in reducing blood sugar levels of diabetic rats. Polipoliherbal tablets mixed with cinnamon bark - the crown of gods were the most effective at reducing blood glucose levels in rats than other polyherbal tablets. Kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmanii), buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), daun kelor (Moringa oleifera L.)  dan daun salam (Syzygium polyantum) merupakan tanaman yang sering digunakan untuk pengobatan diabetes melitus. Aktifitas antidiabetes masing-masing tanaman telah diketahui namun efek sinergis dari kombinasi tanaman tersebut belum jelas. Konsep polipoliherbal adalah meningkatkan efek terapi dan menurunkan konsentrasi ekstrak poliherbal tunggal. Kemungkinan perubahan bioavailabilitas produk poliherbal dalam bentuk simplisia diubah menjadi bentuk tablet merupakan tantangan besar. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektifitas tablet polipoliherbal kombinasi 2 ekstrak yang berpotensi sebagai antidiabetes. Tablet poliherbal yang digunakan sebanyak 3 jenis yaitu tablet campuran kayu manis - daun salam (dosis 1),  tablet campuran kayu manis - mahkota dewa (dosis 2) dan tablet campuran daun kelor - daun salam (dosis 3). Ketiga jenis tablet poliherbal diberikan secara oral 2 kali sehari pada tikus diabetik yg diinduksi aloksan.  Tablet diberikan selama 24 hari dan pengamatan terhadap efek penurunan kadar glukosa darah dilakukan setiap waktu tertentu. Hasil analisis statistik menunjukkan  terdapat pengaruh yang signifikan dari ketiga tablet polipoliherbal dalam menurunkan kadar gula darah tikus diabetik. Tablet polipoliherbal campuran kulit batang kayu manis - mahkota dewa paling efektif menurunkan kadar glukosa darah  tikus dibandingkan tablet polipoliherbal lainnya 
Title: EFEKTIVITAS ANTIDIABETES TABLET POLIHERBAL PADA MODEL TIKUS DIABETIK
Description:
Cinnamon bark (Cinnamomum burmanii), Phaleria macrocarpa fruit, moringa leaves (Moringa oleifera L.
), and bay leaves (Syzygium polyanthum) are plants that often used for the treatment of diabetes mellitus.
Each plant's antidiabetic activity is known, but the plant combination's synergistic effect is not apparent.
The concept of polyherbal is to increase the therapeutic effect and decrease the concentration of a single polyherbal extract.
The possibility of changing the bioavailability of polyherbal products in the form of simplicia into tablet form is a big challenge.
This result was to test the effectiveness of the polyherbal tablet combination of 2 extracts, which can be antidiabetic.
Three types of poly-herbal tablets used, namely a mixture of cinnamon - bay leaf (dose 1), a mixture of cinnamon - phaleria fruit (2) tablets, and a mixture of moringa leaves - bay leaf (3).
The three types of polyherbal tablets were given orally two times a day to alloxan-induced diabetic rats.
Tablets are given for 24 days, and lowering blood glucose levels is carried out every specific time.
The statistical analysis results showed a significant effect of the three polyherbal tablets in reducing blood sugar levels of diabetic rats.
Polipoliherbal tablets mixed with cinnamon bark - the crown of gods were the most effective at reducing blood glucose levels in rats than other polyherbal tablets.
 Kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmanii), buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), daun kelor (Moringa oleifera L.
)  dan daun salam (Syzygium polyantum) merupakan tanaman yang sering digunakan untuk pengobatan diabetes melitus.
Aktifitas antidiabetes masing-masing tanaman telah diketahui namun efek sinergis dari kombinasi tanaman tersebut belum jelas.
Konsep polipoliherbal adalah meningkatkan efek terapi dan menurunkan konsentrasi ekstrak poliherbal tunggal.
Kemungkinan perubahan bioavailabilitas produk poliherbal dalam bentuk simplisia diubah menjadi bentuk tablet merupakan tantangan besar.
Tujuan penelitian ini adalah menguji efektifitas tablet polipoliherbal kombinasi 2 ekstrak yang berpotensi sebagai antidiabetes.
Tablet poliherbal yang digunakan sebanyak 3 jenis yaitu tablet campuran kayu manis - daun salam (dosis 1),  tablet campuran kayu manis - mahkota dewa (dosis 2) dan tablet campuran daun kelor - daun salam (dosis 3).
Ketiga jenis tablet poliherbal diberikan secara oral 2 kali sehari pada tikus diabetik yg diinduksi aloksan.
  Tablet diberikan selama 24 hari dan pengamatan terhadap efek penurunan kadar glukosa darah dilakukan setiap waktu tertentu.
Hasil analisis statistik menunjukkan  terdapat pengaruh yang signifikan dari ketiga tablet polipoliherbal dalam menurunkan kadar gula darah tikus diabetik.
Tablet polipoliherbal campuran kulit batang kayu manis - mahkota dewa paling efektif menurunkan kadar glukosa darah  tikus dibandingkan tablet polipoliherbal lainnya .

Related Results

AKTIVITAS EKSTRAK DAUN EBONI (Diospyros celebica Bakh.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETIK TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI ALOKSAN
AKTIVITAS EKSTRAK DAUN EBONI (Diospyros celebica Bakh.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETIK TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI ALOKSAN
Luka diabetik merupakan luka yang disebabkan oleh infeksi akibat dari tingginya glukosa darah ? 200 mg/dL. Daun Diospyros celebica Bakh., memiliki potensi antibakteri, antidiabetes...
Kajian Intertekstual pada Lirik Lagu Iwan Fals “Tikus-Tikus Kantor” dan pada Lirik Lagu Slank “Gosip Jalanan”
Kajian Intertekstual pada Lirik Lagu Iwan Fals “Tikus-Tikus Kantor” dan pada Lirik Lagu Slank “Gosip Jalanan”
Song lyrics are a literary genre, because there are similarities between existing elements and elements possessed by poetry, so it can be said that song lyrics and poetry are the s...
Rancang Bangun Prototype Alat Pengusir Tikus Dengan Pemanfaatan Gelombang Ultrasonik Berbasis Internet Of Things
Rancang Bangun Prototype Alat Pengusir Tikus Dengan Pemanfaatan Gelombang Ultrasonik Berbasis Internet Of Things
Tikus merupakan hewan pengerat yang mendatangkan kerugian, baik di rumah maupun industri. Tikus yang berkeliaran di dalam rumah (Rattus rattus, Rattus tanezumi dan jenis lain) meru...
PREVALENSI RETINOPATI DIABETIK PADA POLIKLINIK ILMU KESEHATAN MATA SELANG SATU TAHUN
PREVALENSI RETINOPATI DIABETIK PADA POLIKLINIK ILMU KESEHATAN MATA SELANG SATU TAHUN
Abstract: Diabetic retinopathy  is a disease that tends to damage retinal microvasculature as chronic progressive, related with the old hyperglycaemia and also connected with diabe...
Perbandingan Beberapa Bahan Pengisi pada Formulasi Tablet Hisap
Perbandingan Beberapa Bahan Pengisi pada Formulasi Tablet Hisap
Abstrak. Tablet hisap adalah tablet padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat. Biasanya tablet hisap ini memiliki rasa dan aroma yang manis sehingga dapat larut perlahan dal...
BUSER TIKUS DENGAN MOUSETRAP
BUSER TIKUS DENGAN MOUSETRAP
Tikus merupakan mamalia yang sangat merugikan dan menganggu kehidupan serta kesejahteraan manusia. Jika tikus dibiarkan maka populasinya akan bertambah. Tikus berada di lingkungan ...
HUBUNGAN PERAWATAN KAKI DENGAN RESIKO KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
HUBUNGAN PERAWATAN KAKI DENGAN RESIKO KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Abstrak  Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang kejadiannya semakin meningkat dari tahun ketahun. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada organ tubuh...

Back to Top