Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Keragaan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Lokananta Hasil Induksi Poliploid dengan Kolkisin

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan bawang merah varietas Lokananta hasil poliploid menggunakan kolkisin pada berbagai konsentrasi dan lama perendaman. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2022 di Laboraturium Bioteknologi Pertanian dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah Konsentrasi Kolkisin terdiri atas 3 taraf yaitu : A0= 0 ppm (kontrol), A1 = 250 ppm, A2 = 500 ppm. Faktor kedua adalah Lama Perendaman terdiri atas 3 aras yaitu: B1= 6 jam, B2= 12 jam, dan B3= 18 jam. Dari kedua faktor tersebut terdapat 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali ulangan sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Data hasil percobaan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk menguji parameter yang berpengaruh nyata pada taraf α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kolkisin 250 ppm mampu memengaruhi keragaan tanaman bawang merah pada tinggi tanaman, diameter umbi serta berat basah umbi, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah daun serta berat kering umbi. Lama perendaman 6 jam mampu memengaruhi keragaan tanaman bawang merah pada laju tinggi tanaman dan diameter umbi, namun tidak berpengaruh terhadap laju jumlah daun, berat basah umbi serta berat kering umbi. Interaksi antara konsentrasi kolkisin dengan lama perendaman menunjukkan mampu memengaruhi keragaan tanaman bawang merah pada seluruh variable pengamatan, kecuali berat kering umbi bawang merah.
Title: Keragaan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Lokananta Hasil Induksi Poliploid dengan Kolkisin
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaan bawang merah varietas Lokananta hasil poliploid menggunakan kolkisin pada berbagai konsentrasi dan lama perendaman.
 Percobaan ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2022 di Laboraturium Bioteknologi Pertanian dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dua faktor.
Faktor pertama adalah Konsentrasi Kolkisin terdiri atas 3 taraf yaitu : A0= 0 ppm (kontrol), A1 = 250 ppm, A2 = 500 ppm.
Faktor kedua adalah Lama Perendaman terdiri atas 3 aras yaitu: B1= 6 jam, B2= 12 jam, dan B3= 18 jam.
Dari kedua faktor tersebut terdapat 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali ulangan sehingga diperoleh 36 unit percobaan.
Data hasil percobaan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk menguji parameter yang berpengaruh nyata pada taraf α= 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kolkisin 250 ppm mampu memengaruhi keragaan tanaman bawang merah pada tinggi tanaman, diameter umbi serta berat basah umbi, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah daun serta berat kering umbi.
Lama perendaman 6 jam mampu memengaruhi keragaan tanaman bawang merah pada laju tinggi tanaman dan diameter umbi, namun tidak berpengaruh terhadap laju jumlah daun, berat basah umbi serta berat kering umbi.
Interaksi antara konsentrasi kolkisin dengan lama perendaman menunjukkan mampu memengaruhi keragaan tanaman bawang merah pada seluruh variable pengamatan, kecuali berat kering umbi bawang merah.

Related Results

Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah bumbu masak yang populer digunakan dalam berbagai masakan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bawang...
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
Induksi Mutasi Menggunakan Kolkisin pada Umbi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Tajuk
Induksi Mutasi Menggunakan Kolkisin pada Umbi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Tajuk
Teknik-teknik dalam bidang pemuliaan tanaman bawang merah dapat dilakukan untuk memperoleh atau memperbaiki karakter-karakter yang telah ada menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sal...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
Hubungan antara Durasi Penyimpanan Umbi dan Kinerja Pertumbuhan serta Hasil Dua Varietas Bawang Merah
Hubungan antara Durasi Penyimpanan Umbi dan Kinerja Pertumbuhan serta Hasil Dua Varietas Bawang Merah
Bulb storage is a crucial post-harvest treatment in shallot (Allium ascalonicum L.) farming because suboptimal storage duration can reduce the quality of the bulbs, making them dif...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...

Back to Top