Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI BAP (Benzyl Amino Purine) DI DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG

View through CrossRef
Produktivitas bawang merah (Allium Ascalonicum L.) di dataran rendah Kabupaten Karawang terhitung rendah yang disebabkan oleh permasalahan budidaya akibat faktor abiotik dan biotik sehingga menghambat pertumbuhan bawang merah pada fase vegetatif. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) yang tepat terhadap pertumbuhan vegetatif beberapa varietas bawang merah di dataran rendah Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Lahan Baru Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang, yang terletak di Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.Waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan, dimulai sejak bulan Februari – Mei 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan lingkungan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah varietas (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu Bauji (m1), Batu (m2) dan Maja (m3). Faktor kedua konsentrasi BAP (B), yang terdiri dari 4 taraf  0 ppm (b0), 25 ppm (b1), 50 ppm (b2) dan 75 ppm (b3). Total perlakuan sebanyak 12 yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %. Kemudian di uji lanjut menggunakan Duncan multiple range test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi pemberian berbagai konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap beberapa varietas bawang merah (Allium Ascalonicum L.), namun terdapat pengaruh faktor mandiri varietas. Tidak terdapat konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) terbaik, namun terdapat varietas dengan respon tertinggi yaitu bawang merah varietas Batu.
Title: PENGARUH BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI BAP (Benzyl Amino Purine) DI DATARAN RENDAH KABUPATEN KARAWANG
Description:
Produktivitas bawang merah (Allium Ascalonicum L.
) di dataran rendah Kabupaten Karawang terhitung rendah yang disebabkan oleh permasalahan budidaya akibat faktor abiotik dan biotik sehingga menghambat pertumbuhan bawang merah pada fase vegetatif.
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) yang tepat terhadap pertumbuhan vegetatif beberapa varietas bawang merah di dataran rendah Kabupaten Karawang.
Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Lahan Baru Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang, yang terletak di Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.
Waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan, dimulai sejak bulan Februari – Mei 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan lingkungan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial.
Faktor pertama adalah varietas (M) yang terdiri dari 3 taraf yaitu Bauji (m1), Batu (m2) dan Maja (m3).
Faktor kedua konsentrasi BAP (B), yang terdiri dari 4 taraf  0 ppm (b0), 25 ppm (b1), 50 ppm (b2) dan 75 ppm (b3).
Total perlakuan sebanyak 12 yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 36 unit percobaan.
Satu unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA pada taraf signifikan 5 %.
Kemudian di uji lanjut menggunakan Duncan multiple range test (DMRT) taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh interaksi pemberian berbagai konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap beberapa varietas bawang merah (Allium Ascalonicum L.
), namun terdapat pengaruh faktor mandiri varietas.
Tidak terdapat konsentrasi pemberian BAP (Benzyl Amino Purine) terbaik, namun terdapat varietas dengan respon tertinggi yaitu bawang merah varietas Batu.

Related Results

Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah bumbu masak yang populer digunakan dalam berbagai masakan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bawang...
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Botani Bawang Merah
Penggunaan <em>true shallot seed</em> (TSS) sebagai bahan tanam dapat meningkatkan produktivitas tanaman sampai 100% dibandingkan dengan penggunaan umbi dan tidak memba...
Hubungan antara Durasi Penyimpanan Umbi dan Kinerja Pertumbuhan serta Hasil Dua Varietas Bawang Merah
Hubungan antara Durasi Penyimpanan Umbi dan Kinerja Pertumbuhan serta Hasil Dua Varietas Bawang Merah
Bulb storage is a crucial post-harvest treatment in shallot (Allium ascalonicum L.) farming because suboptimal storage duration can reduce the quality of the bulbs, making them dif...
Aplikasi Biopestisida Fobio Terhadap Penyakit Moler (Fusarium oxysporum) Pada Tiga Varietas Bawang Merah Di Kota Probolinggo
Aplikasi Biopestisida Fobio Terhadap Penyakit Moler (Fusarium oxysporum) Pada Tiga Varietas Bawang Merah Di Kota Probolinggo
Latar Belakang: Bawang merah (Allium Ascolonicum L). merupakan tanaman musiman yang banyak ditanam oleh para petani secara intensif. Meskipun permintaan hasil produktivitas tanaman...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...

Back to Top