Javascript must be enabled to continue!
Apakah Allah Pilih Kasih? Memahami Frasa “Aku mengasihi Engkau Yakub tetapi Membenci Esau” dalam Maleakhi 1:2-3
View through CrossRef
Pemaknaan tentang “namun Aku mengasihi Yakub tetapi membenci Esau” dalam Maleakhi 1:2-3 acapkali disalahartikan oleh beberapa orang dengan anggapan bahwa Allah pilih kasih. Artikel ini bertujuan untuk menjawab isu tersebut dengan pertanyaan retorik apakah benar Allah pilih kasih? Ulasan frasa tersebut akan diteliti mulai dari kisah langsungnya tentang Esau dan Yakub hingga konteks Maleakhi. Dengan melakukan penelitian kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka, peneliti menelusuri buku-buku dan artikel jurnal dan secara spesifik menggunakan analisis konteks sejarah dan sastra untuk menjawab isu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genre kitab Maleakhi adalah nubuat dan konteks ucapan Maleakhi perlu dipahami dengan baik berdasarkan pesan nubuatannya sehingga frasa tersebut adalah bagian dari nubuatan terhadap Edom yang telah berbuat jahat dan melanggar perintah Tuhan bukan menyudutkan Esau secara personal. Pemakaian kata “Yakub” dan “Esau” merupakan gaya sastra majas pars pro toto yang menyebutkan sebagian untuk menunjukkan keseluruhan objeknya. Selain itu kata ‘benci’ dipahami dalam konteks kekejian Tuhan terhadap dosa bukan terhadap pribadi (bdk.Mal. 2:16).
Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia
Title: Apakah Allah Pilih Kasih? Memahami Frasa “Aku mengasihi Engkau Yakub tetapi Membenci Esau” dalam Maleakhi 1:2-3
Description:
Pemaknaan tentang “namun Aku mengasihi Yakub tetapi membenci Esau” dalam Maleakhi 1:2-3 acapkali disalahartikan oleh beberapa orang dengan anggapan bahwa Allah pilih kasih.
Artikel ini bertujuan untuk menjawab isu tersebut dengan pertanyaan retorik apakah benar Allah pilih kasih? Ulasan frasa tersebut akan diteliti mulai dari kisah langsungnya tentang Esau dan Yakub hingga konteks Maleakhi.
Dengan melakukan penelitian kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka, peneliti menelusuri buku-buku dan artikel jurnal dan secara spesifik menggunakan analisis konteks sejarah dan sastra untuk menjawab isu tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa genre kitab Maleakhi adalah nubuat dan konteks ucapan Maleakhi perlu dipahami dengan baik berdasarkan pesan nubuatannya sehingga frasa tersebut adalah bagian dari nubuatan terhadap Edom yang telah berbuat jahat dan melanggar perintah Tuhan bukan menyudutkan Esau secara personal.
Pemakaian kata “Yakub” dan “Esau” merupakan gaya sastra majas pars pro toto yang menyebutkan sebagian untuk menunjukkan keseluruhan objeknya.
Selain itu kata ‘benci’ dipahami dalam konteks kekejian Tuhan terhadap dosa bukan terhadap pribadi (bdk.
Mal.
2:16).
Related Results
Late-Onset Alkaptonuria in an Elderly Male: A Case Report and Literature Review
Late-Onset Alkaptonuria in an Elderly Male: A Case Report and Literature Review
Abstract
Introduction: Alkaptonuria (AKU) is a rare autosomal recessive metabolic disorder caused by homogentisate 1,2-dioxygenase deficiency, leading to homogentisic acid accumula...
Sahabe Şiirlerinde Medine’ye Hicret
Sahabe Şiirlerinde Medine’ye Hicret
Allah Resûlü (s.a.v.),
haksızlıkların ve çarpık inanç biçimlerinin hüküm sürdüğü Mekke ortamında
dünyaya gelir ve kırk yaşına bastığında Yüce Allah tarafından peygamberlikle
görevl...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
Qiro'at AL-Qur'an
Qiro'at AL-Qur'an
Sebenarnya perbedaan qiro’qt sudah muncul pada zaman rasulullah SAW, hal ini terlihat dari beberapa riwayat yang berkaitan dengan hadits al-ahruf al-sab’ah, menurut imam as-suyuti ...
FRASA BAHASA ACEH
FRASA BAHASA ACEH
The study aims to describe the structure and the constituents of phrases, to describe the types of phrases, to explain the sense relation of the phrase constituents, and to illustr...
Sultan Yakub’un Sultan Beyazıt Han’a Şeyh Haydar’ı öldürdüğünü bildirdiği mektubu ve Sultan Beyazıt Han’ın Sultan Yakub’a cevabı
Sultan Yakub’un Sultan Beyazıt Han’a Şeyh Haydar’ı öldürdüğünü bildirdiği mektubu ve Sultan Beyazıt Han’ın Sultan Yakub’a cevabı
This study consists of a letter from Sultan Yakub, found in Feridun Bey, Mecmua-yı Münşeatü’s-Selâtîn, Volume I, reporting the murder of Sheikh Haydar, and the response to this let...
Sadreddin Konevî’ye Göre “Allah” İsmi ve Sırları
Sadreddin Konevî’ye Göre “Allah” İsmi ve Sırları
Sadreddin Konevi, vahdet-i vücud düşüncesinin en önemli temsilcilerinden biridir. Konevi, sadece şeyhi İbnü’l Arabi’nin eserlerini şerhetmekle yetinmemiş, bir çok eser vermiş, kend...
Verba ‘cinta’ bahasa Indonesia dan bahasa Arab: Kajian semantik lintas bahasa
Verba ‘cinta’ bahasa Indonesia dan bahasa Arab: Kajian semantik lintas bahasa
Penelitian ini bertujuan untuk membahas kategori verba ‘cinta’ dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Metabahasa Semantik Ala...

