Javascript must be enabled to continue!
Kasih dan Keadilan Allah Berdasarkan Amos 2:6-16
View through CrossRef
Allah mengetahui semua perbuatan manusia yang dilakukan dalam seluruh kehidupan manusia. Allah sangat membenci dosa. Allah ingin menunjukkan bahwa dosa yang dilakukan oleh Israel sudah sangat banyak. Dosa membuat relasi manusia dengan Allah menjadi rusak dan dosa juga membuat relasi manusia dengan sesama rusak. Allah adalah adil, oleh sebab itu setiap manusia yang berbuat dosa harus dihukum. Allah memberikan hukuman kepada Israel tidak dapat ditarik kembali. Meskipun Allah adalah adil, Allah juga adalah Allah yang kasih. Allah adalah Allah yang sangat mengasihi manusia sehingga Allah selalu memperingatkan manusia ketika manusia melakukan perbuatan dosa. Bangsa Israel sudah berbuat dosa berulang-ulang sehingga membuat Tuhan tidak pernah melupakan dosa mereka dan akhirnya Tuhan akan menghukum Israel. Perbuatan jahat Israel telah diamat-amati Tuhan, dan Tuhan sudah menunggu-nunggu perubahan sikap mereka. Hal ini dapat diartikan bahwa dosa yang dilakukan oleh Israel sebenarnya lama selalu diamat-amati oleh Allah dan sebenarnya Allah sudah lama menunggu bangsa Israel bertobat. Tetapi justru semakin berbuat dosa. Sehingga Allah membuat keputusan dengan mengatakan “Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku”.
Penulisan artikel ini penulis menggunakan Metode penelitian literatur atau kajian kepustakaan (Library Research) dengan pemaparan deskriptif pendekatan kualitatif dengan cara melakukan penafsiran (Hermeneutik), eksegese (menggali Alkitab) dan Eksposisi (memaparkan maksud dan tujuan teks).
Hasil dari penelitian tentang Kasih dan Keadilan Allah Berdasarkan Amos 2:6-16 dapat diartikan bahwa hukuman yang sudah diputuskan atau ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat di ubah-ubah lagi. Tuhan telah mengambil keputusan dan itu tidak dapat ditarik lagi. Pada akhirnya Tuhan menghukum Israel. Allah sangat mengasihi Israel, tetapi Israel tidak peka terhadap suara Allah dan teguran Allah. Oleh karena itu Tuhan menghukum Israel. Setiap manusia seharusnya peka terhadap suara Allah yang memperingatkan manusia dan manusia harus mengambil keputusan untuk bertobat. Jika manusia bertobat maka Allah yang kasih akan menyelamatkan manusia. Manusia juga harus sadar bahwa Allah tidak hanya memiliki sifat kasih saja, tetapi manusia harus sadar bahwa Allah juga Adil, sehingga manusia yang melakukan perbuatan dosa dan tidak mau mendengarkan terguran-Nya, maka akan mendapatkan hukuman dari Allah yang tidak dapat diubah kembali. Oleh sebab itu manusia harus taat kepada ketetapan Allah dan percaya sungguh-sungguh kepada-Nya supaya tidak mendapatkan hukuman. Setiap orang percaya harus menjaga perbuatannya terhadap sesama. Orang percaya harus bersikap adil terhadap sesama. Hal ini didasarkan kasih terhadap sesama manusia. Kasih dan keadilan Allah yang telah diterima oleh orang percaya harus diwujudnyatakan terhadap sesama.
Title: Kasih dan Keadilan Allah Berdasarkan Amos 2:6-16
Description:
Allah mengetahui semua perbuatan manusia yang dilakukan dalam seluruh kehidupan manusia.
Allah sangat membenci dosa.
Allah ingin menunjukkan bahwa dosa yang dilakukan oleh Israel sudah sangat banyak.
Dosa membuat relasi manusia dengan Allah menjadi rusak dan dosa juga membuat relasi manusia dengan sesama rusak.
Allah adalah adil, oleh sebab itu setiap manusia yang berbuat dosa harus dihukum.
Allah memberikan hukuman kepada Israel tidak dapat ditarik kembali.
Meskipun Allah adalah adil, Allah juga adalah Allah yang kasih.
Allah adalah Allah yang sangat mengasihi manusia sehingga Allah selalu memperingatkan manusia ketika manusia melakukan perbuatan dosa.
Bangsa Israel sudah berbuat dosa berulang-ulang sehingga membuat Tuhan tidak pernah melupakan dosa mereka dan akhirnya Tuhan akan menghukum Israel.
Perbuatan jahat Israel telah diamat-amati Tuhan, dan Tuhan sudah menunggu-nunggu perubahan sikap mereka.
Hal ini dapat diartikan bahwa dosa yang dilakukan oleh Israel sebenarnya lama selalu diamat-amati oleh Allah dan sebenarnya Allah sudah lama menunggu bangsa Israel bertobat.
Tetapi justru semakin berbuat dosa.
Sehingga Allah membuat keputusan dengan mengatakan “Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku”.
Penulisan artikel ini penulis menggunakan Metode penelitian literatur atau kajian kepustakaan (Library Research) dengan pemaparan deskriptif pendekatan kualitatif dengan cara melakukan penafsiran (Hermeneutik), eksegese (menggali Alkitab) dan Eksposisi (memaparkan maksud dan tujuan teks).
Hasil dari penelitian tentang Kasih dan Keadilan Allah Berdasarkan Amos 2:6-16 dapat diartikan bahwa hukuman yang sudah diputuskan atau ditetapkan oleh Tuhan tidak dapat di ubah-ubah lagi.
Tuhan telah mengambil keputusan dan itu tidak dapat ditarik lagi.
Pada akhirnya Tuhan menghukum Israel.
Allah sangat mengasihi Israel, tetapi Israel tidak peka terhadap suara Allah dan teguran Allah.
Oleh karena itu Tuhan menghukum Israel.
Setiap manusia seharusnya peka terhadap suara Allah yang memperingatkan manusia dan manusia harus mengambil keputusan untuk bertobat.
Jika manusia bertobat maka Allah yang kasih akan menyelamatkan manusia.
Manusia juga harus sadar bahwa Allah tidak hanya memiliki sifat kasih saja, tetapi manusia harus sadar bahwa Allah juga Adil, sehingga manusia yang melakukan perbuatan dosa dan tidak mau mendengarkan terguran-Nya, maka akan mendapatkan hukuman dari Allah yang tidak dapat diubah kembali.
Oleh sebab itu manusia harus taat kepada ketetapan Allah dan percaya sungguh-sungguh kepada-Nya supaya tidak mendapatkan hukuman.
Setiap orang percaya harus menjaga perbuatannya terhadap sesama.
Orang percaya harus bersikap adil terhadap sesama.
Hal ini didasarkan kasih terhadap sesama manusia.
Kasih dan keadilan Allah yang telah diterima oleh orang percaya harus diwujudnyatakan terhadap sesama.
Related Results
Sahabe Şiirlerinde Medine’ye Hicret
Sahabe Şiirlerinde Medine’ye Hicret
Allah Resûlü (s.a.v.),
haksızlıkların ve çarpık inanç biçimlerinin hüküm sürdüğü Mekke ortamında
dünyaya gelir ve kırk yaşına bastığında Yüce Allah tarafından peygamberlikle
görevl...
Memaknai Ajaran Alkitab Tentang Keadilan Allah Dari Sudut Pandang Teologi Pentakosta
Memaknai Ajaran Alkitab Tentang Keadilan Allah Dari Sudut Pandang Teologi Pentakosta
Human social identity requires him to continue to be connected with other humans in a harmonious social relationship. The Bible also places justice as a vital part of human social ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Sadreddin Konevî’ye Göre “Allah” İsmi ve Sırları
Sadreddin Konevî’ye Göre “Allah” İsmi ve Sırları
Sadreddin Konevi, vahdet-i vücud düşüncesinin en önemli temsilcilerinden biridir. Konevi, sadece şeyhi İbnü’l Arabi’nin eserlerini şerhetmekle yetinmemiş, bir çok eser vermiş, kend...
Membangun Hukum Yang Adil Dalam Bingkai Moralitas Pancasila
Membangun Hukum Yang Adil Dalam Bingkai Moralitas Pancasila
Abstract
Pancasila is used in lawmaking or becomes a big step in making laws and regulations in accordance with the spirit of the Indonesian state which is humane, just, civilized...
Kur'an'da Sınırlayıcı Bir Kayıt İfadesi: Allah’ın İzni
Kur'an'da Sınırlayıcı Bir Kayıt İfadesi: Allah’ın İzni
Kur’an, insanların Allah’la, diğer insanlarla ve toplumla ilişkilerini düzenleyen; onların dünya ve ahiret hayatında mutluluğa erişme yollarını onlara sunan pek çok konuya temas et...
Hal Hal Mengasihi Sesama dan Musuh
Hal Hal Mengasihi Sesama dan Musuh
This article discusses the concept of love within the context of Christian teachings, specifically in the relationships among people living in pluralistic societies. "Agape," the G...

