Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERSPEKTIF AGAMA BUDDHA TERHADAP BERBAGAI MACAM UPACARA TRADISI MASYARAKAT TIONGHOA

View through CrossRef
Abstrak Berbagai macam cara yang dilakukan oleh masyarakat Buddha keturunan Tionghoa dalam mempraktikkan upacara yang merupakan tradisi leluhur yang masih dilakukan dan dipegang teguh. Tujuan penelitian adalah untuk meluruskan pandangan agama Buddha terhadap pelaksanaan upacara tradisi Tionghoa, serta menjelaskan persamaan dan perbedaan keduanya. Berdasarkan data yang diperoleh, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi pustaka (library research). Menurut bidang yang diteliti penelitian yang dilakukan termasuk di dalam jenis penelitian kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah  peneliti sendiri. peneliti langsung berlaku sebagai alat penelitian utama (key instrument) yang mana melakukan proses penelitian secara langsung dan aktif mengumpulkan berbagai materi atau bahan yang berkaitan dengan agama Buddha dan tradisi Tionghoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi Budaya Tionghoa sangat beragam, komplek dan mempunyai nilai religius yang tinggi; (2) Tradisi Budaya Agama Buddha adalah tradisi religius, semua bentuk budaya di dalamnya mengarah pada pencapaian kesucian; (3) Tradisi Budaya Tionghoa lebih ekploratif dalam nilai-nilai sosial dan perjuangan, sementara tradisi budaya Buddhis bersifat universal; (4) Kedua Tradisi dapat saling mengisi untuk menghasilkan kehidupan beragama yang harmonis; (5) Praktik Tradisi budaya Buddhis tidak hanya membuahkan kehidupan bahagia di surga tetapi juga dapat merealisasi tujuan akhir dari kehidupan yaitu nibbana.
Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri-Jawa Tengah
Title: PERSPEKTIF AGAMA BUDDHA TERHADAP BERBAGAI MACAM UPACARA TRADISI MASYARAKAT TIONGHOA
Description:
Abstrak Berbagai macam cara yang dilakukan oleh masyarakat Buddha keturunan Tionghoa dalam mempraktikkan upacara yang merupakan tradisi leluhur yang masih dilakukan dan dipegang teguh.
Tujuan penelitian adalah untuk meluruskan pandangan agama Buddha terhadap pelaksanaan upacara tradisi Tionghoa, serta menjelaskan persamaan dan perbedaan keduanya.
 Berdasarkan data yang diperoleh, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi pustaka (library research).
Menurut bidang yang diteliti penelitian yang dilakukan termasuk di dalam jenis penelitian kualitatif.
Subyek dalam penelitian ini adalah  peneliti sendiri.
 peneliti langsung berlaku sebagai alat penelitian utama (key instrument) yang mana melakukan proses penelitian secara langsung dan aktif mengumpulkan berbagai materi atau bahan yang berkaitan dengan agama Buddha dan tradisi Tionghoa.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi Budaya Tionghoa sangat beragam, komplek dan mempunyai nilai religius yang tinggi; (2) Tradisi Budaya Agama Buddha adalah tradisi religius, semua bentuk budaya di dalamnya mengarah pada pencapaian kesucian; (3) Tradisi Budaya Tionghoa lebih ekploratif dalam nilai-nilai sosial dan perjuangan, sementara tradisi budaya Buddhis bersifat universal; (4) Kedua Tradisi dapat saling mengisi untuk menghasilkan kehidupan beragama yang harmonis; (5) Praktik Tradisi budaya Buddhis tidak hanya membuahkan kehidupan bahagia di surga tetapi juga dapat merealisasi tujuan akhir dari kehidupan yaitu nibbana.

Related Results

DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
TRADISI MEMUTRU PADA UPACARA NGABEN DI DESA DARMASABA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
TRADISI MEMUTRU PADA UPACARA NGABEN DI DESA DARMASABA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
       Tradisi memutru adalah salah satu tradisi yang ada di Desa Adat Darmasaba yang dilaksanakan pada upacara ngaben. Adapun masalah yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimanak...
ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA: TINJAUAN TERHADAP IDENTITAS, KARAKTER BUDAYA DAN EKSISTENSINYA
ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA: TINJAUAN TERHADAP IDENTITAS, KARAKTER BUDAYA DAN EKSISTENSINYA
Budaya merupakan sebuah proses perkembangan pola pikir yang terjadi secara bertahap  dalam waktu yang lama. Proses ini terjadi selama manusia ada dan terus  berkembang  sesuai den...
PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR DALAM RITUAL DI KELENTENG BAN ENG BIO ADIWERNA
PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR DALAM RITUAL DI KELENTENG BAN ENG BIO ADIWERNA
Keberadaan Kelenteng Ban Eng Bio yang terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk Tionghoa dan non Tionghoa yang berbeda agama banyak membawa pengaruh. Salah satunya adalah dalam ...
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
Musik merupakan salah satu aspek penting yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan dan budaya oleh masyarakat seperti upacara kelahiran, pernikahan, kematian dan upacara inis...
Tanggapan Terhadap Stereotip “Tionghoa Punya Toko”
Tanggapan Terhadap Stereotip “Tionghoa Punya Toko”
Eksistensi etnis Tionghoa di Indonesia sejak awal sudah dari berabad-abad yang lalu. Dalam menjalankan kehidupan di Indonesia, etnis Tionghoa khususnya di Indonesia bekerja dalam b...
Upacara Tabut di Pesisir Barat Sumatera
Upacara Tabut di Pesisir Barat Sumatera
Upacara tabut sangat layak untuk dikaji dalam konteks kajian budaya dan masyarakat pendukungnya. Hal ini disebabkan bahwa upacara tabut sebagai identitas budaya, perekat nilai buda...

Back to Top