Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Optimasi Kinerja Panel Surya Menggunakan Sistem Pendingin Pasif Berbasis Alumunium Fin

View through CrossRef
Panel surya merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang banyak dikembangkan di Indonesia. Namun, salah satu kendala utama dalam implementasinya adalah penurunan efisiensi akibat peningkatan suhu permukaan panel saat terpapar sinar matahari secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas sistem pendingin pasif berbasis alumunium fin dalam mengoptimalkan kinerja panel surya. Metode eksperimen digunakan dengan membandingkan dua unit panel surya: satu unit menggunakan sistem pendingin pasif dengan fin alumunium dan satu unit lainnya tanpa sistem pendingin. Parameter yang diamati meliputi suhu permukaan panel, tegangan output, arus, dan efisiensi daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alumunium fin mampu menurunkan suhu rata-rata permukaan panel sebesar 8–10°C dibanding panel tanpa pendingin. Penurunan suhu ini berdampak positif terhadap peningkatan efisiensi panel surya sebesar 12,5%. Alumunium dipilih sebagai material utama karena konduktivitas termalnya yang tinggi serta ringan dan ekonomis. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan pemanfaatan panel surya di wilayah tropis seperti Indonesia dapat menjadi lebih optimal tanpa tambahan konsumsi energi. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan sistem pendingin pasif sebagai solusi efektif dan berbiaya rendah dalam pengembangan sistem energi surya skala kecil hingga menengah.
Universitas Maritim AMNI Semarang
Title: Optimasi Kinerja Panel Surya Menggunakan Sistem Pendingin Pasif Berbasis Alumunium Fin
Description:
Panel surya merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang banyak dikembangkan di Indonesia.
Namun, salah satu kendala utama dalam implementasinya adalah penurunan efisiensi akibat peningkatan suhu permukaan panel saat terpapar sinar matahari secara intensif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas sistem pendingin pasif berbasis alumunium fin dalam mengoptimalkan kinerja panel surya.
Metode eksperimen digunakan dengan membandingkan dua unit panel surya: satu unit menggunakan sistem pendingin pasif dengan fin alumunium dan satu unit lainnya tanpa sistem pendingin.
Parameter yang diamati meliputi suhu permukaan panel, tegangan output, arus, dan efisiensi daya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alumunium fin mampu menurunkan suhu rata-rata permukaan panel sebesar 8–10°C dibanding panel tanpa pendingin.
Penurunan suhu ini berdampak positif terhadap peningkatan efisiensi panel surya sebesar 12,5%.
Alumunium dipilih sebagai material utama karena konduktivitas termalnya yang tinggi serta ringan dan ekonomis.
Dengan penerapan sistem ini, diharapkan pemanfaatan panel surya di wilayah tropis seperti Indonesia dapat menjadi lebih optimal tanpa tambahan konsumsi energi.
Penelitian ini merekomendasikan penggunaan sistem pendingin pasif sebagai solusi efektif dan berbiaya rendah dalam pengembangan sistem energi surya skala kecil hingga menengah.

Related Results

Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin. Sistem pendingin RSG-GAS terdiri dari sistem pendingin primer dan sekunder. Sistem pendingin prim...
Optimalisasi Daya Panel Surya Menggunakan Sistem Pendingin Berbasis Air Otomatis
Optimalisasi Daya Panel Surya Menggunakan Sistem Pendingin Berbasis Air Otomatis
Panel surya akan menghasilkan energi listrik sesuai besar intensitas cahaya yang diterimanya dari pancaran cahaya matahari. Panel surya bekerja secara optimal pada standar suhu nor...
IMPLEMENTASI SISTEM PENDINGIN PADA PERMUKAAN BAWAH PANEL SURYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KELUARAN DAYA LISTRIK
IMPLEMENTASI SISTEM PENDINGIN PADA PERMUKAAN BAWAH PANEL SURYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KELUARAN DAYA LISTRIK
Indonesia merupakan negara beriklim tropis sehingga memiliki intensitas cahaya matahari cukup tinggi. Intensitas cahaya matahari yang tinggi memungkinkan pemasangan panel surya dap...
PENERAPAN E-KINERJA DI DINAS PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA
PENERAPAN E-KINERJA DI DINAS PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA
<p>Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem Elektronik-Kinerja (e-kinerja) di Dinas Perdagangan kota Surakarta serta untuk mengetahui kendala dan solusi dari...
PENGUJIAN SISTEM PENDINGIN PANEL SURYA BERBENTUK TUBULAR COOLER DENGAN SOLAR SIMULATOR UNTUK MENGUJI DAYA KELUARAN PANEL SURYA
PENGUJIAN SISTEM PENDINGIN PANEL SURYA BERBENTUK TUBULAR COOLER DENGAN SOLAR SIMULATOR UNTUK MENGUJI DAYA KELUARAN PANEL SURYA
Abstrak Energi listrik menjadi kebutuhan utama untuk menjalankan segala unit kegiatan bisnis termasuk layanan bandara pesawat terbang. Meningkatnya kebutuhan listrik pada ber...
PENGARUH VARIASI KUAT ARUS LISTRIK DAN WAKTU PROSES ANODIZING PADA ALUMUNIUM TERHADAP LAJU KOROSI DALAM MEDIA LARUTAN GARAM
PENGARUH VARIASI KUAT ARUS LISTRIK DAN WAKTU PROSES ANODIZING PADA ALUMUNIUM TERHADAP LAJU KOROSI DALAM MEDIA LARUTAN GARAM
Alumunium merupakan material yang digunakan secara luas di industri karena keunggulan karakteristik yang dimilikinya dibandingkan material lain, hal ini karena...
PENGEMBANGAN PERANGKAT KENDALI JARAK JAUH SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR KARTINI
PENGEMBANGAN PERANGKAT KENDALI JARAK JAUH SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR KARTINI
PENGEMBANGAN PERANGKAT KENDALI JARAK JAUH SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR KARTINI.Telah dibuat perangkat kendali jarak jauh sistem pendingin primer Reaktor Kartini. Perangkat ini d...

Back to Top