Javascript must be enabled to continue!
IMPLEMENTASI SISTEM PENDINGIN PADA PERMUKAAN BAWAH PANEL SURYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KELUARAN DAYA LISTRIK
View through CrossRef
Indonesia merupakan negara beriklim tropis sehingga memiliki intensitas cahaya matahari cukup tinggi. Intensitas cahaya matahari yang tinggi memungkinkan pemasangan panel surya dapat maksimal. Panel surya adalah komponen elektronik yang berfungsi merubah energi matahari menjadi energi listrik melalui gejala fotovoltaik. Dimana, panel surya memiliki NOCT(Nominal Operating Cell Temperature) sebesar 45°C. Panel surya bekerja dengan baik saat tidak melewati batas NOCT. Penelitian yang dilakukan pada panel surya menggunakan aliran air dialirkan melalui kisi kisi radiator, panel surya ber pendingin rata rata pada suhu 40,5 °C sedangkan panel surya tanpa pendingin rata rata mencapai 50,5°C. Peningkatan daya keluaran, dapat dicapai dengan panel surya berpendingin 2,21 % dan tanpa pendingin 2,68 %. Untuk persentase kenaikan tegangan Open Circuit pada panel surya berpendingin 2,45 % dan tanpa pendingin 1,47 %. Penurunan suhu yang dapat dicapai panel surya berpendingin mencapai 24,9 %, sedangkan tanpa pendinginan hanya 14,29 %.
Institut Sains and Teknologi AKPRIND Yogyakarta
Title: IMPLEMENTASI SISTEM PENDINGIN PADA PERMUKAAN BAWAH PANEL SURYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KELUARAN DAYA LISTRIK
Description:
Indonesia merupakan negara beriklim tropis sehingga memiliki intensitas cahaya matahari cukup tinggi.
Intensitas cahaya matahari yang tinggi memungkinkan pemasangan panel surya dapat maksimal.
Panel surya adalah komponen elektronik yang berfungsi merubah energi matahari menjadi energi listrik melalui gejala fotovoltaik.
Dimana, panel surya memiliki NOCT(Nominal Operating Cell Temperature) sebesar 45°C.
Panel surya bekerja dengan baik saat tidak melewati batas NOCT.
Penelitian yang dilakukan pada panel surya menggunakan aliran air dialirkan melalui kisi kisi radiator, panel surya ber pendingin rata rata pada suhu 40,5 °C sedangkan panel surya tanpa pendingin rata rata mencapai 50,5°C.
Peningkatan daya keluaran, dapat dicapai dengan panel surya berpendingin 2,21 % dan tanpa pendingin 2,68 %.
Untuk persentase kenaikan tegangan Open Circuit pada panel surya berpendingin 2,45 % dan tanpa pendingin 1,47 %.
Penurunan suhu yang dapat dicapai panel surya berpendingin mencapai 24,9 %, sedangkan tanpa pendinginan hanya 14,29 %.
.
Related Results
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin. Sistem pendingin RSG-GAS terdiri dari sistem pendingin primer dan sekunder. Sistem pendingin prim...
Optimalisasi Daya Panel Surya Menggunakan Sistem Pendingin Berbasis Air Otomatis
Optimalisasi Daya Panel Surya Menggunakan Sistem Pendingin Berbasis Air Otomatis
Panel surya akan menghasilkan energi listrik sesuai besar intensitas cahaya yang diterimanya dari pancaran cahaya matahari. Panel surya bekerja secara optimal pada standar suhu nor...
Peningkatan Daya Keluaran Panel Surya Menggunakan Single Axis Tracker Pada Daerah Khatulistiwa
Peningkatan Daya Keluaran Panel Surya Menggunakan Single Axis Tracker Pada Daerah Khatulistiwa
Artikel ini memaparkan tentang peningkatan daya keluaran panel surya menggunakan single axis tracker pada daerah khatulistiwa. Sistem tracker ini diuji menggunakan panel surya deng...
PENGARUH PENGGUNAAN LENSA DIVERGEN SERTA KONVERGEN TERHADAP DAYA KELUARAN PANEL SURYA
PENGARUH PENGGUNAAN LENSA DIVERGEN SERTA KONVERGEN TERHADAP DAYA KELUARAN PANEL SURYA
ABSTRACT
The purpose of this research is to increase the power output of the solar panels and to know the effect on the solar panel after adding a converging lens and a dive...
Optimasi Kinerja Panel Surya Menggunakan Sistem Pendingin Pasif Berbasis Alumunium Fin
Optimasi Kinerja Panel Surya Menggunakan Sistem Pendingin Pasif Berbasis Alumunium Fin
Panel surya merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang banyak dikembangkan di Indonesia. Namun, salah satu kendala utama dalam implementasinya adalah penurunan efisiensi ak...
Perancangan Sistem Smart Garage Berbasis IoT dengan Catu Daya Panel Surya dan Estimasi Efisiensi Energi
Perancangan Sistem Smart Garage Berbasis IoT dengan Catu Daya Panel Surya dan Estimasi Efisiensi Energi
Penggunaan sistem otomasi pada rumah tangga semakin berkembang seiring kemajuan teknologi Internet of Things (IoT), salah satunya adalah sistem smart garage yang mampu mengendalika...
PENGUJIAN SISTEM PENDINGIN PANEL SURYA BERBENTUK TUBULAR COOLER DENGAN SOLAR SIMULATOR UNTUK MENGUJI DAYA KELUARAN PANEL SURYA
PENGUJIAN SISTEM PENDINGIN PANEL SURYA BERBENTUK TUBULAR COOLER DENGAN SOLAR SIMULATOR UNTUK MENGUJI DAYA KELUARAN PANEL SURYA
Abstrak
Energi listrik menjadi kebutuhan utama untuk menjalankan segala unit kegiatan bisnis termasuk layanan bandara pesawat terbang. Meningkatnya kebutuhan listrik pada ber...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

