Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Persepsi Masyarakat Minangkabau terhadap Perayaan Cap Go Meh sebagai Akulturasi Budaya di Kota Padang

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat Minang terhadap perayaan Cap Go Meh sebagai akulturasi budaya di Kota Padang. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena di Kota Padang, perayaan Cap Go Meh tidak hanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat Minang, menciptakan akulturasi budaya yang unik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati dinamika perayaan Cap Go Meh. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan purposive sampling. Jumlah infoman penelitian ini berjumlah 8 orang dengan kriteria informan penelitian meliputi pengurus divisi budaya Klenteng See Hien kiong, nelayan, dan masyarakat setempat. Studi dokumentasi dilakukan untuk memotret fenomena yang berkaitan dengan perayaan Cap Go Meh sebagai salah satu bentuk akulturasi budaya di Kota Padang. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan meunjukkan bahwa konsep Cap Go Meh dalam Akulturasi di Kota Padang; Partisipasi dan Peran Masyarakat Minang dalam perayaan Cap Go Meh; Persepsi dan Aspirasi Masyarakat Terhadap Unsur-Unsur Budaya yang Saling Berbaur; Manfaat dan Promosi Budaya yang Dirasakan Warga Kampung Pondok.
Title: Persepsi Masyarakat Minangkabau terhadap Perayaan Cap Go Meh sebagai Akulturasi Budaya di Kota Padang
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat Minang terhadap perayaan Cap Go Meh sebagai akulturasi budaya di Kota Padang.
Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena di Kota Padang, perayaan Cap Go Meh tidak hanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat Minang, menciptakan akulturasi budaya yang unik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus.
Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
Observasi dilakukan untuk mengamati dinamika perayaan Cap Go Meh.
Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan purposive sampling.
Jumlah infoman penelitian ini berjumlah 8 orang dengan kriteria informan penelitian meliputi pengurus divisi budaya Klenteng See Hien kiong, nelayan, dan masyarakat setempat.
Studi dokumentasi dilakukan untuk memotret fenomena yang berkaitan dengan perayaan Cap Go Meh sebagai salah satu bentuk akulturasi budaya di Kota Padang.
Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil temuan meunjukkan bahwa konsep Cap Go Meh dalam Akulturasi di Kota Padang; Partisipasi dan Peran Masyarakat Minang dalam perayaan Cap Go Meh; Persepsi dan Aspirasi Masyarakat Terhadap Unsur-Unsur Budaya yang Saling Berbaur; Manfaat dan Promosi Budaya yang Dirasakan Warga Kampung Pondok.

Related Results

Festival Cap Go Meh Menjadi Pariwisata Budaya Yang Berkelanjutan Di Surya Kencana Bogor
Festival Cap Go Meh Menjadi Pariwisata Budaya Yang Berkelanjutan Di Surya Kencana Bogor
The Cap Go Meh Festival is a Chinese ethnic celebration at the beginning of the year which comes from the word "Cap Go" which means "fifteenth" and "Meh" means "night", so Cap Go M...
POTENTIAL ATTRACTIVENESS OF SINGKAWANG CAP GO MEH FESTIVAL
POTENTIAL ATTRACTIVENESS OF SINGKAWANG CAP GO MEH FESTIVAL
The Cap Go Meh Festival is an ethnic Chinese tradition derived from the words Cap Go meaning fifteen and Meh meaning night, so Cap Go Meh is the fifteenth night. Cap Go Meh is cele...
BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
Minangkabau language is an oral language that began to form a written variety after the incoming of Islam, using the Jawi (Perso-Arabic) scripts. This scripts is widely known in Mi...
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
[Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: The Great Muslih From Minangkabau] Zainuddin Labay Al-Yunusiyyah: Muslih Hebat Dari Minangkabau
Abstract Zainuddin Labay al-Yunusiyyah was one of the Islah Minangkabau scholar that play a huge role in the Islah Islamic thought and Islamic education reformation. Even tho...
Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau 2013-2020
Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau 2013-2020
Abstract   This article is a historical study of the Perkampungan Minangkabau Islamic Boarding School 2013-2020. The study, in particular, aims at describing the develo...
PERBANDINGAN AOMORI NEBUTA MATSURI DENGAN PERAYAAN OGOH-OGOH DI BALI
PERBANDINGAN AOMORI NEBUTA MATSURI DENGAN PERAYAAN OGOH-OGOH DI BALI
Abstrak: Setiap Negara memiliki bermacam-macam kebudayaan, diantaranya Jepang dan Indonesia.  Di Jepang memiliki perayaan yang bernama Aomori Nebuta Matsuri, dan perayaan tersebut ...

Back to Top