Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Potensi Industri Pangan dalam Pengembangan Pariwisata Bromo: Persepsi Penduduk Desa Wonokitri

View through CrossRef
Pembangunan pariwisata di kawasan Bromo berpotensi merusak budaya Tengger akibat masuknya budaya asing yang dibawa wisatawan, seperti tergilasnya pangan warisan budaya Tengger oleh jenis makanan yang lebih populer dikenal wisatawan. Peran industri pangan penting untuk mendukung citra pangan warisan budaya Tengger, antara lain meningkatkan kapasitas produksi, sanitasi, keamanan, standar kualitas, umur simpan, dan penanganan limbah makanan. Permasalahan yang dihadapi adalah kesiapan sumber daya manusia hingga teknologi masyarakat Tengger serta seberapa jauh kesediaan masyarakat Tengger dalam menyerap perkembangan zaman tanpa mengubah adat budaya tradisional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Tengger yang tinggal di Desa Wonokitri, Pasuruan, terhadap potensi pengembangan industri pangan di sana. Metode penelitian yang dipilih adalah penelitian kuantitatif secara sampling kuota terhadap 400 orang penduduk Desa Wonokitri di Pasuruan dengan menggunakan kuesioner. Ditemukan bahwa meskipun mayoritas responden berpendapat bahwa industri pangan sangat mungkin untuk didirikan di Wonokitri, kurangnya minat penduduk dan kurangnya keterampilan menjadi penghambat yang paling utama. Selain itu, kurang dari separuh responden terjangkau penyuluhan dan kurang dari seperempatnya terjangkau bantuan modal pemerintah. Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata Bromo yang berkelanjutan, baik untuk konservasi alam maupun konservasi budaya Tengger.
Title: Potensi Industri Pangan dalam Pengembangan Pariwisata Bromo: Persepsi Penduduk Desa Wonokitri
Description:
Pembangunan pariwisata di kawasan Bromo berpotensi merusak budaya Tengger akibat masuknya budaya asing yang dibawa wisatawan, seperti tergilasnya pangan warisan budaya Tengger oleh jenis makanan yang lebih populer dikenal wisatawan.
Peran industri pangan penting untuk mendukung citra pangan warisan budaya Tengger, antara lain meningkatkan kapasitas produksi, sanitasi, keamanan, standar kualitas, umur simpan, dan penanganan limbah makanan.
Permasalahan yang dihadapi adalah kesiapan sumber daya manusia hingga teknologi masyarakat Tengger serta seberapa jauh kesediaan masyarakat Tengger dalam menyerap perkembangan zaman tanpa mengubah adat budaya tradisional mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Tengger yang tinggal di Desa Wonokitri, Pasuruan, terhadap potensi pengembangan industri pangan di sana.
Metode penelitian yang dipilih adalah penelitian kuantitatif secara sampling kuota terhadap 400 orang penduduk Desa Wonokitri di Pasuruan dengan menggunakan kuesioner.
Ditemukan bahwa meskipun mayoritas responden berpendapat bahwa industri pangan sangat mungkin untuk didirikan di Wonokitri, kurangnya minat penduduk dan kurangnya keterampilan menjadi penghambat yang paling utama.
Selain itu, kurang dari separuh responden terjangkau penyuluhan dan kurang dari seperempatnya terjangkau bantuan modal pemerintah.
Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata Bromo yang berkelanjutan, baik untuk konservasi alam maupun konservasi budaya Tengger.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
I. Pendahuluan 1. Stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan aspek penting untuk mencapai ketahanan pangan. Salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan ...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wi...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
KEBIJAKAN SISTEM KETAHANAN PANGAN DAERAH
KEBIJAKAN SISTEM KETAHANAN PANGAN DAERAH
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan. Kedaulatan pangan diartikan sebagai hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas p...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...

Back to Top