Javascript must be enabled to continue!
KONSEP DIRI WARIA (FENOMENA WARIA DI AKADEMI PARIWISATA MAKASSAR)
View through CrossRef
ABSTRACTThis study aims to describe the self-concept of the transgender and the process of forming the self-concept of the transgender. The data analysis of the research results was carried out qualitatively. The approach used is a phenomenological approach, where the subjects studied are transgender women who study at the Makassar Tourism Academy. The results of the study prove that Subject 1 (NN) and subject 2 (OP) have a negative self-concept because they are unable to position themselves as a whole, being male or female. After all, they can play two genders at once, confusing gender, while 3 (ED) has a positive self-concept because the subject is positive about him.Keywords : self-concept, transgender ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan konsep diri kaum waria dan proses pembentukan konsep diri kaum waria. Analisis data hasil penelitian dilakukan secara kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi, dimana subjek yang diteliti adalah waria yang kuliah di Akademi Pariwisata Makassar. Hasil penelitian membuktikan bahwa Subjek 1 (NN) dan subjek 2 (OP) memiliki konsep diri yang cenderung negatif dikarenakan belum mampu memposisikan diri seutuhnya menjadi laki-laki atau perempuan karena mampu memerankan dua jenis kelamin sekaligus dalam kehidupannya sehingga mengalami kebingungan identitas jenis kelamin, sementara subjek 3 (ED) memiliki konsep diri yang cenderung positif dikarenakan penilaian positif terhadap dirinya.
Title: KONSEP DIRI WARIA (FENOMENA WARIA DI AKADEMI PARIWISATA MAKASSAR)
Description:
ABSTRACTThis study aims to describe the self-concept of the transgender and the process of forming the self-concept of the transgender.
The data analysis of the research results was carried out qualitatively.
The approach used is a phenomenological approach, where the subjects studied are transgender women who study at the Makassar Tourism Academy.
The results of the study prove that Subject 1 (NN) and subject 2 (OP) have a negative self-concept because they are unable to position themselves as a whole, being male or female.
After all, they can play two genders at once, confusing gender, while 3 (ED) has a positive self-concept because the subject is positive about him.
Keywords : self-concept, transgender ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan konsep diri kaum waria dan proses pembentukan konsep diri kaum waria.
Analisis data hasil penelitian dilakukan secara kualitatif.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi, dimana subjek yang diteliti adalah waria yang kuliah di Akademi Pariwisata Makassar.
Hasil penelitian membuktikan bahwa Subjek 1 (NN) dan subjek 2 (OP) memiliki konsep diri yang cenderung negatif dikarenakan belum mampu memposisikan diri seutuhnya menjadi laki-laki atau perempuan karena mampu memerankan dua jenis kelamin sekaligus dalam kehidupannya sehingga mengalami kebingungan identitas jenis kelamin, sementara subjek 3 (ED) memiliki konsep diri yang cenderung positif dikarenakan penilaian positif terhadap dirinya.
Related Results
Diskriminasi Terhadap Kelompok Waria di Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta
Diskriminasi Terhadap Kelompok Waria di Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta
Pondok Pesantren Waria Al-Fatah didirikan dengan tujuan sebagai wadah untuk para santri waria dapat memperbaiki diri dan memberikan pemahaman tentang agama. Meskipun pembangunan pe...
Pengalaman Komunikasi Santri Waria di Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta
Pengalaman Komunikasi Santri Waria di Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta
Interaksi antar santri waria atau santri waria dengan lingkungannya akan memberikan pengalaman dan menciptakan bangunan makna pada setiap individu. Penelitian ini berfokus untuk me...
Persepsi Masyarakat Terhadap Kelompok Waria Pesantren
Persepsi Masyarakat Terhadap Kelompok Waria Pesantren
Tranvestites as one part of the Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) can be categorized as a muted group. They get discrimination and rejection in their activities. When they...
PENERAPAN BAURAN PEMASARAN SOSIAL LEMBAGA PENGAJIAN WARIA AL-IKHLAS SURABAYA
PENERAPAN BAURAN PEMASARAN SOSIAL LEMBAGA PENGAJIAN WARIA AL-IKHLAS SURABAYA
Studi ini ditulis berdasarkan tesis dengan judul Bauran Pemasaran Sosial Lembaga Pengajian Al-Ikhlas Pada Kaum Waria Muslim Surabaya. Lembaga pengajian waria Al-Ikhlas adalah organ...
Kontekstualitas Islam Tentang Identitas Gender Waria
Kontekstualitas Islam Tentang Identitas Gender Waria
This article aims to find out the answer of gender identity polemic of transsexual in Islamic thought. Therefore, tracking the foundation of Islamic thought in the Qur’an about tra...
RAGAM BAHASA WARIA DI KOTA BALIKPAPAN
RAGAM BAHASA WARIA DI KOTA BALIKPAPAN
Bahasa binan/waria merupakan salah satu bagian dalam bahasa slang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kosakata bahasa waria/ binan di kota Balikpapan serta menge...
Konsep Tri Hita Karana Dalam Pengaturan Penyediaan Akomodasi Pariwisata Dan Jabatan Notaris
Konsep Tri Hita Karana Dalam Pengaturan Penyediaan Akomodasi Pariwisata Dan Jabatan Notaris
Masuknya berbagai kepentingan akibat maraknya pembangunan akomodasi pariwisata rentan menimbulkan benturan-benturan kepentingan yang di beberapa tempat terbukti bereskalasi menjadi...
Komunikasi Intrapersonal dan Konsep Diri pada Mahasiswa Rantau Studi Kasus: Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita
Komunikasi Intrapersonal dan Konsep Diri pada Mahasiswa Rantau Studi Kasus: Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita
Dalam menjalani masa perkuliahan, mahasiswa rantau mengalami tantangan yang tidak mudah karena hidup di lingkungan yang baru dan bertemu dengan teman-teman yang berbeda dalam hal ...

