Javascript must be enabled to continue!
Desain Koordinasi Sistem Proteksi Untuk Microgrid Berbasis Inverter
View through CrossRef
Pada sistem microgrid berbasis inverter terdapat masalah terkait kecilnya level arus hubung singkat. Hal ini terjadi karena komponen dari inverter yaitu switch, yang biasanya IGBT atau MOSFET, memiliki batas arus tertentu yang tidak boleh terlewati untuk menjaga integritas komponen saklar elektronik. Arus gangguan dari inverter ini dapat bernilai lebih kecil dari arus pickup rele arus lebih konvensional. Hal ini berpotensi mengakibatkan gagalnya deteksi gangguan berbasis arus lebih, yang umum dipakai di tegangan rendah dan menengah. Alternatif solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan rele 51V yang memiliki arus pickup lebih rendah ketika rele membaca tegangan jatuh. Paper ini akan membahas perancangan dan evaluasi proteksi arus lebih, koordinasi proteksi, dan pengaruh penggunaan NGR terhadap koordinasi proteksi di sistem microgrid berbasis inverter. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak DIgSILENT Power Factory untuk beberapa skenario pembangkitan, impedansi gangguan, lokasi gangguan, dan jenis gangguan. Dari studi ini, disimpulkan bahwa rele 51V mampu mengatasi persoalan tidak sensitifnya rele arus lebih konvensional dan juga direkomendasikan agar NGR tidak digunakan pada sistem microgrid berbasis inverter sehingga sistem dapat dioperasikan dengan pengetanahan langsung.
Title: Desain Koordinasi Sistem Proteksi Untuk Microgrid Berbasis Inverter
Description:
Pada sistem microgrid berbasis inverter terdapat masalah terkait kecilnya level arus hubung singkat.
Hal ini terjadi karena komponen dari inverter yaitu switch, yang biasanya IGBT atau MOSFET, memiliki batas arus tertentu yang tidak boleh terlewati untuk menjaga integritas komponen saklar elektronik.
Arus gangguan dari inverter ini dapat bernilai lebih kecil dari arus pickup rele arus lebih konvensional.
Hal ini berpotensi mengakibatkan gagalnya deteksi gangguan berbasis arus lebih, yang umum dipakai di tegangan rendah dan menengah.
Alternatif solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan rele 51V yang memiliki arus pickup lebih rendah ketika rele membaca tegangan jatuh.
Paper ini akan membahas perancangan dan evaluasi proteksi arus lebih, koordinasi proteksi, dan pengaruh penggunaan NGR terhadap koordinasi proteksi di sistem microgrid berbasis inverter.
Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak DIgSILENT Power Factory untuk beberapa skenario pembangkitan, impedansi gangguan, lokasi gangguan, dan jenis gangguan.
Dari studi ini, disimpulkan bahwa rele 51V mampu mengatasi persoalan tidak sensitifnya rele arus lebih konvensional dan juga direkomendasikan agar NGR tidak digunakan pada sistem microgrid berbasis inverter sehingga sistem dapat dioperasikan dengan pengetanahan langsung.
Related Results
Pengantar Sistem Proteksi Radiasi
Pengantar Sistem Proteksi Radiasi
Selain membawa manfaat yang sangat besar, penggunaan tenaga nuklir diketahui memiliki efek yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Efek radiasi yang dihasilkan dari tenaga nuklir da...
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Riau
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Riau
Sistem proteksi kebakaran digunakan untuk mendeteksi dan memadamkan kebakaran sedini mungkin dengan menggunakan peralatan yang digerakkan secara manual dan otomatis. Laboratorium T...
SISTEM PROTEKSI TEGANGAN UNTUK SMART MICRO INVERTER PADA PLTS ON GRID SKALA KECIL
SISTEM PROTEKSI TEGANGAN UNTUK SMART MICRO INVERTER PADA PLTS ON GRID SKALA KECIL
Inverter pada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) on grid kapasitas kecil adalah smart micro inverter (SMI). SMI mensinkronkan daya yang dihasilkan oleh PLTS ke grid apabila sya...
Analisis Perbandingan Efisiensi Daya Modified Sine Inverter Dengan Pure Sine Inverter
Analisis Perbandingan Efisiensi Daya Modified Sine Inverter Dengan Pure Sine Inverter
Penyimpangan daya seperti adanya gangguan listrik dapat menyebabkan dampak yang parah pada beban yang sensitif atau penting dalam sistem kelistrikan, sehingga dibutuhkan peralatan ...
Deep CNN–LSTM-Based DSTATCOM for Power Quality Enhancement in Microgrid
Deep CNN–LSTM-Based DSTATCOM for Power Quality Enhancement in Microgrid
Power quality issues and their effective mitigation invariably play a crucial role in a microgrid system. Such power quality problems are often resolved by employing multiple power...
PERANCANGAN SISTEM RESERVASI SERVICE PERBAIKAN MOTOR DI OTISTA MOTOR MENGGUNAKAN METODE RAD
PERANCANGAN SISTEM RESERVASI SERVICE PERBAIKAN MOTOR DI OTISTA MOTOR MENGGUNAKAN METODE RAD
Sistem reservasi service perbaikan motor adalah suatu aplikasi yang memfasilitasi pengguna dalam melakukan reservasi dan mengatur jadwal perbaikan motor mereka di Otista Motor. Met...
Literasi Dasar Sistem Proteksi Petir untuk Masyarakat Desa Karangreja Purbalingga
Literasi Dasar Sistem Proteksi Petir untuk Masyarakat Desa Karangreja Purbalingga
Indonesia merupakan kawasan dengan probabilitas terjadi petir yang tinggi yaitu dengan ukuran antara 180 – 260 hari guruh (petir) per tahun. Sambaran petir merupakan fenomena pelep...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

