Javascript must be enabled to continue!
Bentuk Negasi dalam Bahasa Mandailing
View through CrossRef
AbstractNegation is a denial form in language which function to deny a statement of an interlocutor. This study aims to analyze words for negation in the Panyabungan Mandailingnese . The research used qualitative method and descriptive analysis. The data were collected from native speakers by means of interviewing, listening and note taking techniques. The Data were analyzed to find out the connotative meanings so as their negation functions were explained . The results of the study show that there are several words for negation in mandailingnese namely ‘inda’, ‘unang’, ‘nangkon’, ‘biai’, ‘anggo na’, and ‘nanggo’. There are also words for negation in Panyabungan Mandailingnese bound to auxiliary words such as a combination between ‘anggo’ and ‘na’ results in a form of negation. AbstrakPenegasian adalah bentuk pengingkaran yang sering digunakan dalam berbahasa dengan tujuan mengingkari suatu pernyataan oleh lawan bicara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kata negasi dalam bahasa Mandailing Panyabungan. Adapun metode yang dilakukan ialah metode kualitatif melalui analisis deskriptif pada data yang dikumpulkan dari narasumber atau penutur asli melalui teknik wawancara, simak, dan catat. Data diambil dan dianalisis hingga mendapatkan makna konotasi yang menjelaskan fungsi negasi tersebut. Dari analisis yang dilakukan ada banyak kalimat dalam BMP menggunakan metafora atau konotasi dalam penegasian. Keunikan yag terdapat pada negasi Mandailing dari beberapa klausa ialah kata negasi yang selalu berada pada awal kalimat, misalnya inda, anggo, nangkon, biai. Penegasian dalam BMP juga memiliki kata yang terikat dengan kata bantu seperti anggo dengan na yang apabila dihubungkan maka akan muncul bentuk negasi.
Title: Bentuk Negasi dalam Bahasa Mandailing
Description:
AbstractNegation is a denial form in language which function to deny a statement of an interlocutor.
This study aims to analyze words for negation in the Panyabungan Mandailingnese .
The research used qualitative method and descriptive analysis.
The data were collected from native speakers by means of interviewing, listening and note taking techniques.
The Data were analyzed to find out the connotative meanings so as their negation functions were explained .
The results of the study show that there are several words for negation in mandailingnese namely ‘inda’, ‘unang’, ‘nangkon’, ‘biai’, ‘anggo na’, and ‘nanggo’.
There are also words for negation in Panyabungan Mandailingnese bound to auxiliary words such as a combination between ‘anggo’ and ‘na’ results in a form of negation.
AbstrakPenegasian adalah bentuk pengingkaran yang sering digunakan dalam berbahasa dengan tujuan mengingkari suatu pernyataan oleh lawan bicara.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kata negasi dalam bahasa Mandailing Panyabungan.
Adapun metode yang dilakukan ialah metode kualitatif melalui analisis deskriptif pada data yang dikumpulkan dari narasumber atau penutur asli melalui teknik wawancara, simak, dan catat.
Data diambil dan dianalisis hingga mendapatkan makna konotasi yang menjelaskan fungsi negasi tersebut.
Dari analisis yang dilakukan ada banyak kalimat dalam BMP menggunakan metafora atau konotasi dalam penegasian.
Keunikan yag terdapat pada negasi Mandailing dari beberapa klausa ialah kata negasi yang selalu berada pada awal kalimat, misalnya inda, anggo, nangkon, biai.
Penegasian dalam BMP juga memiliki kata yang terikat dengan kata bantu seperti anggo dengan na yang apabila dihubungkan maka akan muncul bentuk negasi.
Related Results
MANDAILING LANGUAGE MAINTENANCE IN KELURAHAN SUDIREJO II MEDAN
MANDAILING LANGUAGE MAINTENANCE IN KELURAHAN SUDIREJO II MEDAN
This study deals with Language Maintenance in Kelurahan Sudirejo II Medan. The objectives of the study are (1) to describe out the factors affecting Mandailing Languagein Kelurahan...
Struktur Negasi Bahasa Rejang Musi di Kabupaten Rejang Lebong
Struktur Negasi Bahasa Rejang Musi di Kabupaten Rejang Lebong
Abstrak: Bahasa Rejang Musi merupakan salah satu dialek bahasa Rejang yang termasuk dalam rumpun Austronesia yang memiliki sistem negasi yang relatif kompleks dibandingkan dengan b...
PENERAPAN ORNAMEN TRADISIONAL PADA RUMAH ADAT MANDAILING
PENERAPAN ORNAMEN TRADISIONAL PADA RUMAH ADAT MANDAILING
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengatahui macam-macam bentuk, warna ornamen Mandailing yang diterapkan pada rumah adat di Desa Pidoli Dolok Kecamatan Panyabungan, untuk meng...
Pengaruh Teknik Penanganan Negasi Dalam Analisis Sentimen
Pengaruh Teknik Penanganan Negasi Dalam Analisis Sentimen
“Garbage in, garbage out” merupakan sebuah ungkapan klasik dalam data science yang menyatakan bahwa kualitas keluaran suatu sistem bergantung pada kualitas data yang dimasukkan. Da...
Pengaruh Teknik Penanganan Negasi Dalam Analisis Sentimen
Pengaruh Teknik Penanganan Negasi Dalam Analisis Sentimen
“Garbage in, garbage out” merupakan sebuah ungkapan klasik dalam data science yang menyatakan bahwa kualitas keluaran suatu sistem bergantung pada kualitas data yang dimasukkan. Da...
KEKERABATAN BAHASA BATAK MANDAILING DAN BAHASA BATAK ANGKOLA (TAPANULI) DI KABUPATEN PASAMAN
KEKERABATAN BAHASA BATAK MANDAILING DAN BAHASA BATAK ANGKOLA (TAPANULI) DI KABUPATEN PASAMAN
Artikel ini membahas mengenai hubungan kekerabatan antara bahasa Batak Mandailing dan bahasa
Batak Angkola (Tapanuli) dengan melakukan perbandingan berdasarkan 200 kosakata Morris...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
Tipologi gramatikal dalam bahasa Mandailing
Tipologi gramatikal dalam bahasa Mandailing
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tipologi gramatikal dalam bahasa Mandailing, dengan fokus pada struktur klausa, tata urut kata, dan sistem tipologi...

