Javascript must be enabled to continue!
UJI TANAMAN COONTAIL (CERATOPHYLLUM DEMERSUM) SEBAGAI AGEN FITOREMEDIASI LIMBAH CAIR KOPI
View through CrossRef
ABSTRAK Limbah cair kopi dihasilkan dari pengolahan biji kopi cara basah yakni pada proses pengelupasan (pulping) dan pencucian (washing) biji kopi. Komponen utama dalam limbah cair kopi adalah berupa bahan organik yang dapat beresiko meningkatkan kadar pencemaran lingkungan dalam suatu perairan. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 tentang baku mutu limbah cair kopi yang diperbolehkan untuk dibuang adalah BOD sebesar 90 mg/L dan nilai rentang pH sebesar 6-9. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar efisiensi penurunan BOD dan peningkatan nilai pH limbah cair kopiserta untuk mengetahui waktu pemaparan optimum tanaman coontail(Ceratophyllum demersum) dalam menurunkan parameter BOD dan peningkatan nilai pH limbah cair kopi. Penelitian ini menggunakan fitoremediasi dengan sistem batch yang terdiri dari 3 unit reaktor kontrol (tanaman dan air bersih) dan 3 unit reaktor uji (tanaman dan limbah kopi) dengan variasi waktu pemaparan selama 12 hari, 15 hari, dan 18 hari yang dilakukan dengan dua kali pengulangan (duplo) yang kemudian dianalisis dengan menggunakan perhitungan rumus efisiensi dan dengan mengamati kondisi tanaman coontail. Hasil penelitian diperoleh data peningkatan nilai pH pada hari ke 12 sebesar 3,7 (dari 4,2 menjadi 7,9), pada hari ke 15 meningkat sebesar 4,1 (dari 4,2 menjadi 8,3), dan pada hari ke 18 meningkat mencapai 4,3 (dari 4,2 menjadi 8,5). Sedangkan nilai penurunan BOD pada hari ke 12 sebesar 45,5% (dari 466,06 mg/L menjadi 253,915 mg/L), pada hari ke 15 sebesar 52,86% (dari 466,06 mg/L menjadi 219,075 mg/L), dan pada hari ke 18 sebesar 66,94% (dari 466,06 mg/L menjadi 154,085 mg/L). Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui nilai efisiensi penurunan BOD dan peningkatan pH tertinggi pada hari ke 18. Kata kunci:Fitoremediasi coontail (Ceratophyllum demersum), BOD, pH, Limbah Cair Kopi
Tanjungpura University
Title: UJI TANAMAN COONTAIL (CERATOPHYLLUM DEMERSUM) SEBAGAI AGEN FITOREMEDIASI LIMBAH CAIR KOPI
Description:
ABSTRAK Limbah cair kopi dihasilkan dari pengolahan biji kopi cara basah yakni pada proses pengelupasan (pulping) dan pencucian (washing) biji kopi.
Komponen utama dalam limbah cair kopi adalah berupa bahan organik yang dapat beresiko meningkatkan kadar pencemaran lingkungan dalam suatu perairan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.
5 Tahun 2014 tentang baku mutu limbah cair kopi yang diperbolehkan untuk dibuang adalah BOD sebesar 90 mg/L dan nilai rentang pH sebesar 6-9.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar efisiensi penurunan BOD dan peningkatan nilai pH limbah cair kopiserta untuk mengetahui waktu pemaparan optimum tanaman coontail(Ceratophyllum demersum) dalam menurunkan parameter BOD dan peningkatan nilai pH limbah cair kopi.
Penelitian ini menggunakan fitoremediasi dengan sistem batch yang terdiri dari 3 unit reaktor kontrol (tanaman dan air bersih) dan 3 unit reaktor uji (tanaman dan limbah kopi) dengan variasi waktu pemaparan selama 12 hari, 15 hari, dan 18 hari yang dilakukan dengan dua kali pengulangan (duplo) yang kemudian dianalisis dengan menggunakan perhitungan rumus efisiensi dan dengan mengamati kondisi tanaman coontail.
Hasil penelitian diperoleh data peningkatan nilai pH pada hari ke 12 sebesar 3,7 (dari 4,2 menjadi 7,9), pada hari ke 15 meningkat sebesar 4,1 (dari 4,2 menjadi 8,3), dan pada hari ke 18 meningkat mencapai 4,3 (dari 4,2 menjadi 8,5).
Sedangkan nilai penurunan BOD pada hari ke 12 sebesar 45,5% (dari 466,06 mg/L menjadi 253,915 mg/L), pada hari ke 15 sebesar 52,86% (dari 466,06 mg/L menjadi 219,075 mg/L), dan pada hari ke 18 sebesar 66,94% (dari 466,06 mg/L menjadi 154,085 mg/L).
Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui nilai efisiensi penurunan BOD dan peningkatan pH tertinggi pada hari ke 18.
Kata kunci:Fitoremediasi coontail (Ceratophyllum demersum), BOD, pH, Limbah Cair Kopi.
Related Results
Analisa Segmenting, Targeting, Positioning, dan Swot Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Karlos (Studi pada Produsen Kopi Karlos Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)
Analisa Segmenting, Targeting, Positioning, dan Swot Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Karlos (Studi pada Produsen Kopi Karlos Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)
Kopi menjadi komoditas unggulan dalam sektor pertanian Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi penghasil kopi terbesar adalah Malang, Jawa Timur. Kopi yang menjadi daya tarik dar...
Sejarah Kopi Kapal Api
Sejarah Kopi Kapal Api
Kopi Kapal Api telah ada sejak zaman penjajahan Belanda datang ke Indonesia. Sebelumnya, perusahaan kopi Kapal Api didirikan, pada tahun 1927, tiga orang bersaudara yaitu Go Soe Lo...
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Limbah Cair Produksi Tempe di Kampung Tempe Kota Tangerang
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Limbah Cair Produksi Tempe di Kampung Tempe Kota Tangerang
<p><em>Perkembangan industri tempe di Kota Tangerang didukung oleh salah satu sentra industri tempe yaitu Kampung Tempe, Koang Jaya, Karawaci, Tangerang, Banten. Indust...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DI RUMAH “X”
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DI RUMAH “X”
Rumah sakit dapat memiliki dampak negatif berupa pencemaran dari suatu proses kegiatan, yaituberupa limbah yang dihasilkan bila tidak dikelola dengan baik. Limbah cair Rumah Sakit ...
Reduksi Kandungan COD dan BOD pada Limbah Cair Batik menggunakan Metode Fitoremidiasi
Reduksi Kandungan COD dan BOD pada Limbah Cair Batik menggunakan Metode Fitoremidiasi
Limbah cair banyak dihasilkan pada industri batik pada proses pewarnaan. Penggunaan bahan pewarna sintetis pada proses pewarnaan menyebabkan limbah cair memiliki kandungan Biochemi...
Allelopathic effects of the aquatic macrophyte Ceratophyllum demersum L. on phytoplankton species: contrasting effects between cyanobacteria and chlorophytes
Allelopathic effects of the aquatic macrophyte Ceratophyllum demersum L. on phytoplankton species: contrasting effects between cyanobacteria and chlorophytes
Abstract Aim To assess the allelopathic effects of the submerged macrophyte Ceratophyllum demersum on four strains of phytoplankton species: two cyanobacteria (Microcystis aerugin...
Teknologi Alternatif Mengolah Air Limbah dDengan Media Tanaman
Teknologi Alternatif Mengolah Air Limbah dDengan Media Tanaman
Perindustrian yang berada di Banjarbaru, Kalimantan Selatan terletak di tengah - tengah pemukiman penduduk. Limbah cair yang dihasilkan menimbulkan masalah bagi pencemaran lingkung...

