Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Hasil Fermentasi Menggunakan Em4, Air Kelapa & Gula Sebagai Pupuk Organik Cair

View through CrossRef
Pertanian modern menghadapi tantangan meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan. Salah satu solusi yang menarik adalah penggunaan pupuk organik cair dari limbah tahu yang difermentasi dengan bantuan Effective Microorganisme-4 (EM4), air kelapa, dan gula. Limbah tahu, produk sampingan industri tahu, memiliki potensi sebagai bahan baku pupuk organik. Proses fermentasi bertujuan meningkatkan kandungan nutrisi dan mengurangi dampak lingkungan limbah cair tahu. Penelitian ini fokus pada pembuatan pupuk organik cair dari limbah tahu melalui fermentasi dengan EM4, air kelapa, dan gula. Dengan mengkaji pertumbuhan tanaman cabe rawit sebagai contoh, penelitian bertujuan menguji efektivitas pupuk organik cair, mendukung pertanian berkelanjutan, menerapkan pupuk organik cair di pertanian, dan menganalisis kandungan nutrisi. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan menggunakan eksperimental tambahan air kelapa, gula, dan larutan EM4 dengan bahan utama Limbah Cair Tahu, yang kemudian di fermentasi selama 0-7 hari dan di control setiap hari. Dalam mengkaji uji efektifitas Pupuk Organik Cair ini kemudian di terapkan pada tanaman cabe rawit yaitu dengan label tanaman A(menggunakan POC) dengan perlakuan pemberian POC sebanyak 5x250ml dalam setiap perlakuan, dengan perbandingan tanaman B(tidak menggunakan POC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan antara tanaman A dengan tanaman B pada usia 0 – 60 hari di lihat dari tinggi batang Tanaman A mencapai 58,3 cm, sedangkan Tanaman B mencapai 30,4 cm, terdapat juga perbedaan diameter batang kedua tanaman yaitu selisih kurang lebih 1mm. Hasil penelitiaan ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair memiliki dampak positif pada pertumbuhan tanaman cabe rawit, seperti tinggi batang, warna daun, dan diameter batang yang lebih besar. Implikasi dari penelitian ini menciptakan peluang untuk praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkontribusi pada pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
Title: Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Hasil Fermentasi Menggunakan Em4, Air Kelapa & Gula Sebagai Pupuk Organik Cair
Description:
Pertanian modern menghadapi tantangan meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan.
Salah satu solusi yang menarik adalah penggunaan pupuk organik cair dari limbah tahu yang difermentasi dengan bantuan Effective Microorganisme-4 (EM4), air kelapa, dan gula.
Limbah tahu, produk sampingan industri tahu, memiliki potensi sebagai bahan baku pupuk organik.
Proses fermentasi bertujuan meningkatkan kandungan nutrisi dan mengurangi dampak lingkungan limbah cair tahu.
Penelitian ini fokus pada pembuatan pupuk organik cair dari limbah tahu melalui fermentasi dengan EM4, air kelapa, dan gula.
Dengan mengkaji pertumbuhan tanaman cabe rawit sebagai contoh, penelitian bertujuan menguji efektivitas pupuk organik cair, mendukung pertanian berkelanjutan, menerapkan pupuk organik cair di pertanian, dan menganalisis kandungan nutrisi.
Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan menggunakan eksperimental tambahan air kelapa, gula, dan larutan EM4 dengan bahan utama Limbah Cair Tahu, yang kemudian di fermentasi selama 0-7 hari dan di control setiap hari.
Dalam mengkaji uji efektifitas Pupuk Organik Cair ini kemudian di terapkan pada tanaman cabe rawit yaitu dengan label tanaman A(menggunakan POC) dengan perlakuan pemberian POC sebanyak 5x250ml dalam setiap perlakuan, dengan perbandingan tanaman B(tidak menggunakan POC).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan antara tanaman A dengan tanaman B pada usia 0 – 60 hari di lihat dari tinggi batang Tanaman A mencapai 58,3 cm, sedangkan Tanaman B mencapai 30,4 cm, terdapat juga perbedaan diameter batang kedua tanaman yaitu selisih kurang lebih 1mm.
Hasil penelitiaan ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair memiliki dampak positif pada pertumbuhan tanaman cabe rawit, seperti tinggi batang, warna daun, dan diameter batang yang lebih besar.
Implikasi dari penelitian ini menciptakan peluang untuk praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkontribusi pada pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

Related Results

Cometary Physics Laboratory: spectrophotometric experiments
Cometary Physics Laboratory: spectrophotometric experiments
<p><strong><span dir="ltr" role="presentation">1. Introduction</span></strong&...
North Syrian Mortaria and Other Late Roman Personal and Utility Objects Bearing Inscriptions of Good Luck
North Syrian Mortaria and Other Late Roman Personal and Utility Objects Bearing Inscriptions of Good Luck
<span style="font-size: 11pt; color: black; font-family: 'Times New Roman','serif'">&Pi;&Eta;&Lambda;&Iota;&Nu;&Alpha; &Iota;&Gamma;&Delta...
Morphometry of an hexagonal pit crater in Pavonis Mons, Mars
Morphometry of an hexagonal pit crater in Pavonis Mons, Mars
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Introduction:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pit craters are peculiar depressions found in almost every terrestria...
Un manoscritto equivocato del copista santo Theophilos († 1548)
Un manoscritto equivocato del copista santo Theophilos († 1548)
<p><font size="3"><span class="A1"><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'">&Epsilon;&Nu;&Alpha; &Lambda;&Alpha;&Nu;&...
A Touch of Space Weather - Outreach project for visually impaired students
A Touch of Space Weather - Outreach project for visually impaired students
&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span data-preserver-spaces=&quot;true&quot;&gt;'A Touch of Space Weather' is a project that brings space weather science into...
Ballistic landslides on comet 67P/Churyumov&#8211;Gerasimenko
Ballistic landslides on comet 67P/Churyumov&#8211;Gerasimenko
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Introduction:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;The slow ejecta (i.e., with velocity lower than escape velocity) and l...
Effects of a new land surface parametrization scheme on thermal extremes in a Regional Climate Model
Effects of a new land surface parametrization scheme on thermal extremes in a Regional Climate Model
&lt;p&gt;&lt;span&gt;The &lt;/span&gt;&lt;span&gt;EFRE project Big Data@Geo aims at providing high resolution &lt;/span&gt;&lt;span&...

Back to Top