Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Menggali Potensi TikTok: Pendekatan Pemasaran Digital Produk Kecantikan ‘FAV BEAUTY’

View through CrossRef
This research analyzes the role of the TikTok social media platform as a means of marketing communication for the "FAV BEAUTY" product through a qualitative approach with the characteristics of the Integrated Marketing Communication (IMC) theory. In this context, the research aims to explore how TikTok can be effectively integrated into marketing strategies to enhance brand communication and deepen consumer engagement. Qualitative research methods were employed, including in-depth interviews with consumers, content analysis of TikTok related to "FAV BEAUTY," and observations of the marketing campaigns run by the brand. The research findings indicate that TikTok can create more personal and emotional interactions between the brand and consumers by combining visual elements, music, and user creativity. Within the framework of the IMC theory, this research provides a comprehensive understanding of how TikTok can be integrated into a holistic marketing strategy, where marketing messages are coordinated effectively across various communication channels. The implications of these findings not only offer practical insights for "FAV BEAUTY" but also contribute to marketing literature and IMC theory, highlighting the potential of TikTok as a vital communication tool in the context of beauty product marketing. Penelitian ini menganalisis peran media sosial TikTok sebagai sarana komunikasi pemasaran produk "FAV BEAUTY" melalui pendekatan kualitatif dengan karakteristik teori Integrated Marketing Communication (IMC). Tujuan penelitian untuk menggali bagaimana TikTok dapat diintegrasikan secara efektif dalam strategi pemasaran untuk meningkatkan komunikasi merek dan memperdalam keterlibatan konsumen. Metode penelitian kualitatif digunakan, termasuk wawancara mendalam dengan konsumen, analisis konten TikTok terkait "FAV BEAUTY," dan observasi terhadap kampanye pemasaran yang dijalankan oleh merek tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok mampu menciptakan interaksi yang lebih personal dan emosional antara merek dan konsumen, dengan menggabungkan elemen visual, musik, dan kreativitas pengguna. Dalam kerangka teori IMC, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana TikTok dapat diintegrasikan dalam strategi pemasaran yang holistik, di mana pesan pemasaran terkoordinasi secara efektif melalui berbagai saluran komunikasi. Implikasi temuan ini tidak hanya memberikan wawasan praktis bagi "FAV BEAUTY" tetapi juga menyumbang pada literatur pemasaran dan teori IMC, menyoroti potensi media sosial TikTok sebagai alat komunikasi yang penting dalam konteks pemasaran produk kecantikan.
Title: Menggali Potensi TikTok: Pendekatan Pemasaran Digital Produk Kecantikan ‘FAV BEAUTY’
Description:
This research analyzes the role of the TikTok social media platform as a means of marketing communication for the "FAV BEAUTY" product through a qualitative approach with the characteristics of the Integrated Marketing Communication (IMC) theory.
In this context, the research aims to explore how TikTok can be effectively integrated into marketing strategies to enhance brand communication and deepen consumer engagement.
Qualitative research methods were employed, including in-depth interviews with consumers, content analysis of TikTok related to "FAV BEAUTY," and observations of the marketing campaigns run by the brand.
The research findings indicate that TikTok can create more personal and emotional interactions between the brand and consumers by combining visual elements, music, and user creativity.
Within the framework of the IMC theory, this research provides a comprehensive understanding of how TikTok can be integrated into a holistic marketing strategy, where marketing messages are coordinated effectively across various communication channels.
The implications of these findings not only offer practical insights for "FAV BEAUTY" but also contribute to marketing literature and IMC theory, highlighting the potential of TikTok as a vital communication tool in the context of beauty product marketing.
Penelitian ini menganalisis peran media sosial TikTok sebagai sarana komunikasi pemasaran produk "FAV BEAUTY" melalui pendekatan kualitatif dengan karakteristik teori Integrated Marketing Communication (IMC).
Tujuan penelitian untuk menggali bagaimana TikTok dapat diintegrasikan secara efektif dalam strategi pemasaran untuk meningkatkan komunikasi merek dan memperdalam keterlibatan konsumen.
Metode penelitian kualitatif digunakan, termasuk wawancara mendalam dengan konsumen, analisis konten TikTok terkait "FAV BEAUTY," dan observasi terhadap kampanye pemasaran yang dijalankan oleh merek tersebut.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok mampu menciptakan interaksi yang lebih personal dan emosional antara merek dan konsumen, dengan menggabungkan elemen visual, musik, dan kreativitas pengguna.
Dalam kerangka teori IMC, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana TikTok dapat diintegrasikan dalam strategi pemasaran yang holistik, di mana pesan pemasaran terkoordinasi secara efektif melalui berbagai saluran komunikasi.
Implikasi temuan ini tidak hanya memberikan wawasan praktis bagi "FAV BEAUTY" tetapi juga menyumbang pada literatur pemasaran dan teori IMC, menyoroti potensi media sosial TikTok sebagai alat komunikasi yang penting dalam konteks pemasaran produk kecantikan.

Related Results

The influence of micro influencers and digital marketing on product purchasing decisions at tiktok shop in bengkulu city
The influence of micro influencers and digital marketing on product purchasing decisions at tiktok shop in bengkulu city
THE INFLUENCE OF MICRO-INFLUENCERS AND DIGITAL MARKETING ON PURCHASE DECISIONS OF TIKTOK SHOP CUSTOMERS IN BENGKULU CITY Andhes Tiani Putri, Meylaty F   12Faculty Of Economic E...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Brand Affiliate sebagai Alternatif Membangun Brand Awareness
Brand Affiliate sebagai Alternatif Membangun Brand Awareness
Technological developments, especially in social media platforms such as TikTok, have changed the marketing paradigm by focusing on dynamic consumer interactions. This research exp...
Pengaruh Pesan Dalam TikTok Ads
Pengaruh Pesan Dalam TikTok Ads
Abstract. The development of information technology has encouraged the use of social media such as TikTok as an effective marketing platform. Based on data from Statista, TikTok u...
Binding Mechanism Between Iron‐Related Proteins (Catalase and Transferrin) and Favipiravir
Binding Mechanism Between Iron‐Related Proteins (Catalase and Transferrin) and Favipiravir
Abstract The study of protein‐drug interactions has become important in describing drug properties. Favipiravir ( Fav ...
Hubungan Kampanye "Waste Down Beauty Up" Sociolla terhadap Sikap Konsumen dalam Pengolahan Sampah Produk Kecantikan
Hubungan Kampanye "Waste Down Beauty Up" Sociolla terhadap Sikap Konsumen dalam Pengolahan Sampah Produk Kecantikan
Abstract. The Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia (KLHK) revealed that the total waste for beauty products nationally in 2021 will be 11.6 million ton...
Pengaruh Audio TikTok terhadap Viralitas Musik Lokal Indonesia
Pengaruh Audio TikTok terhadap Viralitas Musik Lokal Indonesia
Abstract. This research is motivated by the phenomenon of the growing popularity of Indonesian local music through the social media platform TikTok, where short audio clips of loca...
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Abstract. TikTok is one of the most popular social media in Indonesia. Not a few people use TikTok as a medium of propaganda, one of which is an account called @amaljariah.ku. But ...

Back to Top