Javascript must be enabled to continue!
BIMBINGAN TEKNIS MEWUJUDKAN DESA MANDIRI MELALUI PROGRAM PRIORITAS: BEST PRACTICE DI DESA BORO-BORO KECAMATAN RANOMEETO PROVINSI SULAWESI TENGGARA
View through CrossRef
Indeks Pembangunan Desa (IDM) membagi desa-desa menjadi lima tingkatan, yaitu desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju, dan desa mandiri. Pembagian ini bertujuan untuk memberikan kejelasan dalam menentukan tingkat kemajuan suatu desa, serta menetapkan skala prioritas dalam merumuskan perencanaan kebijakan yang sesuai. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), pada tahun 2024, Desa Boro-Boro akan dikategorikan sebagai desa berkembang. Oleh karena itu, diperlukan bimbingan teknis dalam mengembangkan program prioritas untuk membantu Desa Boro-Boro menjadi desa yang mandiri. Bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pejabat desa dalam mengembangkan program prioritas yang efektif dan efisien. Metode bimbingan teknis menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, melibatkan pejabat desa dan pemangku kepentingan lainnya. Hasil bimbingan teknis menunjukkan bahwa pejabat desa kini memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengembangkan program prioritas dan meningkatkan kemandirian desa.
Kata kunci: IDM, Desa Mandiri, Program Prioritas
Title: BIMBINGAN TEKNIS MEWUJUDKAN DESA MANDIRI MELALUI PROGRAM PRIORITAS: BEST PRACTICE DI DESA BORO-BORO KECAMATAN RANOMEETO PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Description:
Indeks Pembangunan Desa (IDM) membagi desa-desa menjadi lima tingkatan, yaitu desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju, dan desa mandiri.
Pembagian ini bertujuan untuk memberikan kejelasan dalam menentukan tingkat kemajuan suatu desa, serta menetapkan skala prioritas dalam merumuskan perencanaan kebijakan yang sesuai.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), pada tahun 2024, Desa Boro-Boro akan dikategorikan sebagai desa berkembang.
Oleh karena itu, diperlukan bimbingan teknis dalam mengembangkan program prioritas untuk membantu Desa Boro-Boro menjadi desa yang mandiri.
Bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pejabat desa dalam mengembangkan program prioritas yang efektif dan efisien.
Metode bimbingan teknis menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, melibatkan pejabat desa dan pemangku kepentingan lainnya.
Hasil bimbingan teknis menunjukkan bahwa pejabat desa kini memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengembangkan program prioritas dan meningkatkan kemandirian desa.
Kata kunci: IDM, Desa Mandiri, Program Prioritas.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGELOLAAN OBJEK WISATA SUNGAI BORO-BORO BERBASIS KEKERABATAN
PENGELOLAAN OBJEK WISATA SUNGAI BORO-BORO BERBASIS KEKERABATAN
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengelolaan objek wisata sungai Boro-Boro dan pengembangan objek wisata sungai Boro-Boro di Desa Boro-Boro Kecamatan RanomeetoKabupaten Konaw...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Optimalisasi Bimbingan Pra- Nikah di Kantor Urusan Agama
Optimalisasi Bimbingan Pra- Nikah di Kantor Urusan Agama
Pre Marriage Marriage Guidance comes because of the need, with the increasing number of divorce cases that occur in the community of Ujung Berung Subdistrict, it also indicates tha...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
PENDISTRIBUSIAN ZAKAT PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL PROVINSI SULAWESI TENGGARA
PENDISTRIBUSIAN ZAKAT PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendistribusian zakat pada Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kua...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...

