Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

GAMBARAN KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF YANG MENJALANI RAWAT INAP DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL

View through CrossRef
Heart failure is still a world problem due to high rates of morbidity, mortality, hospitalization, and disability. Provision of repeated treatments and long treatment can cause psychological disorders that trigger negative emotions such as anxiety. Patients with heart disease who experience psychosocial problems will be slower healing process, heavier physical symptoms experienced and longer healing process illness. This study aims to look at anxiety features in patients with congestive heart failure in a purely unyielding memorial hospital. This research type is quantitative with descriptive design. The sample used in this study amounted to 144 people and the sampling technique using non-random sampling method with accidental sampling. Data collection using HADS-A questionnaire, and data analysis used using frequency distribution and percentage. The results of the study showed that the anxiety level in patients with congestive heart failure was severe category: 53 (36.8%), moderate category: 69 (47.9%), mild category: 22 (15.3%). Provision of nursing intervention is necessary to overcome anxiety disorders, but still need the cooperation between health workers to improve better care for patients with congestive heart failur.   Abstrak Gagal jantung menjadi permasalahan dunia karena tingginya angka morbiditas, mortalitas, hospitalisasi, dan disabilitas. Pemberian rawatan berulang dan pengobatan yang lama dapat menyebabkan gangguan psikologis yang memicu adanya emosi negatif seperti kecemasan. Pasien dengan penyakit jantung yang mengalami masalah psikososial akan lebih lambat proses penyembuhannya, lebih berat gejala fisik yang dialaminya dan lebih lama proses penyembuhan penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kecemasan pada pasien gagal jantung kongestif di murni teguh memorial hospital. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan design deskriptif. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 144 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode non random sampling dengan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HADS-A, serta analisa data yang digunakan memakai distribusi frekuensi dan persentase. Dari hasil penelitian didapatkan nilai kecemasan pada pasien gagal jantung kongestif adalah kategori berat : 53 (36.8%), kategori sedang : 69 (47.9%), kategori ringan : 22 (15.3%). Pemberian intervensi keperawatan sangat diperlukan untuk mengatasi gangguan kecemasan, namun tetap perlu adanya kerjasama antara petugas kesehatan untuk meningkatkan asuhan yang lebih baik terhadap pasien gagal jantung kongestif.
Indonesian Trust Health Journal, STIKes Murni Teguh
Title: GAMBARAN KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF YANG MENJALANI RAWAT INAP DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL
Description:
Heart failure is still a world problem due to high rates of morbidity, mortality, hospitalization, and disability.
Provision of repeated treatments and long treatment can cause psychological disorders that trigger negative emotions such as anxiety.
Patients with heart disease who experience psychosocial problems will be slower healing process, heavier physical symptoms experienced and longer healing process illness.
This study aims to look at anxiety features in patients with congestive heart failure in a purely unyielding memorial hospital.
This research type is quantitative with descriptive design.
The sample used in this study amounted to 144 people and the sampling technique using non-random sampling method with accidental sampling.
Data collection using HADS-A questionnaire, and data analysis used using frequency distribution and percentage.
The results of the study showed that the anxiety level in patients with congestive heart failure was severe category: 53 (36.
8%), moderate category: 69 (47.
9%), mild category: 22 (15.
3%).
Provision of nursing intervention is necessary to overcome anxiety disorders, but still need the cooperation between health workers to improve better care for patients with congestive heart failur.
  Abstrak Gagal jantung menjadi permasalahan dunia karena tingginya angka morbiditas, mortalitas, hospitalisasi, dan disabilitas.
Pemberian rawatan berulang dan pengobatan yang lama dapat menyebabkan gangguan psikologis yang memicu adanya emosi negatif seperti kecemasan.
Pasien dengan penyakit jantung yang mengalami masalah psikososial akan lebih lambat proses penyembuhannya, lebih berat gejala fisik yang dialaminya dan lebih lama proses penyembuhan penyakitnya.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kecemasan pada pasien gagal jantung kongestif di murni teguh memorial hospital.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan design deskriptif.
Sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 144 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode non random sampling dengan accidental sampling.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner HADS-A, serta analisa data yang digunakan memakai distribusi frekuensi dan persentase.
Dari hasil penelitian didapatkan nilai kecemasan pada pasien gagal jantung kongestif adalah kategori berat : 53 (36.
8%), kategori sedang : 69 (47.
9%), kategori ringan : 22 (15.
3%).
Pemberian intervensi keperawatan sangat diperlukan untuk mengatasi gangguan kecemasan, namun tetap perlu adanya kerjasama antara petugas kesehatan untuk meningkatkan asuhan yang lebih baik terhadap pasien gagal jantung kongestif.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
EFEKTIVITAS YOGA UNTUK MENGURANGI FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI
EFEKTIVITAS YOGA UNTUK MENGURANGI FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI
ABSTRAKLatar Belakang : Cancer Related Fatigue (CRF) adalah manifestasi klinis yang serius dan gejala umum yang dialami oleh pasien kanker. Fatigue adalah salah satu yang paling se...
Gambaran Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Terpasang AV-Shunt Di Ruang Hemodialisa RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Gambaran Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Terpasang AV-Shunt Di Ruang Hemodialisa RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Pendahuluan: Pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis dengan akses vaskular AV-Shunt berisiko mengalami kecemasan, terutama karena prosedur kanulasi yang dilaku...
Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Tingkat Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Di Murni Teguh Memorial Hospital Medan
Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Tingkat Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Di Murni Teguh Memorial Hospital Medan
Diabetic Melitus (DM) is a metabolicdisorder disease that occurs due to the pancreas not producing enough insulin or the body cannot use the insulin it produces effectively, result...
Perbedaan Lama Rawat Inap Berdasarkan Jenis Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSAU dr. M. Salamun
Perbedaan Lama Rawat Inap Berdasarkan Jenis Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSAU dr. M. Salamun
Abstract. Bacterial pneumonia is a major cause of morbidity and mortality in children in developing countries. Appropriate antibiotic selection and length of hospital stay are impo...

Back to Top