Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BERAS MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PERUM BULOG SUBDIVRE SIDRAP
View through CrossRef
Penelitian ini membahas mengenai pengoptimalan pengendalian persediaan beras dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Economic Order Quantity (EOQ) merupakan model persediaan yang menganalisis frekuensi pemesanan, biaya pemesanan dan waktu pemesanan yang ekonomis. Penelitian ini menggunakan metode EOQ karena EOQ adalah salah satu teknik dalam mengontrol persediaan barang atau bahan untuk tiap pemesanan dan meminimalkan biaya total dari pemesanan dan biaya penyimpanan barang. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil optimal persediaan beras dengan menghitung persediaan pengaman (safety stock), penentuan titik kembali (reorder point) dan total persediaan bahan baku (TIC) di Perum Bulog Subdivre Sidrap. Hasil EOQ pengendalian persediaan beras di Perum Bulog Subdivre Sidrap berupa jumlah kebutuhan beras sebesar 9,63 ton dalam satu kali pemesanan dengan jumlah pemesanan 3752 kali dalam setahun. Hasil analisis dari optimal persediaan beras dengan persediaan pengaman (safety stock) sebesar 9.033,63 ton, titik pemesanan kembali (reorder point) sebesar 9.726,56 ton dan biaya total persediaan (TIC) sebesar Rp. 240.087.074,7.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BERAS MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PERUM BULOG SUBDIVRE SIDRAP
Description:
Penelitian ini membahas mengenai pengoptimalan pengendalian persediaan beras dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ).
Economic Order Quantity (EOQ) merupakan model persediaan yang menganalisis frekuensi pemesanan, biaya pemesanan dan waktu pemesanan yang ekonomis.
Penelitian ini menggunakan metode EOQ karena EOQ adalah salah satu teknik dalam mengontrol persediaan barang atau bahan untuk tiap pemesanan dan meminimalkan biaya total dari pemesanan dan biaya penyimpanan barang.
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil optimal persediaan beras dengan menghitung persediaan pengaman (safety stock), penentuan titik kembali (reorder point) dan total persediaan bahan baku (TIC) di Perum Bulog Subdivre Sidrap.
Hasil EOQ pengendalian persediaan beras di Perum Bulog Subdivre Sidrap berupa jumlah kebutuhan beras sebesar 9,63 ton dalam satu kali pemesanan dengan jumlah pemesanan 3752 kali dalam setahun.
Hasil analisis dari optimal persediaan beras dengan persediaan pengaman (safety stock) sebesar 9.
033,63 ton, titik pemesanan kembali (reorder point) sebesar 9.
726,56 ton dan biaya total persediaan (TIC) sebesar Rp.
240.
087.
074,7.
Related Results
INTERVENSI BULOG TERHADAP KELANGKAAN BERAS MENURUT PERSPEKTIF TAS’IR AL-JABARI
INTERVENSI BULOG TERHADAP KELANGKAAN BERAS MENURUT PERSPEKTIF TAS’IR AL-JABARI
Beras pada waktu tertentu dapat mengalami kelangkaan dikarenakan berbagai macam permasalahan, Perum Bulog memiliki wewenang untuk mengatasi kelangkaan beras dengan melakukan interv...
PERBANDINGAN METODE ASM, STEPPING STONE DAN METODE MODI PADA BIAYA ANGKUT TRANSPORTASI (Kasus Studi: Data Pendistribusian Raskin Perum Bulog Divre Kalimantan Barat Tahun 2018 Pada Bulan Januari-September)
PERBANDINGAN METODE ASM, STEPPING STONE DAN METODE MODI PADA BIAYA ANGKUT TRANSPORTASI (Kasus Studi: Data Pendistribusian Raskin Perum Bulog Divre Kalimantan Barat Tahun 2018 Pada Bulan Januari-September)
Dalam mendistribusikan barang ke berbagai tujuan sebagai salah satu bagian dari operasional perusahaan, tentu membutuhkan biaya transportasi yang besar. Perencanaan yang matang dip...
LOGISTIK 4.0 Dalam Manajemen Rantai Pasok Beras Perum BULOG
LOGISTIK 4.0 Dalam Manajemen Rantai Pasok Beras Perum BULOG
Artikel ini bertujuan untuk merumuskan gagasan Logistik 4.0 yang diaplikasikan pada manajemen rantai pasok beras, khususnya pada Perum BULOG yang mendapat mandat untuk dapat mengen...
Daya Serap Pembelian Gabah Lokal Terhadap Daya Produksi Petani (Studi Perum Bulog Sub-Divre Meulaboh)
Daya Serap Pembelian Gabah Lokal Terhadap Daya Produksi Petani (Studi Perum Bulog Sub-Divre Meulaboh)
The agricultural sector is one of the strategic commodities in Aceh Province. Meulaboh is one area that has these commodities. Commodities can be seen from the majority of people u...
ANALISIS KORELASI ANTARA JUMLAH PENDUDUK DENGAN IMPOR BERAS INDONESIA
ANALISIS KORELASI ANTARA JUMLAH PENDUDUK DENGAN IMPOR BERAS INDONESIA
Perkembangan impor beras di Indonesia sudah dimulai pada awal kemerdekaan yaitu pada 1945 sampai 1960. Impor beras Indonesia mencapai 0,3 sampai 1 juta ton per tahun. Setelah itu t...
Peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam Meningkatkan Stabilitas Harga Pangan di Kabupaten Aceh Barat
Peran Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam Meningkatkan Stabilitas Harga Pangan di Kabupaten Aceh Barat
BULOG pertama kali dibentuk berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet Nomor 114/U/KEP/5/1967 tanggal 10 Mei 1967 dengan nama Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) Bulog dengan tuj...
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Untuk meraih keuntungan dalam bisnis, perlu menetapkan keputusan yang tepat agar dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan perencanaan. Persediaan adalah kegiatan untuk memenuhi...
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Kasus global menyatakan Diabetes bukan hanya penyebab kematian dini di seluruh dunia, tetapi juga penyebab utama kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Beras (Oryza sativa) ...

