Javascript must be enabled to continue!
Analisis Neraca Beras di Kabupaten Banjar
View through CrossRef
Pemenuhan kebutuhan beras di masa mendatang akan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan penawaran dan permintaan beras, baik yang diproduksi sendiri-sendiri maupun hasil interaksi antara faktor-faktor tersebut. Karena beras merupakan produk yang mempunyai sifat strategis, penting untuk memahami ketersediaan, konsumsi, dan ketersediaan beras untuk tujuan perencanaan. Tujuan penelitian menganalisis neraca ketersediaan beras dan pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan data sekunder mengenai data produksi padi dan konsumsi beras berbentuk data runtun waktu (time series) tahun 2015-2019. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan perhitungan produksi beras dan neraca ketersediaan beras. Berdasarkan hasil penelitian, rata- rata ketersediaan beras dan jumlah konsumsi beras di Kabupaten Banjar tahun 2015-2019 masing-masing sebesar 139.417,47 ton/tahun dan 78.455,50 ton/tahun. Akan tetapi rata-rata pertumbuhan ketersediaan beras mengalami penurunan sebesar 4,20%/tahun dan jumlah komsumsi beras tahun 2018-2109 mengalami penurunan sebesar 5,18%, walaupun jumlah konsumsi beras tahun 2015-2018 terus mengalami peningkatan sebesar 1,51%/tahun. Rata--rata perimbangan pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Banjar sebesar 60.961,98 ton/tahun, akan tetapi rata-rata pertumbuhan pemenuhan kebutuhan beras mengalami penurunan sebesar 8,91%/tahun. Wilayah kecamatan tingkat pemenuhan kebutuhan beras yang rendah di Kabupaten Banjar tahun 2015-2019 adalah Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Kertak Hanyar dan Kecamatan Telaga Bauntung.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: Analisis Neraca Beras di Kabupaten Banjar
Description:
Pemenuhan kebutuhan beras di masa mendatang akan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan penawaran dan permintaan beras, baik yang diproduksi sendiri-sendiri maupun hasil interaksi antara faktor-faktor tersebut.
Karena beras merupakan produk yang mempunyai sifat strategis, penting untuk memahami ketersediaan, konsumsi, dan ketersediaan beras untuk tujuan perencanaan.
Tujuan penelitian menganalisis neraca ketersediaan beras dan pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Banjar.
Penelitian ini menggunakan data sekunder mengenai data produksi padi dan konsumsi beras berbentuk data runtun waktu (time series) tahun 2015-2019.
Analisis dilakukan secara deskriptif dengan perhitungan produksi beras dan neraca ketersediaan beras.
Berdasarkan hasil penelitian, rata- rata ketersediaan beras dan jumlah konsumsi beras di Kabupaten Banjar tahun 2015-2019 masing-masing sebesar 139.
417,47 ton/tahun dan 78.
455,50 ton/tahun.
Akan tetapi rata-rata pertumbuhan ketersediaan beras mengalami penurunan sebesar 4,20%/tahun dan jumlah komsumsi beras tahun 2018-2109 mengalami penurunan sebesar 5,18%, walaupun jumlah konsumsi beras tahun 2015-2018 terus mengalami peningkatan sebesar 1,51%/tahun.
Rata--rata perimbangan pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Banjar sebesar 60.
961,98 ton/tahun, akan tetapi rata-rata pertumbuhan pemenuhan kebutuhan beras mengalami penurunan sebesar 8,91%/tahun.
Wilayah kecamatan tingkat pemenuhan kebutuhan beras yang rendah di Kabupaten Banjar tahun 2015-2019 adalah Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Kertak Hanyar dan Kecamatan Telaga Bauntung.
Related Results
ANALISIS KORELASI ANTARA JUMLAH PENDUDUK DENGAN IMPOR BERAS INDONESIA
ANALISIS KORELASI ANTARA JUMLAH PENDUDUK DENGAN IMPOR BERAS INDONESIA
Perkembangan impor beras di Indonesia sudah dimulai pada awal kemerdekaan yaitu pada 1945 sampai 1960. Impor beras Indonesia mencapai 0,3 sampai 1 juta ton per tahun. Setelah itu t...
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Coklat Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Kasus global menyatakan Diabetes bukan hanya penyebab kematian dini di seluruh dunia, tetapi juga penyebab utama kebutaan, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Beras (Oryza sativa) ...
Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia
Analisis Keunggulan Komparatif Beras Indonesia
Komoditas beras menjadi sumber pangan utama bagi 95 persen penduduk di Indonesia. Produksi padi tahun 2013 diperkirakan sebesar 70,87 juta ton gabah kering giling (GKG) setara deng...
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Perbandingan Kadar Pati pada Beras Merah Dibandingkan dengan Beras Putih Menggunakan Uji Iodida
Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai denganĀ peningkatan kadar glukosa di dalam darah, erat kaitannya dengan mengkonsumsi karbohidrat yang berlebihan.
Karbohidrat merup...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KINERJA DAN PROSPEK KETAHANAN PANGAN KOMODITAS BERAS DI KABUPATEN JEMBER
KINERJA DAN PROSPEK KETAHANAN PANGAN KOMODITAS BERAS DI KABUPATEN JEMBER
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran beras di Kabupaten Jember, untuk menganalisis ketahanan pangan pada beras d...
KINERJA DAN PROSPEK KETAHANAN PANGAN KOMODITAS BERAS DI KABUPATEN JEMBER
KINERJA DAN PROSPEK KETAHANAN PANGAN KOMODITAS BERAS DI KABUPATEN JEMBER
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran beras di Kabupaten Jember, untuk menganalisis ketahanan pangan pada beras d...

