Javascript must be enabled to continue!
Kurikulum Merdeka dari Perspektif Aliran Filsafat Pendidikan dan Filosofi Ki Hadjar Dewantara
View through CrossRef
Kurikulum Merdeka merupakan pengembangan dari kurikulum K13 yang menitikberatkan pada aspek pengembangan potensi, bakat, dan minat peserta didik melalui digitalisasi pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi. Kurikulum Merdeka disusun berdasarkan empat aliran filsafat pendidikan yang masing-masing memiliki ciri khas yang saling melengkapi dalam penyusunan kurikulum, hanya dominasinya saja yang berbeda pada setiap kurikulum. Pengembangan kurikulum merdeka perlu ditinjau dari segi filsafat pendidikan agar dapat diketahui dominas filsafat tersebut sehingga teridentifikasi hasil output dengan dasar kurikulumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), sumber primer didapatkan dari literatur ilmiah dan sumber sekunder didapatkan dari sumber pendukung, seperti esai, makalah, hasil seminar, dan lainnya. Hasil penelitian tentang kurikulum merdeka dibuat tanpa melupakan perenialisme, kemudian dikuatkan dengan esensialisme serta ditambah perkembangannya dengan progresivisme dan dilengkapi dengan konstruksionisme. Sehingga dapat disimpulkan bahwa progresivisme dan konstruksionisme mendominasi dalam pengembangan kurikulum Merdeka. Sedangkan merdeka belajar dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara berusaha menumbuhkan jiwa dan raga peserta didik melalui kebudayaansehingga peserta didik dapat mengatasi permasalahan-permasalahannya dengan kemampunannya sendiri sesuai dengan kodratnya.
Jurnal Lentera:Jurnal studi Pendidikan, Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Sumbawa Barat
Title: Kurikulum Merdeka dari Perspektif Aliran Filsafat Pendidikan dan Filosofi Ki Hadjar Dewantara
Description:
Kurikulum Merdeka merupakan pengembangan dari kurikulum K13 yang menitikberatkan pada aspek pengembangan potensi, bakat, dan minat peserta didik melalui digitalisasi pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi.
Kurikulum Merdeka disusun berdasarkan empat aliran filsafat pendidikan yang masing-masing memiliki ciri khas yang saling melengkapi dalam penyusunan kurikulum, hanya dominasinya saja yang berbeda pada setiap kurikulum.
Pengembangan kurikulum merdeka perlu ditinjau dari segi filsafat pendidikan agar dapat diketahui dominas filsafat tersebut sehingga teridentifikasi hasil output dengan dasar kurikulumnya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), sumber primer didapatkan dari literatur ilmiah dan sumber sekunder didapatkan dari sumber pendukung, seperti esai, makalah, hasil seminar, dan lainnya.
Hasil penelitian tentang kurikulum merdeka dibuat tanpa melupakan perenialisme, kemudian dikuatkan dengan esensialisme serta ditambah perkembangannya dengan progresivisme dan dilengkapi dengan konstruksionisme.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa progresivisme dan konstruksionisme mendominasi dalam pengembangan kurikulum Merdeka.
Sedangkan merdeka belajar dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara berusaha menumbuhkan jiwa dan raga peserta didik melalui kebudayaansehingga peserta didik dapat mengatasi permasalahan-permasalahannya dengan kemampunannya sendiri sesuai dengan kodratnya.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Kurikulum Merdeka Dalam Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Analisis Kurikulum Merdeka Dalam Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Analisis Belajar Mandiri Kurikulum Merdeka Untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Jenjang satuan pendidikan termasuk PAUD sudah mulai mencerminkan kebebeasan kurikulum merdeka.. Kurikulu...
Profil Guru Pancasila Ditinjau dari Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara
Profil Guru Pancasila Ditinjau dari Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara
Kurikulum Merdeka Belajar mengusung kemerdekaan anak atau peserta didik dalam proses pendidikan. Tujuan dari kurikulum Merdeka Belajar diterjemahkan ke dalam Profil Pelajar Pancasi...
Komparasi Implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Garut
Komparasi Implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Garut
Pendidikan dasar di Indonesia telah mengalami berbagai perkembangan kurikulum. Saat ini, Kurikulum 2013 tengah menjadi kurikulum utama yang diterapkan di sekolah-sekolah. Namun, ad...
ANALISIS KURIKULUM 2013 DENGAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH
ANALISIS KURIKULUM 2013 DENGAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Studi ini membahas tentang perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada k...
EVALUASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
EVALUASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Kurikulum merupakan “ruh” Pendidikan yang harus dievaluasi secara inovatif, dinamis, dan berkala sesuai dengan berkembangan zaman dan IPTEKS, kompetensi yang diperlukan masyarakat ...
Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka Di Sd Negeri Tingkir Lor 2 Kota Salatiga
Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka Di Sd Negeri Tingkir Lor 2 Kota Salatiga
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui komunikasi implementasi Kurikulum merdeka, (2) untuk mengetahui sumber daya implementasi Kurikulum merdeka, (3) untuk mengetahui disp...
PROBLEMATIKA DAN SOLUSI DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI SMP ALBANNA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2022/2023
PROBLEMATIKA DAN SOLUSI DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI SMP ALBANNA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Latar belakang penelitian ini adalah terkait dengan problematika dan solusi dalam penerapan kurikulum mereka di SMP Albanna Denpasar. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yan...

