Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS KURIKULUM 2013 DENGAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH
View through CrossRef
Studi ini membahas tentang perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada kurikulum, sehingga akan terlihat perbedaan dari kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan menganalisis dokumen untuk mendapatkan informasi yang mendalam. Selain itu peneliti juga menggunakan studi pustaka dari beberapa buku. Kurikulum dan pembelajaran, merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kurikululm tidak akan bermakna manakala tidak di implementasikan dalam bentuk pembalajaran.[1] Kurikulum adalah rencana dan susunan program pembelajaran yang mencakup materi, metode pengajaran, serta evaluasi hasil belajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum yang digunakan saat ini adalah kurikulum merdeka. Namun kurikulum merdeka ini belum sepenuhnya digunakan di instansi madrasah karena masih dalam tahap peralihan dari kurikulum seblaumnya yaitu kurikulum 2013 atau yang sering disebut K-13. Hasil analisis ini mengungkapkan adanya perbedaan yang signifikan dari kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka. Baik dari segi pembuatan perangkat pembalajaran, metode pembalajaran, hingga evaluasi. Diharapkan dari perbedaan kurikulum ini bisa membawa dampak positif yang akan menggebrak dunia pendidikan di Indonesia ini. Dampak pada peserta didik dari penerapan kurikulum 2013 mungkin lebih memiliki dampak tertentu pada keterlibatan peserta didik dan memotifasi peserta didik. Sedangkan pada kurikulum merdeka berdampak pada tingkat keterlibatan peserta melalui pendekatan pembelajaran yang berbeda. Hal ini diperkuat dengan temuan dilapangan yaitu di Madrasah Ibtidaiyah Darul Huda Leuwipapan, bahwa peserta didik lebih aktif dan kreatif dengan mulai diberlakukannya kurikulum merdeka. Walaupun kurikulum ini masih belum merata di satuan lembaga pendidikan dan belum seratus persen optimal.
Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Manshur Pandeglang
Title: ANALISIS KURIKULUM 2013 DENGAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Description:
Studi ini membahas tentang perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka di Madrasah Ibtidaiyah.
Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada kurikulum, sehingga akan terlihat perbedaan dari kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan menganalisis dokumen untuk mendapatkan informasi yang mendalam.
Selain itu peneliti juga menggunakan studi pustaka dari beberapa buku.
Kurikulum dan pembelajaran, merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Kurikululm tidak akan bermakna manakala tidak di implementasikan dalam bentuk pembalajaran.
[1] Kurikulum adalah rencana dan susunan program pembelajaran yang mencakup materi, metode pengajaran, serta evaluasi hasil belajar untuk mencapai tujuan pendidikan.
Kurikulum yang digunakan saat ini adalah kurikulum merdeka.
Namun kurikulum merdeka ini belum sepenuhnya digunakan di instansi madrasah karena masih dalam tahap peralihan dari kurikulum seblaumnya yaitu kurikulum 2013 atau yang sering disebut K-13.
Hasil analisis ini mengungkapkan adanya perbedaan yang signifikan dari kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka.
Baik dari segi pembuatan perangkat pembalajaran, metode pembalajaran, hingga evaluasi.
Diharapkan dari perbedaan kurikulum ini bisa membawa dampak positif yang akan menggebrak dunia pendidikan di Indonesia ini.
Dampak pada peserta didik dari penerapan kurikulum 2013 mungkin lebih memiliki dampak tertentu pada keterlibatan peserta didik dan memotifasi peserta didik.
Sedangkan pada kurikulum merdeka berdampak pada tingkat keterlibatan peserta melalui pendekatan pembelajaran yang berbeda.
Hal ini diperkuat dengan temuan dilapangan yaitu di Madrasah Ibtidaiyah Darul Huda Leuwipapan, bahwa peserta didik lebih aktif dan kreatif dengan mulai diberlakukannya kurikulum merdeka.
Walaupun kurikulum ini masih belum merata di satuan lembaga pendidikan dan belum seratus persen optimal.
Related Results
MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM DI MI BAITUR RAHIM BALIKPAPAN
MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM DI MI BAITUR RAHIM BALIKPAPAN
Madrasah Ibtidaiyah Plus Tahfidz Ma'arif Baitur Rahim is a tahfidz-based private school in Sepinggan Baru Village, South Balikpapan District, Balikpapan Regency, East Kalimantan Pr...
PENERAPAN METODE WAFA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DI MI MIFTAHUL HUDA
PENERAPAN METODE WAFA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DI MI MIFTAHUL HUDA
This research article was conducted to find out the extent of the effectiveness of the application of the wafa method, namely the method using the right brain in improving the abil...
Implementasi Budaya Madrasah Dalam Perspektif Pendidikan Karakter
Implementasi Budaya Madrasah Dalam Perspektif Pendidikan Karakter
This research examines the implementation of madrasah culture from the perspective of character education in Madrasah through structural and cultural approaches. This study aims to...
Analisis Kurikulum Merdeka Dalam Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Analisis Kurikulum Merdeka Dalam Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Analisis Belajar Mandiri Kurikulum Merdeka Untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Jenjang satuan pendidikan termasuk PAUD sudah mulai mencerminkan kebebeasan kurikulum merdeka.. Kurikulu...
Learning Strategies To Adjust The Madrasah Ibtidaiyah Curriculum
Learning Strategies To Adjust The Madrasah Ibtidaiyah Curriculum
Relevance principle is one of the principles in curriculum development. A curriculum should be relevant to the previous curriculum. Curriculum arrangement in Madrasah Ibtidaiyah Te...
Komparasi Implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Garut
Komparasi Implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Garut
Pendidikan dasar di Indonesia telah mengalami berbagai perkembangan kurikulum. Saat ini, Kurikulum 2013 tengah menjadi kurikulum utama yang diterapkan di sekolah-sekolah. Namun, ad...
EVALUASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
EVALUASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Kurikulum merupakan “ruh” Pendidikan yang harus dievaluasi secara inovatif, dinamis, dan berkala sesuai dengan berkembangan zaman dan IPTEKS, kompetensi yang diperlukan masyarakat ...
Pengaruh Apresiasi dan Motivasi dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Kelas Rendah
Pengaruh Apresiasi dan Motivasi dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Kelas Rendah
Minat belajar merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesuksesan belajar siswa di madrasah ibtidaiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh apresiasi dan ...

