Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMBENTUKAN AKADEMI MILITER YOGYAKARTA 1945-1950

View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah memberi gambaran mengenai proses pendirian Akademi Militer di Yogyakarta pada awal Indonesia merdeka. Metode penelitian menggunakan metode historis dengan langkah-langkah yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, serta langkah terakhir yakni penulisan (sintesis) berdasarkan fakta dari data-data yang diperoleh. Pembentukan Akademi Militer Yogyakarta tidak terlepas dari jasa Urip Sumoharjo, Hamengku Buwono IX dan tokoh-tokoh eks-peta dan eks-KNIL yang kemudian berjuang untuk membentuk angkatan bersenjata tanah air yang tangguh. Pembentukannya merupakan reaksi dari sedikitnya angkatan militer yang berpendidikan pada saat Indonesia baru merdeka. Pendirian akademi militer dengan memilih lokasi di Yogyakarta beralasan bahwa Markas Besar TKR juga berada di Yogyakarta. Setidaknya pusat pendidikan ini dekat dengan pusat kekuatan militer yang merupakan kendali untuk seluruh wilayah Republik Indonesia. Untuk mendaftar calon taruna cukup berpendidikan sekolah dasar enam tahun dengan usia berkisar antara 18 sampai dengan 20 tahun. Tempat pendidikan menggunakan gedung Christelijke MULO Kotabaru sedangkan asrama taruna menggunakan gedung Normaal School.     Kata kunci: Pendidikan Militer, Akademi Militer Yogyakarta
Title: PEMBENTUKAN AKADEMI MILITER YOGYAKARTA 1945-1950
Description:
Tujuan penelitian ini adalah memberi gambaran mengenai proses pendirian Akademi Militer di Yogyakarta pada awal Indonesia merdeka.
Metode penelitian menggunakan metode historis dengan langkah-langkah yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, serta langkah terakhir yakni penulisan (sintesis) berdasarkan fakta dari data-data yang diperoleh.
Pembentukan Akademi Militer Yogyakarta tidak terlepas dari jasa Urip Sumoharjo, Hamengku Buwono IX dan tokoh-tokoh eks-peta dan eks-KNIL yang kemudian berjuang untuk membentuk angkatan bersenjata tanah air yang tangguh.
Pembentukannya merupakan reaksi dari sedikitnya angkatan militer yang berpendidikan pada saat Indonesia baru merdeka.
Pendirian akademi militer dengan memilih lokasi di Yogyakarta beralasan bahwa Markas Besar TKR juga berada di Yogyakarta.
Setidaknya pusat pendidikan ini dekat dengan pusat kekuatan militer yang merupakan kendali untuk seluruh wilayah Republik Indonesia.
Untuk mendaftar calon taruna cukup berpendidikan sekolah dasar enam tahun dengan usia berkisar antara 18 sampai dengan 20 tahun.
Tempat pendidikan menggunakan gedung Christelijke MULO Kotabaru sedangkan asrama taruna menggunakan gedung Normaal School.
    Kata kunci: Pendidikan Militer, Akademi Militer Yogyakarta.

Related Results

Modifiers for Military Strategy
Modifiers for Military Strategy
Tulisan ini menjelaskan variasi yang muncul dalam strategi militer dengan menganalisa empat faktor yang berperan sebagai determinan dalam perumusan strategi militer, yaitu struktur...
KESANTUNAN BERBAHASA KELUARGA MILITER (LANGUAGE POLITENESS OF MILITARY FAMILIES)
KESANTUNAN BERBAHASA KELUARGA MILITER (LANGUAGE POLITENESS OF MILITARY FAMILIES)
AbstractLanguage Politeness of Military Families. This research was conducted in military families due to politeness in military families is closely related to the discipline, firm...
Pertanggungjawaban Pidana Dokter Militer di Bidang Hukum Kesehatan
Pertanggungjawaban Pidana Dokter Militer di Bidang Hukum Kesehatan
Terdapat permasalahan kompleks mengenai tindak pidana dan pertanggungjawaban pidana dokter militer dalam lingkup hukum kesehatan. Dokter militer mempunyai peran ganda: sebagai peny...
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG CITRA KOTA CIMAHI SEBAGAI KAWASAN MILITER
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG CITRA KOTA CIMAHI SEBAGAI KAWASAN MILITER
Citra Kota Cimahi Sebagai Kawasan Militer telah dicanangkan pada bulan Februari tahun 2010 yang lalu, pencanangan ini dilakukan oleh pihak pemerintah Kota Cimahi beserta jajaran in...
PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN MANAJEMEN PUBLIKASI PENELITIAN DAN PENGABDIAN BERBASIS OPEN JOURNAL SYSTEM DI AKADEMI MILITER MAGELANG
PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN MANAJEMEN PUBLIKASI PENELITIAN DAN PENGABDIAN BERBASIS OPEN JOURNAL SYSTEM DI AKADEMI MILITER MAGELANG
In this OJS management mentoring and training activity at the Akademi Militer Magelang (Akmil) as a collaborative service activity between the Politeknik Pariwisata Batam and the A...
IMPLEMENTASI METODE CHARACTER CULTIVATION DALAM DUNIA PENDIDIKAN MILITER
IMPLEMENTASI METODE CHARACTER CULTIVATION DALAM DUNIA PENDIDIKAN MILITER
Fenomena pendidikan militer sampai saat ini masih menggunakan budaya akademik yaitu character building (pembangunan karakter). Budaya character building sudah diterapkan sejak awal...
BUDAYA ORGANISASI AKADEMI MANAJEMEN ADMINISTRASI YOGYAKARTA
BUDAYA ORGANISASI AKADEMI MANAJEMEN ADMINISTRASI YOGYAKARTA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan budaya organisasi di Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta, mengetahui faktor yang paling berperan dalam pelaksanaan b...
Agresi Militer Belanda di Wilayah Batu Pujon 1947-1948: Sebuah Kajian Sejarah Lokal
Agresi Militer Belanda di Wilayah Batu Pujon 1947-1948: Sebuah Kajian Sejarah Lokal
Abstrak: Peristiwa yang menandai periode 1945-1950 adalah Agresi Militer I dan II oleh pemerintah Belanda dengan mengerahkan berbagai divisi militer sebagai upaya merebut kembali t...

Back to Top