Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengendalian Proyek Berbasis Risiko Pada Proyek Embung Tukad Unda Di Klungkung Bali

View through CrossRef
Proyek pembanguna Pusat Kebudayaan Bali (PKB) memiliki luas 337.68 Hektar di Kabupaten Klungkung, PKB yang merupakan salah satu program pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pengembangan destinasi pariwisata Bali dan upaya melestrikan adat istiadat Budaya Bali. Dalam upaya mendukung proyek tersebut maka diperlukan infrastruktur penyediaan air baku sebagai support sistem ketika beroperasi nanti, proyek tersebut adalah pembangunan Embung Tukat Unda seluas 5,97 Hektar yang terletak disudut utara kawasan Pusat Kebudayaan Bali. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan kajian mengenai alternatif metode pengawasan menyeluruh yang  mampu melingkupi site konstruksi yang luas, area quarry, dan rute perjalanan dari quarry ke site konstruksi maupun sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko dengan fokus kajian pada pengendalian proyek berbasis risiko pada proyek pembanguna Embung Tukad Unda dengan melakukan identifikasi, penilaian, serta pengendalian atas risiko yang mungkin muncul. Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif dengan sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket, studi pustaka, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah HIRARC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Terdapat 38 risiko kecelakaan kerja yang teridentifikasi dalam pelaksanaan proyek pembangunan Embung Tukad Unda 2) Pada penilaian risiko, mayoritas risiko yang teridentifikasi pada proyek pembangunan Embung Tukad Unda berada pada kategori high yaitu sebanyak 18 (delapan belas) risiko dengan persentase 47,37%. Selanjutnya, sebanyak 17 risiko termasuk dalam kategori moderate dengan persentase 44,74%. Sedangkan, pada kategori extreme sebanyak 3 (tiga) risiko dengan persentase 7,89% 3) Pengendalian risiko yang dapat dilakukan dari tiga tingkat risiko yang ditemukan yaitu moderate, high, dan extreme yaitu dengan mengurangi risiko melalui administrative control, engineering control, dan warning system. Upaya pengendalian utama yang saat ini menjadi fokus adalah dengan menerapkan perkembangan teknologi dengan Helm So Safe sebagai bentuk inovasi dari teknologi dalam lingkup proyek untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja pada pelaksanaan proyek.
Title: Pengendalian Proyek Berbasis Risiko Pada Proyek Embung Tukad Unda Di Klungkung Bali
Description:
Proyek pembanguna Pusat Kebudayaan Bali (PKB) memiliki luas 337.
68 Hektar di Kabupaten Klungkung, PKB yang merupakan salah satu program pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pengembangan destinasi pariwisata Bali dan upaya melestrikan adat istiadat Budaya Bali.
Dalam upaya mendukung proyek tersebut maka diperlukan infrastruktur penyediaan air baku sebagai support sistem ketika beroperasi nanti, proyek tersebut adalah pembangunan Embung Tukat Unda seluas 5,97 Hektar yang terletak disudut utara kawasan Pusat Kebudayaan Bali.
Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan kajian mengenai alternatif metode pengawasan menyeluruh yang  mampu melingkupi site konstruksi yang luas, area quarry, dan rute perjalanan dari quarry ke site konstruksi maupun sebaliknya.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko dengan fokus kajian pada pengendalian proyek berbasis risiko pada proyek pembanguna Embung Tukad Unda dengan melakukan identifikasi, penilaian, serta pengendalian atas risiko yang mungkin muncul.
Data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif dengan sumber data primer dan data sekunder.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket, studi pustaka, dan studi dokumentasi.
Teknik analisis data yang digunakan adalah HIRARC.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Terdapat 38 risiko kecelakaan kerja yang teridentifikasi dalam pelaksanaan proyek pembangunan Embung Tukad Unda 2) Pada penilaian risiko, mayoritas risiko yang teridentifikasi pada proyek pembangunan Embung Tukad Unda berada pada kategori high yaitu sebanyak 18 (delapan belas) risiko dengan persentase 47,37%.
Selanjutnya, sebanyak 17 risiko termasuk dalam kategori moderate dengan persentase 44,74%.
Sedangkan, pada kategori extreme sebanyak 3 (tiga) risiko dengan persentase 7,89% 3) Pengendalian risiko yang dapat dilakukan dari tiga tingkat risiko yang ditemukan yaitu moderate, high, dan extreme yaitu dengan mengurangi risiko melalui administrative control, engineering control, dan warning system.
Upaya pengendalian utama yang saat ini menjadi fokus adalah dengan menerapkan perkembangan teknologi dengan Helm So Safe sebagai bentuk inovasi dari teknologi dalam lingkup proyek untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja pada pelaksanaan proyek.

Related Results

PERENCANAAN EMBUNG HIANG, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT
PERENCANAAN EMBUNG HIANG, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT
Embung Hiang adalah embung desa yang terletak di Desa Haur Kuning Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Embung Hiang merupakan bagian dari program pemerintah daerah ...
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DOMINANMANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN PROYEK TAHAP KONSTRUKSI
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DOMINANMANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN PROYEK TAHAP KONSTRUKSI
Dalam setiap aktivitas proyek tentu mengandung unsur risiko, semakin komplek sebuah proyek semakin besarrisiko yang akan terjadi. Kurangnya perhatian terhadap manajemen risiko dapa...
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang rentan terkena risiko. Sumber utama risiko yaitu pada produksi, sumber daya manusia, dan pasar. Risiko yang terjadi belum menjadi per...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
Manajemen Risiko pada Proyek Bangunan Gedung di Kabupaten Tasikmalaya
Manajemen Risiko pada Proyek Bangunan Gedung di Kabupaten Tasikmalaya
Dalam setiap pelaksanan pembangunan proyek konstruksi faktor-faktor risiko yang berasal dari dalam atau dari luar bisa saja terjadi. Dimana resiko-resiko yang terjadi kemungkinan b...
Pengembangan Agrowisata di Desa Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem
Pengembangan Agrowisata di Desa Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem
Development of Agrowisata in Tenganan Dauh Tukad Village, Manggis District, Karangasem District Tenganan Dauh Tukad Village is one of the villages located close to popular to...

Back to Top