Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Stres, Kecemasan, dan Depresi dengan Gangguan Tidur pada Mahasiswa Universitas Diponegoro
View through CrossRef
Latar belakang: Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh manusia agar tubuh bisa berfungsi normal untuk beraktivitas secara optimal sehari-hari. Namun, tidak semua orang memiliki pola tidur yang normal. Di indonesia, prevalensi gangguan tidur mencapai angka 10%, atau sekitar 23 juta dari 238 juta penduduk indonesia menderita gangguan tidur. Faktor-faktor terkait tidur bermacam-macam meliputi faktor gaya hidup, faktor psikososial, faktor lingkungan, dan faktor kondisi medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres, tingkat kecemasan, dan tingkat depresi dengan kejadian gangguan tidur pada mahasiswa Universitas Diponegoro. Metode: Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik obsevasional dengan desain studi Cross-Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Diponegoro dengan jumlah sampel sebanyak 223 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling. Uji statistik Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel.Hasil: Hasil analisis Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p=0,001), tingkat kecemasan (p=0,000), dan tingkat depresi (p=0,002) dengan kejadian gangguan tidur pada mahasiswa Universitas Diponegoro. Simpulan: Faktor psikologis seperti stres, kecemasan dan depresi pada mahasiswa dapat menyebabkan gangguan tidur. Mahasiswa diharapkan untuk mencari konseling sebelum kondisi kesehatan mentalnya memburuk dan universitas diharapkan memberikan layanan konseling bagi mahasiswa. Menjaga kesehatan mental dengan baik dapat mencegah gangguan tidur.Kata kunci: Stres; Kecemasan; Depresi; Gangguan Tidur; Mahasiswa ABSTRACTTitle: The Relationship between Stress, Anxiety and Depression and Sleep Disorders in Diponegoro University StudentsBackground: Sleep is an important component of human homeostasis. However, not everyone has normal sleep patterns. in indonesia, the prevalence of sleep disorders reaches 10%, or around 23 million of the total 238 million indonesian population suffer from sleep disorders. There are various factors related to sleep, including lifestyle factors, medical condition factors, environmental factors, and psychosocial factors include stress, anxiety and depression. The purpose of this study is to analyze the relationship level of stress, level of depression, and level of anxiety with the incidence of sleep disorder in Diponegoro University students.Method: This study is a quantitative study with an observational analytical approach using a Cross-Sectional study design. The study population is Diponegoro University students. This study used a purposive sampling technique with a sample of 223 respondents. Bivariate analysis to test the relationship between variables uses the Chi-Square statistical test. Data were analyzed univariately and bivariately. Bivariate analysis uses the Chi-Square statistical test to analyze the relationship between variables.Result: This study showed that 52% students had at least one type of sleep disorder. The type of sleep disorder most often experienced by Diponegoro University students is insomnia (34%). There is a relationship between stress level (p=0.001), anxiety level (p=0.000), and depression level (p=0.002) with the incidence of sleep disorder in Diponegoro University students. Conclusion: Psychological factors such as stress, anxiety and depression in students can cause sleep disorders. Students are expected to seek counseling before their mental health condition worsens and universities are expected to provide counseling services for students. Maintaining good mental health can prevent sleep disorders.Keywords: Stress; Anxiety; Depression; Sleep Disorders; College Students
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Hubungan Stres, Kecemasan, dan Depresi dengan Gangguan Tidur pada Mahasiswa Universitas Diponegoro
Description:
Latar belakang: Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh manusia agar tubuh bisa berfungsi normal untuk beraktivitas secara optimal sehari-hari.
Namun, tidak semua orang memiliki pola tidur yang normal.
Di indonesia, prevalensi gangguan tidur mencapai angka 10%, atau sekitar 23 juta dari 238 juta penduduk indonesia menderita gangguan tidur.
Faktor-faktor terkait tidur bermacam-macam meliputi faktor gaya hidup, faktor psikososial, faktor lingkungan, dan faktor kondisi medis.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres, tingkat kecemasan, dan tingkat depresi dengan kejadian gangguan tidur pada mahasiswa Universitas Diponegoro.
Metode: Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik obsevasional dengan desain studi Cross-Sectional.
Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Diponegoro dengan jumlah sampel sebanyak 223 responden.
Teknik sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling.
Uji statistik Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel.
Hasil: Hasil analisis Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p=0,001), tingkat kecemasan (p=0,000), dan tingkat depresi (p=0,002) dengan kejadian gangguan tidur pada mahasiswa Universitas Diponegoro.
Simpulan: Faktor psikologis seperti stres, kecemasan dan depresi pada mahasiswa dapat menyebabkan gangguan tidur.
Mahasiswa diharapkan untuk mencari konseling sebelum kondisi kesehatan mentalnya memburuk dan universitas diharapkan memberikan layanan konseling bagi mahasiswa.
Menjaga kesehatan mental dengan baik dapat mencegah gangguan tidur.
Kata kunci: Stres; Kecemasan; Depresi; Gangguan Tidur; Mahasiswa ABSTRACTTitle: The Relationship between Stress, Anxiety and Depression and Sleep Disorders in Diponegoro University StudentsBackground: Sleep is an important component of human homeostasis.
However, not everyone has normal sleep patterns.
in indonesia, the prevalence of sleep disorders reaches 10%, or around 23 million of the total 238 million indonesian population suffer from sleep disorders.
There are various factors related to sleep, including lifestyle factors, medical condition factors, environmental factors, and psychosocial factors include stress, anxiety and depression.
The purpose of this study is to analyze the relationship level of stress, level of depression, and level of anxiety with the incidence of sleep disorder in Diponegoro University students.
Method: This study is a quantitative study with an observational analytical approach using a Cross-Sectional study design.
The study population is Diponegoro University students.
This study used a purposive sampling technique with a sample of 223 respondents.
Bivariate analysis to test the relationship between variables uses the Chi-Square statistical test.
Data were analyzed univariately and bivariately.
Bivariate analysis uses the Chi-Square statistical test to analyze the relationship between variables.
Result: This study showed that 52% students had at least one type of sleep disorder.
The type of sleep disorder most often experienced by Diponegoro University students is insomnia (34%).
There is a relationship between stress level (p=0.
001), anxiety level (p=0.
000), and depression level (p=0.
002) with the incidence of sleep disorder in Diponegoro University students.
Conclusion: Psychological factors such as stress, anxiety and depression in students can cause sleep disorders.
Students are expected to seek counseling before their mental health condition worsens and universities are expected to provide counseling services for students.
Maintaining good mental health can prevent sleep disorders.
Keywords: Stress; Anxiety; Depression; Sleep Disorders; College Students.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan tidur pada umumnya sering kita temukan pada masyarakat awam, terutama pada orang dengan lanjut usia (lansia). Prevalensinya sekitar 76%. Kelompok lansia lebih sering menga...
Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Kualitas Tidur Pada Mahaiswa ITSK Dr Rs Soepraoen
Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Kualitas Tidur Pada Mahaiswa ITSK Dr Rs Soepraoen
Latar Belakang: Mahasiswa berada pada fase dewasa awal yang ditandai dengan berbagai tuntutan akademik dan penyesuaian sosial. Beban akademik yang tinggi, jadwal perkuliahan yang p...
GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI
GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI
Lansia di Indonesia setiap tahunya terus mengalami peningkatan. Seiring bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan fisik, kognitif, dan psikososial yang merupakan dampak negatif...
Angka Kejadian Depresi pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis Menggunakan Metode Pengukuran Geriatric Depression Scale
Angka Kejadian Depresi pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis Menggunakan Metode Pengukuran Geriatric Depression Scale
Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik mengakibatkan penurunan fungsi ginjal progresif dan irreversible sehingga memerlukan terapi pengganti ginjal berupa dialisis atau transplanta...
Hubungan Kebiasaan Tidur dengan Pencapaian Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2019-2021
Hubungan Kebiasaan Tidur dengan Pencapaian Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2019-2021
ABSTRACT Medical students are a subgroup of the general population who are prone to sleep deprivation, possibly due to high learning intensity, clinical tasks including night shift...
Hubungan Asupan Lemak Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Di Wilayah Sukoharjo
Hubungan Asupan Lemak Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Di Wilayah Sukoharjo
Mahasiswa sering mengalami gangguan tidur akibat aktivitas yang padat, yang dapat meningkatkan konsumsi makanan pada malam hari. Kualitas tidur yang buruk berdampak pada kesehatan ...

