Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dinamika pH dan C-Organik Tanah Pada Berbagai Kemiringan Lereng Dan Tahun Pangkas Di Perkebunan Teh Jawa Barat

View through CrossRef
Produktivitas teh dipengaruhi oleh kualitas tanah dan tanaman di lahan perkebunan. Parameter kualitas tanah yang umum digunakan sebagai indikator kesuburan tanah adalah C-organik dan kemasaman tanah (pH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara tahun pangkas (TP) dan kemiringan lereng terhadap C-organik dan pH. Penelitian dilaksanakan di kebun dan laboratorium Pusat Penelitian Teh dan Kina. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 2 faktor yaitu tahun pangkas dan kemiringan lereng dengan 3 kali ulangan. Faktor tahun pangkas meliputi TP-1 (tahun pangkas 1), TP-2 (tahun pangkas 2), TP-3 (tahun pangkas 3), dan TP-4 (tahun pangkas 4). Faktor kemiringan lereng dibagi menjadi dua yaitu datar (0-8%) dan miring (8-15%). Hasil penelitian menunjukkan kandungan C-organik tanah tertinggi diperoleh pada perlakuan tahun pangkas 3 (TP-3) dengan slope miring, sedangkan C-organik terendah pada perlakuan tahun pangkas 4 (TP-4) dengan slope miring. Nilai pH tertinggi pada perlakuan tahun pangkas 4 (TP-4) dengan permukaan tanah datar. Sedangkan nilai pH terendah pada perlakuan tahun pangkas 3 (TP-3) dengan permukaan tanah miring. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel tahun pangkas memberikan pengaruh nyata terhadap C-Organik dan pH, sedangkan kemiringan lereng tidak memberikan pengaruh nyata.
Title: Dinamika pH dan C-Organik Tanah Pada Berbagai Kemiringan Lereng Dan Tahun Pangkas Di Perkebunan Teh Jawa Barat
Description:
Produktivitas teh dipengaruhi oleh kualitas tanah dan tanaman di lahan perkebunan.
Parameter kualitas tanah yang umum digunakan sebagai indikator kesuburan tanah adalah C-organik dan kemasaman tanah (pH).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara tahun pangkas (TP) dan kemiringan lereng terhadap C-organik dan pH.
Penelitian dilaksanakan di kebun dan laboratorium Pusat Penelitian Teh dan Kina.
Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 2 faktor yaitu tahun pangkas dan kemiringan lereng dengan 3 kali ulangan.
Faktor tahun pangkas meliputi TP-1 (tahun pangkas 1), TP-2 (tahun pangkas 2), TP-3 (tahun pangkas 3), dan TP-4 (tahun pangkas 4).
Faktor kemiringan lereng dibagi menjadi dua yaitu datar (0-8%) dan miring (8-15%).
Hasil penelitian menunjukkan kandungan C-organik tanah tertinggi diperoleh pada perlakuan tahun pangkas 3 (TP-3) dengan slope miring, sedangkan C-organik terendah pada perlakuan tahun pangkas 4 (TP-4) dengan slope miring.
Nilai pH tertinggi pada perlakuan tahun pangkas 4 (TP-4) dengan permukaan tanah datar.
Sedangkan nilai pH terendah pada perlakuan tahun pangkas 3 (TP-3) dengan permukaan tanah miring.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel tahun pangkas memberikan pengaruh nyata terhadap C-Organik dan pH, sedangkan kemiringan lereng tidak memberikan pengaruh nyata.

Related Results

Analisis pengaruh topografi lereng dan waktu pemangkasan terhadap kesuburan tanah di perkebunan teh, Jawa Barat
Analisis pengaruh topografi lereng dan waktu pemangkasan terhadap kesuburan tanah di perkebunan teh, Jawa Barat
Produktivitas teh mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Kondisi lahan yang tidak sesuai dapat berpengaruh terhadap produktifitas perkebunan teh. Topografi lereng dan umur pangka...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
Karakteristik sifat fisik andisols typic melanudands pada beberapa kemiringan lereng di perkebunan teh gambung, Jawa barat
Karakteristik sifat fisik andisols typic melanudands pada beberapa kemiringan lereng di perkebunan teh gambung, Jawa barat
Andisols merupakan tanah yang dominan di tanami di perkebunan teh dengan ciri terdapat di dataran tinggi, areal berbukit dengan curah hujan tinggi dan mempunyai kandungan bahan org...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X
Abstract. Geotechnical study data collection includes geotechnical mapping, observations of landslide models that can occur, and sampling for testing physical and mechanical proper...
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende
Bencana tanah longsor telah melanda ruas jalan Ende-Maumere Kilometer 17, Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Minggu malam, ta...
PENGARUH ALIRAN AIR PADA KESTABILAN LERENG
PENGARUH ALIRAN AIR PADA KESTABILAN LERENG
Bahaya longsor pada suatu lereng dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk akibat air hujan yang turun di atas permukaan lereng. Pemicu longsor akibat air hujan dapat terjadi sew...

Back to Top