Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MENILIK CARA PANDANG MASYARAKAT JAWA TENTANG EMOSI MELALUI METAFORA

View through CrossRef
Metafora tidak hanya sebatas ekspresi linguistik semata. Lebih dari itu, metafora memiliki korelasi dengan cara pandang dan budaya penggunannya. Berkaitan dengan itu, penelitian ini dilakukan untuk membahas bagaimana cara pandang masyarakat Jawa terhadap emosi melalui leksikon-leksikon yang digunakan dalam ungkapan metaforis. Cara pandang itu berimplikasi pada pola pikir yang kemudian akan memengaruhi cara bertindak masyarakat Jawa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semantik kognitif dengan menitikberatkan pada teori Metafora Konseptual yang digagas oleh Lakoff. Data penelitian ini berupa ungkapan-ungkapan yang mengandung metafora emosi. Melalui analisis ditemukan bahwa dalam ungkapan metaforis emosi, masyarakat Jawa menggunakan leksikon-leksikon, antara lain “nguntal”, “ngukir”, “semplah”, “kobong”, “geni kang murub”, “ngopeni”, “nyicil”, “luntur”, “mandhek”, dan “ngesokake”. Penggunaan leksikon-leksikon itu menggambarkan konseptualisasi bagaimana masyarakat Jawa memahami emosi. Berdasarkan hasil analisis terhadap leksikon-leksikon itu ditemukan bahwa masyarakat Jawa memahami emosi sebagai kekuatan, api, benda berharga, proses, perjalanan, dan materi.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Title: MENILIK CARA PANDANG MASYARAKAT JAWA TENTANG EMOSI MELALUI METAFORA
Description:
Metafora tidak hanya sebatas ekspresi linguistik semata.
Lebih dari itu, metafora memiliki korelasi dengan cara pandang dan budaya penggunannya.
Berkaitan dengan itu, penelitian ini dilakukan untuk membahas bagaimana cara pandang masyarakat Jawa terhadap emosi melalui leksikon-leksikon yang digunakan dalam ungkapan metaforis.
Cara pandang itu berimplikasi pada pola pikir yang kemudian akan memengaruhi cara bertindak masyarakat Jawa.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semantik kognitif dengan menitikberatkan pada teori Metafora Konseptual yang digagas oleh Lakoff.
Data penelitian ini berupa ungkapan-ungkapan yang mengandung metafora emosi.
Melalui analisis ditemukan bahwa dalam ungkapan metaforis emosi, masyarakat Jawa menggunakan leksikon-leksikon, antara lain “nguntal”, “ngukir”, “semplah”, “kobong”, “geni kang murub”, “ngopeni”, “nyicil”, “luntur”, “mandhek”, dan “ngesokake”.
Penggunaan leksikon-leksikon itu menggambarkan konseptualisasi bagaimana masyarakat Jawa memahami emosi.
Berdasarkan hasil analisis terhadap leksikon-leksikon itu ditemukan bahwa masyarakat Jawa memahami emosi sebagai kekuatan, api, benda berharga, proses, perjalanan, dan materi.

Related Results

Dinamika Emosi Tokoh Kinan dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf
Dinamika Emosi Tokoh Kinan dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dinamika emosi Kinan dalam novel Layangan Putus Karya Mommy Asf. Pendekatan yang digunakan adalah Psikologi Sastra. Metode yang d...
METAFORA DALAM KEBUDAYAAN ISLAM MELAYU SUMATERA SELATAN
METAFORA DALAM KEBUDAYAAN ISLAM MELAYU SUMATERA SELATAN
Metafora dalam sastra lisan merupakan bagian khazanah kekayaan kebudayaan masyarakat Melayu Islam Sumatera Selatan. Beragam bentuk sastra lisan masyarakat Melayu Sumatera Selatan m...
Menerokai Emosi Belia dalam Organisasi di Lembah Klang
Menerokai Emosi Belia dalam Organisasi di Lembah Klang
Emosi adalah sesuatu yang dirasai individu secara dalaman. Pelbagai bentuk emosi yang akan ditunjukkan seseorang individu dalam organisasi. Konsep emosi mempunyai pelbagai dimensi ...
Gambaran Perilaku Disregulasi Emosi Anak Prasekolah Usia 3-4 Tahun
Gambaran Perilaku Disregulasi Emosi Anak Prasekolah Usia 3-4 Tahun
Abstrak. Regulasi emosi merupakan kemampuan anak dalam mengekspresikan, mengenali dan mengatur emosi agar dapat ditampilkan sesuai dengan norma sosial yang berlaku. Sebaliknya, dis...
METAFORA DALAM PANTUN MELAYU KALIMANTAN BARAT
METAFORA DALAM PANTUN MELAYU KALIMANTAN BARAT
Abstract Pantun is an old form of poetry in Malay literature that until now is still used actively in various activities of malay nusantara community life, including in West Kalima...
Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak
Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak
Orang Jawa seringkali digambarkan sebagai manusia yang memiliki tradisi dan sikap hidup yang ikhlas dan selaras. Dalam kesusastraan Indonesia, gambaran masyarakat Jawa seringkali d...
METAFORA DALAM KAJIAN LINGUISTIK, SASTRA, DAN TERJEMAHAN: SEBUAH PENGANTAR
METAFORA DALAM KAJIAN LINGUISTIK, SASTRA, DAN TERJEMAHAN: SEBUAH PENGANTAR
Pada makalah ini penulis bertujuan untuk menunjukkan bagaimana metafora dianalisis dalam kajian linguistik, sastra, dan terjemahan. Penulis menguraikan teori dan metodologi penelit...

Back to Top