Javascript must be enabled to continue!
POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
View through CrossRef
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wilayahnya yang berada di daratan rendah yang menyebabkan wilayah kabupaten ini memilki curah hujan yang tinggi jika di bandingkan dengan kabupaten yang lainnya yang ada di Provinsi Bali dengan rata-rata hujan pertahunnya yang terendah yaitu mencapai 900 mm dan untuk yang tertinggi bisa mencapai 3.500 mm per tahunnya. Dalam penelitian seperti ini memiliki tujuan untuk dapat mengetahui bagaimana besaran dari potensi cadangan air tanah yang dimiliki oleh Kabupaten Bangli ini dan akan diketahui juga wilayah dimana saja yang memiliki paling rendah potensi cadangan air tanah sampai wilayah yang paling tinggi potensi cadangan airnya menurut kapasitas air hujan yang meresap ke dalam tanah untuk menjadi cadangan air pada suatu cekungan air tanah. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan pengkelasan di setiap data potensi cadangan air tanah dari yang sangat tinggi sampai yang sangat rendah, data potensi cadangan air tanah ini di dapatkan dari beberapa data dari lapangan amupun dari suatu instansi dan di gabungkan sehingga menjadikan data debit air tanah untuk menjadi acuan dalam penentuan potensi cadangan air tanah. Pemberian kelas tersebut akan dilakukan secara otomatis pada aplikasi ArcGis dengan menggunakan teknik geometri interval dengan cara mengkalikan semua data yang akan digunakan supaya di dapatkan data debit air tanah per tahunnya dan pembagian per kelasnya dilakukan sesuai dengan hasil dari proses geometri interval tersebut dengan menggunakan pengkelasan yaitu dari sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Dari penelitian ini akan di hasilkan berupa peta yang berisikan informasi tentang potensi cadangan air tanah yang ada di Kabupaten Bangli dan dengan informasi dari peta tersebut akan diketahui seberapa besar debit air tanah yang terdapat di kabupaten ini dan dan juga akan di ketahui bahwa sebagian besar wilayah yang ada di Kabupaten Bangli memang memilki potensi cadangan air tanah yang sangat tinggi dan sebagian wilayah yang memiliki potensi cadangan air tanah tinggi tersebut berada pada wilayah yang terdapat pada daratan yang lebih rendah yaitu Kecamatan Bangli, Susut, dan Tembuku, akan tetapi potensi cadangan air tanah yang tinggi tersebut tidak terdapat di semua wilayah di kabupaten ini dan hanya ada beberapa wilayah yang memiliki potensi cadangan air tanah yang lebih rendah seperti wilayah yang ada pada daratan yang lebih tinggi seperti di Kecamatan Kintamani yang walaupun kecamatan ini memiliki sebuah danau dan curah hujan yang relatif tinggi juga seperti kecamatan yang lainnya akan tetapi potensi cadangan air tanahnya masih kalah dengan kecamatan yang lainnya. Perbedaan potensi cadangan air tanah tersebut bisa disebabkan oleh faktor air hujan yang turun pada wilayah daratan tinggi seperti Kecamatan Kintamani tidak langsung meresap ke dalam tanah untuk menjadi cadangan air tanah pada cekungan air tanah melainkan ada air hujan yang mengalir ke wilayah yang lebih rendah, lalu meresap ke dalam tanah dan menyebabkan wilayah pada daratan lebih rendah yang sama-sama memiliki curah hujan yang tinggi menjadikan wilayahnya banyak mendapatan air hujan dari wilayahnya sendiri maupun dari air hujan yang mengalir dari daerah atas.
Universitas Pendidikan Ganesha
Title: POTENSI INDIKATIF CADANGAN AIR TANAH DI KABUPATEN BANGLI
Description:
Wilayah pada Kabupaten Bangli merupakan kawasan kabupaten yang tanpa memiliki kawasan pantai serta sebagian besar wilayahnya berada pada daratan tinggi dan hanya sebagian kecil wilayahnya yang berada di daratan rendah yang menyebabkan wilayah kabupaten ini memilki curah hujan yang tinggi jika di bandingkan dengan kabupaten yang lainnya yang ada di Provinsi Bali dengan rata-rata hujan pertahunnya yang terendah yaitu mencapai 900 mm dan untuk yang tertinggi bisa mencapai 3.
500 mm per tahunnya.
Dalam penelitian seperti ini memiliki tujuan untuk dapat mengetahui bagaimana besaran dari potensi cadangan air tanah yang dimiliki oleh Kabupaten Bangli ini dan akan diketahui juga wilayah dimana saja yang memiliki paling rendah potensi cadangan air tanah sampai wilayah yang paling tinggi potensi cadangan airnya menurut kapasitas air hujan yang meresap ke dalam tanah untuk menjadi cadangan air pada suatu cekungan air tanah.
Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan pengkelasan di setiap data potensi cadangan air tanah dari yang sangat tinggi sampai yang sangat rendah, data potensi cadangan air tanah ini di dapatkan dari beberapa data dari lapangan amupun dari suatu instansi dan di gabungkan sehingga menjadikan data debit air tanah untuk menjadi acuan dalam penentuan potensi cadangan air tanah.
Pemberian kelas tersebut akan dilakukan secara otomatis pada aplikasi ArcGis dengan menggunakan teknik geometri interval dengan cara mengkalikan semua data yang akan digunakan supaya di dapatkan data debit air tanah per tahunnya dan pembagian per kelasnya dilakukan sesuai dengan hasil dari proses geometri interval tersebut dengan menggunakan pengkelasan yaitu dari sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah.
Dari penelitian ini akan di hasilkan berupa peta yang berisikan informasi tentang potensi cadangan air tanah yang ada di Kabupaten Bangli dan dengan informasi dari peta tersebut akan diketahui seberapa besar debit air tanah yang terdapat di kabupaten ini dan dan juga akan di ketahui bahwa sebagian besar wilayah yang ada di Kabupaten Bangli memang memilki potensi cadangan air tanah yang sangat tinggi dan sebagian wilayah yang memiliki potensi cadangan air tanah tinggi tersebut berada pada wilayah yang terdapat pada daratan yang lebih rendah yaitu Kecamatan Bangli, Susut, dan Tembuku, akan tetapi potensi cadangan air tanah yang tinggi tersebut tidak terdapat di semua wilayah di kabupaten ini dan hanya ada beberapa wilayah yang memiliki potensi cadangan air tanah yang lebih rendah seperti wilayah yang ada pada daratan yang lebih tinggi seperti di Kecamatan Kintamani yang walaupun kecamatan ini memiliki sebuah danau dan curah hujan yang relatif tinggi juga seperti kecamatan yang lainnya akan tetapi potensi cadangan air tanahnya masih kalah dengan kecamatan yang lainnya.
Perbedaan potensi cadangan air tanah tersebut bisa disebabkan oleh faktor air hujan yang turun pada wilayah daratan tinggi seperti Kecamatan Kintamani tidak langsung meresap ke dalam tanah untuk menjadi cadangan air tanah pada cekungan air tanah melainkan ada air hujan yang mengalir ke wilayah yang lebih rendah, lalu meresap ke dalam tanah dan menyebabkan wilayah pada daratan lebih rendah yang sama-sama memiliki curah hujan yang tinggi menjadikan wilayahnya banyak mendapatan air hujan dari wilayahnya sendiri maupun dari air hujan yang mengalir dari daerah atas.
Related Results
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Studi Review: Perbandingan Cadangan Karbon pada Tanah Gambut dan Tanah Mangrove
Studi Review: Perbandingan Cadangan Karbon pada Tanah Gambut dan Tanah Mangrove
Pemanasan global (global warming) merupakan salah satu bahasan penting yang menjadi perhatian banyak pihak di seluruh dunia. Salah satu upaya penurunan emisi karbon dapat dilakukan...
Nur Puspita Sari
Nur Puspita Sari
Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling d...
Kajian Teoritis Pengelolaan Bank Tanah Dalam Rangka Perwujudan Reforma Agraria
Kajian Teoritis Pengelolaan Bank Tanah Dalam Rangka Perwujudan Reforma Agraria
Latar belakang pembentukan Bank Tanah adalah untuk memberikan jaminan penyediaan tanah untuk kepentingan ekonomi berkeadilan, yang salah satunya adalah Reforma Agraria. Tujuan dari...
PENGARUH ALIRAN AIR PADA KESTABILAN LERENG
PENGARUH ALIRAN AIR PADA KESTABILAN LERENG
Bahaya longsor pada suatu lereng dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk akibat air hujan yang turun di atas permukaan lereng. Pemicu longsor akibat air hujan dapat terjadi sew...
STUDI KASUS PENURUNAN MUKA TANAH DAN MUKA AIR TANAH DI JAKARTA PUSAT TAHUN 2010-2022
STUDI KASUS PENURUNAN MUKA TANAH DAN MUKA AIR TANAH DI JAKARTA PUSAT TAHUN 2010-2022
DKI Jakarta, as the center of Indonesia's economic and governmental activities, faces serious challenges related to significant land subsidence. High population density, rapid indu...
Pengelolaan Aset Bank Tanah untuk Mewujudkan Ekonomi Berkeadilan
Pengelolaan Aset Bank Tanah untuk Mewujudkan Ekonomi Berkeadilan
ABSTRACT
The goal of establishing a land bank in Indonesia has been initiated with the issuance of Government Regulation Number 64 of 2021 concerning Land Bank Agency. Based on thi...
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
Tanah lempung ekspansif merupakan jenis tanah yang sering menimbulkan masalah dalam bidang konstruksi karena memiliki sifat kembang susut yang tinggi. Untuk mengatasi hal terseb...

