Javascript must be enabled to continue!
Perilaku Swamedikasi
View through CrossRef
Latar belakang: Swamedikasi merupakan perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang terjadi. Swamedikasi sendiri merupakan bagian dari “self care” yang merupakan usaha untuk mempertahankan kesehatan atau mencegah dan mengatasi penyakit. Penggunaan obat-obat herbal atau tradisional dan obat-obatan yang diperoleh dengan menggunakan kembali atau mengirim kembali resep sebelumnya juga termasuk kedalam perilaku swamedikasi. Perilaku swamedikasi pada masyarakat Indonesia tergolong tinggi. Tujuan: Mengetahui mengenai syarat, manfaat, resiko, dan penggunaan obat rasional pada perilaku swamedikasi. Metode : Metode yang digunakan adalah studi literatur yang bertujuan untuk merangkum pemahaman terkini dari topik dengan cara meringkas topik pembahasan yang telah diterbitkan sebelumnya. Hasil: Syarat perilaku swamedikasi, termasuk didalamnya membeli obat-obatan dengan menggunakan kembali atau mengirim kembali resep sebelumnya, mengambil obat-obatan atas saran keluarga atau orang lain, dan mengonsumsi obat-obatan sisa. Faktor utama yang mendasari perilaku swamedikasi adalah obat-obatan dan biaya pengobatan yang mahal, kurangnya pendidikan dan pengetahuan dalam bidang kesehatan. Swamedikasi memberikan solusi yang murah, cepat, dan nyaman dalam mengatasi penyakit ringan jika dilakuan berdasarkan penggunaan obatan rasional. Swamedikasi akan menghemat lebih banyak waktu dan biaya dalam mencari fasilitas kesehatan. Perilaku swamedikasi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan jika dilakukan dengan tidak tepat.
Akademi Keperawatan Sandi Karsa
Title: Perilaku Swamedikasi
Description:
Latar belakang: Swamedikasi merupakan perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang terjadi.
Swamedikasi sendiri merupakan bagian dari “self care” yang merupakan usaha untuk mempertahankan kesehatan atau mencegah dan mengatasi penyakit.
Penggunaan obat-obat herbal atau tradisional dan obat-obatan yang diperoleh dengan menggunakan kembali atau mengirim kembali resep sebelumnya juga termasuk kedalam perilaku swamedikasi.
Perilaku swamedikasi pada masyarakat Indonesia tergolong tinggi.
Tujuan: Mengetahui mengenai syarat, manfaat, resiko, dan penggunaan obat rasional pada perilaku swamedikasi.
Metode : Metode yang digunakan adalah studi literatur yang bertujuan untuk merangkum pemahaman terkini dari topik dengan cara meringkas topik pembahasan yang telah diterbitkan sebelumnya.
Hasil: Syarat perilaku swamedikasi, termasuk didalamnya membeli obat-obatan dengan menggunakan kembali atau mengirim kembali resep sebelumnya, mengambil obat-obatan atas saran keluarga atau orang lain, dan mengonsumsi obat-obatan sisa.
Faktor utama yang mendasari perilaku swamedikasi adalah obat-obatan dan biaya pengobatan yang mahal, kurangnya pendidikan dan pengetahuan dalam bidang kesehatan.
Swamedikasi memberikan solusi yang murah, cepat, dan nyaman dalam mengatasi penyakit ringan jika dilakuan berdasarkan penggunaan obatan rasional.
Swamedikasi akan menghemat lebih banyak waktu dan biaya dalam mencari fasilitas kesehatan.
Perilaku swamedikasi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan jika dilakukan dengan tidak tepat.
Related Results
Hubungan Pengetahuan Swamedikasi dengan Perilaku Penggunaan Suplemen Vitamin C Masyarakat Kota Denpasar
Hubungan Pengetahuan Swamedikasi dengan Perilaku Penggunaan Suplemen Vitamin C Masyarakat Kota Denpasar
ABSTRAKHUBUNGAN PENGETAHUAN SWAMEDIKASI DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN SUPLEMEN VITAMIN C MASYARAKAT KOTA DENPASARNi Kadek Ferdina Pungasti1, Putu Eka Arimbawa2, I Made Bakta3Program S...
Perilaku Swamedikasi pada Perokok di Indonesia
Perilaku Swamedikasi pada Perokok di Indonesia
Praktik swamedikasi dianggap dapat menjadi solusi cepat dalam pengobatan ketika seseorang tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan formal tetapi pada sisi yang lain perilaku ini d...
HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN TERKAIT PERILAKU SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT KABUPATEN DEMAK DI MASA PANDEMIK COVID-19
HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN TERKAIT PERILAKU SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT KABUPATEN DEMAK DI MASA PANDEMIK COVID-19
Swamedikasi merupakan proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan keluhan atau gejalanya sampai pada pemilihan dan penggunaan obat. Tujuan dilakuk...
Gambaran Perilaku Swamedikasi Masyarakat Di Kelompok Senam Klinik Unai
Gambaran Perilaku Swamedikasi Masyarakat Di Kelompok Senam Klinik Unai
Pendahuluan : perilaku swamedikasi merupakan respon seseorang terhadap rangsangan dari luar sehingga individu tersebut melakukan pengobatan sendiri tanpa resep dokter untuk mengo...
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Swamedikasi Gastritis pada Mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah di Surabaya
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Swamedikasi Gastritis pada Mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah di Surabaya
Swamedikasi merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mengobati penyakit ringan dengan pemilihan obat-obatan yang tepat. Jika swamedikasi tidak dilakukan dengan tepat akan membuat...
Ketepatan Reasoning/Judgement dan Rekomendasi Mahasiswa Farmasi pada Kasus Vignette Swamedikasi Dispepsia
Ketepatan Reasoning/Judgement dan Rekomendasi Mahasiswa Farmasi pada Kasus Vignette Swamedikasi Dispepsia
Abstract—The public frequently comes to community pharmacies for self-medication to address mild symptoms, including dyspepsia. Pharmacy students need to develop appropriate clinic...
EDUKASI KESEHATAN TERKAIT UPAYA SWAMEDIKASI PENYAKIT OSTEOARTHRITIS PADA LANSIA
EDUKASI KESEHATAN TERKAIT UPAYA SWAMEDIKASI PENYAKIT OSTEOARTHRITIS PADA LANSIA
ABSTRAKOsteoarthritis adalah salah satu penyakit degeneratif yang paling sering mengenai lansia. Penyakit ini hampir 70% dialami oleh mereka yang berusia diatas 50 tahun, dan menye...
Pengaruh Teknik Relaksasi Pernafasan Dalam terhadap Perilaku Marah Pasien Skizofrenia di UPTD RSJ Provinsi Bali
Pengaruh Teknik Relaksasi Pernafasan Dalam terhadap Perilaku Marah Pasien Skizofrenia di UPTD RSJ Provinsi Bali
Skizofrenia adalah penyakit yang mempengaruhi otak, menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan serta perilaku yang aneh, salah satunya muncul perilaku kekerasan dengan...

