Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN ISU KESENJANGAN GENDER DI INDONESIA

View through CrossRef
Kesetaraan gender merupakan aspek penting dalam agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Berbagai upaya untuk mencapai kesetaraan gender saat ini masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan dan tantangan. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan isu dan permasalahan kesetaraan gender di Indonesia, dengan menganalisis posisi dan capaian Indeks Kesenjangan Gender dibanding dengan negara-negara lain. Sumber data yang digunakan adalah publikasi World Economic Forum yaitu Global Gender Gap Report, maupun Gender Inequality Index yang dikembangkan oleh United Nations Development Programme (UNDP),dan Indeks Kesetaraan Gender hasil perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis menunjukkan bahwa berdasarkan Global Gender Gap Index (GGGI) maupun Gender Inequality Index (GII) posisi Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain, bahkan peringkatnya menurun 7 peringkat. Skor GGGI posisi Indonesia berada di urutan 85 dari 146 negara di tahun 2018 menjadi 92 dari 149 negara pada tahun 2022. Sedangkan skor GII, Indonesia berada di urutan 103 dari 162 negara di tahun 2018 dan menurun menjadi urutan 110 dari 191 negara pada tahun 2021. Di tingkat Asia Tenggara, skor GGGI maupun skor GII menduduki urutan ke-enam dari 10 negara, dibawah Filipina Singapura, Laos, Vietnam, dan Thailand. Skor GII, juga berada di urutan ke enam. dengan skor sebesar 0,444, artinya hasil pembangunan masih terkendala oleh kesenjangan gender sekitar 44,4 persen pada tahun 2021.Tingginya kesenjangan gender disebabkan oleh kontribusi dimensi kesehatan, khususnya tingkat kematian ibu melahirkan yang masih tinggi. Dari dimensi ekonomi partisipasi perempuan dalam angkatan kerja juga lebih kecil dibanding laki-laki, demikian pula partisipasi perempuan dalam politik juga relatif rendah. Permasalahan lain dari kesetaraan gender di tingkat nasional adalah disparitas capaian indeks kestaraan gender antar provinsi. Provinsi di wilayah Jawa Bali menunjukkan kesetaraan yang relatif lebih baik dibanding dengan provinsi-provinsi di wilayah timur Indonesia. Mengingat bahwa persoalan mendasar dari kesenjangan gender berasal dari akar budaya, maka strategi yang harus dilakukan adalah melalui internalisasi nilai-nilai kesetaraan, bukan hanya pada tingkat negara,birokrasi, tetapi juga pada tingkat lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dengan lebih proakif.
Title: TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN ISU KESENJANGAN GENDER DI INDONESIA
Description:
Kesetaraan gender merupakan aspek penting dalam agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Berbagai upaya untuk mencapai kesetaraan gender saat ini masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan dan tantangan.
Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan isu dan permasalahan kesetaraan gender di Indonesia, dengan menganalisis posisi dan capaian Indeks Kesenjangan Gender dibanding dengan negara-negara lain.
Sumber data yang digunakan adalah publikasi World Economic Forum yaitu Global Gender Gap Report, maupun Gender Inequality Index yang dikembangkan oleh United Nations Development Programme (UNDP),dan Indeks Kesetaraan Gender hasil perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS).
Analisis menunjukkan bahwa berdasarkan Global Gender Gap Index (GGGI) maupun Gender Inequality Index (GII) posisi Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain, bahkan peringkatnya menurun 7 peringkat.
Skor GGGI posisi Indonesia berada di urutan 85 dari 146 negara di tahun 2018 menjadi 92 dari 149 negara pada tahun 2022.
Sedangkan skor GII, Indonesia berada di urutan 103 dari 162 negara di tahun 2018 dan menurun menjadi urutan 110 dari 191 negara pada tahun 2021.
Di tingkat Asia Tenggara, skor GGGI maupun skor GII menduduki urutan ke-enam dari 10 negara, dibawah Filipina Singapura, Laos, Vietnam, dan Thailand.
Skor GII, juga berada di urutan ke enam.
dengan skor sebesar 0,444, artinya hasil pembangunan masih terkendala oleh kesenjangan gender sekitar 44,4 persen pada tahun 2021.
Tingginya kesenjangan gender disebabkan oleh kontribusi dimensi kesehatan, khususnya tingkat kematian ibu melahirkan yang masih tinggi.
Dari dimensi ekonomi partisipasi perempuan dalam angkatan kerja juga lebih kecil dibanding laki-laki, demikian pula partisipasi perempuan dalam politik juga relatif rendah.
Permasalahan lain dari kesetaraan gender di tingkat nasional adalah disparitas capaian indeks kestaraan gender antar provinsi.
Provinsi di wilayah Jawa Bali menunjukkan kesetaraan yang relatif lebih baik dibanding dengan provinsi-provinsi di wilayah timur Indonesia.
Mengingat bahwa persoalan mendasar dari kesenjangan gender berasal dari akar budaya, maka strategi yang harus dilakukan adalah melalui internalisasi nilai-nilai kesetaraan, bukan hanya pada tingkat negara,birokrasi, tetapi juga pada tingkat lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dengan lebih proakif.

Related Results

PEMBANGUNAN HUKUM YANG BERKELANJUTAN: USAHA MENCAPAI PEMBANGUNAN NASIONAL YANG BERKELANJUTAN
PEMBANGUNAN HUKUM YANG BERKELANJUTAN: USAHA MENCAPAI PEMBANGUNAN NASIONAL YANG BERKELANJUTAN
Pembangunan merupakan usaha sadar dari masyarakat untuk mencapai kesejahteraannya adalah hal yang wajar dilakukan oleh masyarakat untuk mencapai kesejahteraannya sendiri. Sayangnya...
Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan Bagi Aparatur Desa
Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan Bagi Aparatur Desa
Latar Belakang : Keterbatasan Pemahaman Konsep Pembangunan Berkelanjutan,  Banyak aparatur desa belum memiliki pemahaman yang memadai tentang konsep dan prinsip pembangunan berkel...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
DINAMIKA DAN KRISIS TOLERANSI DI INDONESIA DALAM ERA DISRUPSI
DINAMIKA DAN KRISIS TOLERANSI DI INDONESIA DALAM ERA DISRUPSI
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Dengan perkembangan zaman yang memasuki era disrupsi, perubahan yang terjadi lebi...
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN RUANG DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN YANG BERKESINAMBUNGAN
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN RUANG DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN YANG BERKESINAMBUNGAN
Mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan atau berkelanjutan merupakan salah satu agenda yang terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2025-2045,...
Prospek Pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam Konteks Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan di Indonesia
Prospek Pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam Konteks Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan di Indonesia
Abstract Indonesia is currently facing a significant challenge, namely the development gap. The gap is reflected in Indonesia's spatial economic conditions, which are dominated by ...
Determinasi Faktor Yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 – 2019
Determinasi Faktor Yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 – 2019
Indeks Pembangunan Manusia suatu daerah sangat membantu menunjangnya pembangunan secara nasional, seperti pengukuran perbandingan dari harapan hidup, pendidikan, kesehatan dan stan...

Back to Top