Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Tingkat Stres Mahasiswa terhadap Kebiasaan Merokok di Fakultas Kedokteran Unisba
View through CrossRef
Abstract. Medical students are at high risk of experiencing stress due to intense and continuous academic demands. One behavior still found within this group is smoking; however, the relationship between smoking habits and stress levels has not been extensively examined specifically in this population. This study employed a quantitative, cross-sectional design involving third-year medical students at the Faculty of Medicine, UNISBA, in the 2025/2026 academic year. Data were collected using a structured questionnaire measuring smoking habits and stress levels based on the Perceived Stress Scale (PSS-10). The analysis was conducted descriptively and inferentially using the Fisher–Freeman–Halton Exact Test. The findings indicated that respondents exhibited varying levels of stress, with the largest proportion falling into the moderate-stress category. The Fisher–Freeman–Halton Exact Test yielded a p-value of 0.087, indicating no significant association between smoking habits and stress levels among UNISBA medical students. Smoking behavior among students may be influenced by other factors, such as social interactions, peer environment, and surrounding norms and culture, and therefore may not be directly related to perceived stress levels.
Abstrak. Mahasiswa kedokteran memiliki risiko tinggi mengalami stres akibat tuntutan akademik yang intens dan berkelanjutan. Salah satu perilaku yang masih ditemukan pada kelompok ini adalah merokok, namun hubungan antara kebiasaan merokok dan tingkat stres belum banyak diteliti secara khusus pada populasi tersebut. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional yang melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA tingkat 3 Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang mengukur kebiasaan merokok serta tingkat stres berdasarkan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres responden bervariasi dengan proporsi terbesar berada pada kategori stres sedang. Hasil uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test menunjukkan nilai p = 0,087 yang mengindikasikan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA. Kebiasaan merokok dapat disebabkan faktor lain seperti faktor pergaulan sosial. Kebiasaan merokok pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti pergaulan sosial, lingkungan pertemanan, serta pengaruh norma dan budaya di sekitarnya, sehingga tidak selalu berkaitan langsung dengan tingkat stres yang dirasakan.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Tingkat Stres Mahasiswa terhadap Kebiasaan Merokok di Fakultas Kedokteran Unisba
Description:
Abstract.
Medical students are at high risk of experiencing stress due to intense and continuous academic demands.
One behavior still found within this group is smoking; however, the relationship between smoking habits and stress levels has not been extensively examined specifically in this population.
This study employed a quantitative, cross-sectional design involving third-year medical students at the Faculty of Medicine, UNISBA, in the 2025/2026 academic year.
Data were collected using a structured questionnaire measuring smoking habits and stress levels based on the Perceived Stress Scale (PSS-10).
The analysis was conducted descriptively and inferentially using the Fisher–Freeman–Halton Exact Test.
The findings indicated that respondents exhibited varying levels of stress, with the largest proportion falling into the moderate-stress category.
The Fisher–Freeman–Halton Exact Test yielded a p-value of 0.
087, indicating no significant association between smoking habits and stress levels among UNISBA medical students.
Smoking behavior among students may be influenced by other factors, such as social interactions, peer environment, and surrounding norms and culture, and therefore may not be directly related to perceived stress levels.
Abstrak.
Mahasiswa kedokteran memiliki risiko tinggi mengalami stres akibat tuntutan akademik yang intens dan berkelanjutan.
Salah satu perilaku yang masih ditemukan pada kelompok ini adalah merokok, namun hubungan antara kebiasaan merokok dan tingkat stres belum banyak diteliti secara khusus pada populasi tersebut.
Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional yang melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA tingkat 3 Tahun Ajaran 2025/2026.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang mengukur kebiasaan merokok serta tingkat stres berdasarkan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10).
Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres responden bervariasi dengan proporsi terbesar berada pada kategori stres sedang.
Hasil uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test menunjukkan nilai p = 0,087 yang mengindikasikan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA.
Kebiasaan merokok dapat disebabkan faktor lain seperti faktor pergaulan sosial.
Kebiasaan merokok pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti pergaulan sosial, lingkungan pertemanan, serta pengaruh norma dan budaya di sekitarnya, sehingga tidak selalu berkaitan langsung dengan tingkat stres yang dirasakan.
Related Results
Pengaruh Pandemi COVID-19 terhadap Tingkat Stres Mahasiswa dalam Melaksanakan Kuliah Daring
Pengaruh Pandemi COVID-19 terhadap Tingkat Stres Mahasiswa dalam Melaksanakan Kuliah Daring
Latar belakang: Pandemi COVID-19 memberikan dampak pada berbagai kehidupan salah satunya yaitu pendidikan dengan diberlakukannya pembelajaran daring. Pemberlakuan pembelajaran dari...
Tingkat Stres Berdasarkan Jenis Stresor Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Tahap Akademik Fakultas Kedokteran Unisba
Tingkat Stres Berdasarkan Jenis Stresor Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Tahap Akademik Fakultas Kedokteran Unisba
Abstract. Stress is a common phenomenon and cannot be avoided by everyone. Stress is an unpleasant condition and can elicit a response be it mental, physical, emotional, and spirit...
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Stres Mahasiswa Pre Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Stres Mahasiswa Pre Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu
Stres yaitu reaksi fisik dan emosional (mental atau psikis) seseorang terhadap perubahan lingkungan yang mengharuskan untuk menyesuaikan diri. Pendidikan kedokteran dianggap sebaga...
KORELASI BERATNYA KEBIASAAN MEROKOK DENGAN DERAJAT GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF MEROKOK PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
KORELASI BERATNYA KEBIASAAN MEROKOK DENGAN DERAJAT GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF MEROKOK PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Korelasi Beratnya kebiasaan merokok Dengan Derajat Gangguan Obsesif Kompulsif Merokok Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Latar Belakang: Kebiasaan merokok merupakan pe...
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
Merokok dapat mengakibatkan berbagai gangguan seperti gangguan paru-paru, kanker, impotensi, gangguan reproduksi, stroke, serta gangguan kehamilan dan janin. Perilaku merokok merup...
Hubungan Antara Beban Belajar dengan Tingkat Stres Mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI Angkatan 2020
Hubungan Antara Beban Belajar dengan Tingkat Stres Mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI Angkatan 2020
Gangguan terhadap kebiasaan belajar dan prestasi akademis adalah akibat yang tidak dapat dihindari dari stres siswa. Sangat penting untuk memberikan perhatian ...
Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Kualitas Tidur Pada Mahaiswa ITSK Dr Rs Soepraoen
Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Kualitas Tidur Pada Mahaiswa ITSK Dr Rs Soepraoen
Latar Belakang: Mahasiswa berada pada fase dewasa awal yang ditandai dengan berbagai tuntutan akademik dan penyesuaian sosial. Beban akademik yang tinggi, jadwal perkuliahan yang p...

