Javascript must be enabled to continue!
ALPHA FEMALE DAN FLOURISHING PADA PEREMPUAN BEKERJA
View through CrossRef
Individu memiliki keterlibatan, makna, hubungan, dan prestasi sebagai komponen subjektif dan objektif dalam dirinya untuk mampu bertumbuh. orang yang sangat flourish yakin akan kemampuan dirinya untuk memiliki hubungan sosial yang luas dan memuaskan. Kemampuan seperti ini sangat diperlukan oleh perempuan yang bekerja. Salah satu karakter yang dapat menunjang adalah alpha female. Ini karena alpha female digambarkan sebagai perempuan alpha atau perempuan yang menjadi pemimpin sekelompok individu di lingkungan mereka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh alpha female terhadap flourishing pada perempuan bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross sectional dengan metode accidental sampling yang digunakan dalam melibatkan sejumlah subjek penelitian. Subjek penelitian adalah karyawan perempuan yang memiliki jabatan dan bertanggung jawab memimpin suatu tim. Subjek dalam penelitian ini adalah 35 karyawati yang belum menikah dan 27 karyawati yang sudah menikah. Rentang usia subjek tersebar dari 17-53 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah Alpha Female Inventory (AFI) dan Flourishing Scale (FS). Analisa data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menemukan alpha female secara simultan mampu memprediksi flourishing (R=0.646; p<0.01) sebesar 41.7%. Namun, hanya alpha female leadership yang memiliki pengaruh terhadap flourishing (β=-0.590; p<0.01). Sementara, alpha female strength (r=-0.355; p<0.01) dan alpha female low introversion (r=0.389; p<0.01) hanya memiliki keterkaitan dengan flourishing. Hasil juga menunjukkan status pernikahan memiliki keterkaitan dengan flourishing (r=0.410; p<0.01) dan alpha female low introversion (r=0.271; p<0.05). Namun, status pernikahan tidak terkait dengan alpha female leadership (r=-0.117; p>0.05) maupun alpha female strength (r=0.106; p>0.05). Artinya, perempuan yang bekerja akan memiliki flourishing yang tinggi bila alpha female leadership mereka cenderung lemah. Ini juga dapat terkait dengan alpha female strength yang tidak dominan, dan alpha female low introversion yang kuat.
Title: ALPHA FEMALE DAN FLOURISHING PADA PEREMPUAN BEKERJA
Description:
Individu memiliki keterlibatan, makna, hubungan, dan prestasi sebagai komponen subjektif dan objektif dalam dirinya untuk mampu bertumbuh.
orang yang sangat flourish yakin akan kemampuan dirinya untuk memiliki hubungan sosial yang luas dan memuaskan.
Kemampuan seperti ini sangat diperlukan oleh perempuan yang bekerja.
Salah satu karakter yang dapat menunjang adalah alpha female.
Ini karena alpha female digambarkan sebagai perempuan alpha atau perempuan yang menjadi pemimpin sekelompok individu di lingkungan mereka.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh alpha female terhadap flourishing pada perempuan bekerja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross sectional dengan metode accidental sampling yang digunakan dalam melibatkan sejumlah subjek penelitian.
Subjek penelitian adalah karyawan perempuan yang memiliki jabatan dan bertanggung jawab memimpin suatu tim.
Subjek dalam penelitian ini adalah 35 karyawati yang belum menikah dan 27 karyawati yang sudah menikah.
Rentang usia subjek tersebar dari 17-53 tahun.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah Alpha Female Inventory (AFI) dan Flourishing Scale (FS).
Analisa data menggunakan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menemukan alpha female secara simultan mampu memprediksi flourishing (R=0.
646; p<0.
01) sebesar 41.
7%.
Namun, hanya alpha female leadership yang memiliki pengaruh terhadap flourishing (β=-0.
590; p<0.
01).
Sementara, alpha female strength (r=-0.
355; p<0.
01) dan alpha female low introversion (r=0.
389; p<0.
01) hanya memiliki keterkaitan dengan flourishing.
Hasil juga menunjukkan status pernikahan memiliki keterkaitan dengan flourishing (r=0.
410; p<0.
01) dan alpha female low introversion (r=0.
271; p<0.
05).
Namun, status pernikahan tidak terkait dengan alpha female leadership (r=-0.
117; p>0.
05) maupun alpha female strength (r=0.
106; p>0.
05).
Artinya, perempuan yang bekerja akan memiliki flourishing yang tinggi bila alpha female leadership mereka cenderung lemah.
Ini juga dapat terkait dengan alpha female strength yang tidak dominan, dan alpha female low introversion yang kuat.
Related Results
North Syrian Mortaria and Other Late Roman Personal and Utility Objects Bearing Inscriptions of Good Luck
North Syrian Mortaria and Other Late Roman Personal and Utility Objects Bearing Inscriptions of Good Luck
<span style="font-size: 11pt; color: black; font-family: 'Times New Roman','serif'">ΠΗΛΙΝΑ ΙΓ&Delta...
Un manoscritto equivocato del copista santo Theophilos († 1548)
Un manoscritto equivocato del copista santo Theophilos († 1548)
<p><font size="3"><span class="A1"><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'">ΕΝΑ ΛΑΝ&...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ASPIRASI PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERIODE 2014-2019 (Studi Pada Kantor DPRD Sulawesi Tenggara)
ASPIRASI PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERIODE 2014-2019 (Studi Pada Kantor DPRD Sulawesi Tenggara)
Abstrak: Tujuan penelitian ini: (1) untuk mengetahui aspirasi perempuan dalam pembentukan peraturan daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara, (2)untuk mengetahui hambatan-hambatan apa ...
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
<p>Penelitian berjudul “Mitos Tokoh Perempuan Lakon Abdulmuluk Jauhari Teater Dulmuluk Tunas Harapan” ini menganalisis tentang tokoh perempuan yang dimainkan oleh aktor laki-...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
KETERWAKILAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK PERSPEKTIF SIYASAH SYAR’IYYAH
Peran perempuan Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai manusia yang hidup dalam situasi dramatis. Disatu sisi perempuan Indonesia dituntut untuk berperan dalam semua sektor, ...

