Javascript must be enabled to continue!
Pemodelan Fungsi Transfer Multivariat untuk Meramalkan Produksi Padi di Sumatera Barat
View through CrossRef
Abstract. Forecasting is a way to predict future events using past and present data. One of the models in forecasting is the transfer function model. The Transfer Function Model is a combination of the characteristics of multiple regression analysis with the characteristics of the time series ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). In the transfer function model there is an output series (yt) which will be affected by the input series (xt) and the other inputs are combined in one group called the noise or noise series (nt). In this study the objects applied to the multivariate transfer function model are rice production (Y) as the output series, harvested area (X1) and rainfall (X2) as the input series. The data used is from January 2010 to December 2020. The purpose of this study is to find out the model and forecast results for rice production in West Sumatra from January 2021 to December 2022 with a multivariate transfer function model. In this study, a multivariate transfer function model was obtained to predict rice production in West Sumatra
Yt=-0,83048Yt-1+(6,02681) X1,t-(-0,83048)(6,02681) X2,t-1+0,0079647X2,t-4-(-0,83048)(0,0079647) X2,t-5-(-0,74556)at-1+ et
and the highest forecasting results in 2021, namely February of 266,909 tons of dry milled grain (GKG) and the lowest, namely in May, of 266,408 tons of dry milled grain (GKG) while for 2022 the highest production is in January of 266,560 tons of GKG and the lowest was in March with 266.539 tons of GKG.
Keywords: Forecasting, ARIMA, Multivariate Transfer Function, Rice Production.
Abstrak. Peramalan adalah cara untuk memprediksi kejadian masa depan dengan menggunakan data masa lalu dan sekarang. Salah satu model dalam peramalan adalah model fungsi transfer. Model Fungsi Transfer merupakan gabungan dari karakteristik analisis regrsi berganda dengan karakteristik deret berkala ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Pada model fungsi transfer terdapat deret output (yt) yang akan dipengaruhi oleh deret input (xt) dan input-input lainnya digabungkan dalam satu kelompok yang disebut deret gangguan atau noise (nt). Pada penelitian ini objek yang diterapkan pada model fungsi transfer multivariat yaitu produksi padi (Y) sebagai deret output , luas panen (X1) dan curah hujan (X2) sebagai deret inputnya. Dengan data yang digunakan yaitu dari Januari 2010 sampai Desember 2020. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui model dan hasil ramalan produksi padi di Sumatera Barat dari Januari 2021 sampai dengan Desember 2022 dengan model fungsi transfer multivariat. Dalam penelitian ini diperoleh model fungsi transfer multivariat untuk meramalkan produksi padi di Sumatera Barat adalah
Yt=-0,83048Yt-1+(6,02681) X1,t-(-0,83048)(6,02681) X2,t-1+0,0079647X2,t-4-(-0,83048)(0,0079647) X2,t-5-(-0,74556)at-1+ et
dan hasil peramalan tertinggi pada tahun 2021 yaitu bulan Februari sebesar 266,909 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan terendah yaitu pada bulan Mei yaitu sebesar 266,408 ton Gabah Kering Giling (GKG) sedangkan untuk tahun 2022 produksi tertinggi yaitu pada bulan Januari sebesar 266,560 ton GKG dan terendah yaitu bulan Maret sebesar 266,539 ton GKG.
Kata Kunci: Peramalan, ARIMA, Fungsi Transfer Multivariat, Produksi padi.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Pemodelan Fungsi Transfer Multivariat untuk Meramalkan Produksi Padi di Sumatera Barat
Description:
Abstract.
Forecasting is a way to predict future events using past and present data.
One of the models in forecasting is the transfer function model.
The Transfer Function Model is a combination of the characteristics of multiple regression analysis with the characteristics of the time series ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average).
In the transfer function model there is an output series (yt) which will be affected by the input series (xt) and the other inputs are combined in one group called the noise or noise series (nt).
In this study the objects applied to the multivariate transfer function model are rice production (Y) as the output series, harvested area (X1) and rainfall (X2) as the input series.
The data used is from January 2010 to December 2020.
The purpose of this study is to find out the model and forecast results for rice production in West Sumatra from January 2021 to December 2022 with a multivariate transfer function model.
In this study, a multivariate transfer function model was obtained to predict rice production in West Sumatra
Yt=-0,83048Yt-1+(6,02681) X1,t-(-0,83048)(6,02681) X2,t-1+0,0079647X2,t-4-(-0,83048)(0,0079647) X2,t-5-(-0,74556)at-1+ et
and the highest forecasting results in 2021, namely February of 266,909 tons of dry milled grain (GKG) and the lowest, namely in May, of 266,408 tons of dry milled grain (GKG) while for 2022 the highest production is in January of 266,560 tons of GKG and the lowest was in March with 266.
539 tons of GKG.
Keywords: Forecasting, ARIMA, Multivariate Transfer Function, Rice Production.
Abstrak.
Peramalan adalah cara untuk memprediksi kejadian masa depan dengan menggunakan data masa lalu dan sekarang.
Salah satu model dalam peramalan adalah model fungsi transfer.
Model Fungsi Transfer merupakan gabungan dari karakteristik analisis regrsi berganda dengan karakteristik deret berkala ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average).
Pada model fungsi transfer terdapat deret output (yt) yang akan dipengaruhi oleh deret input (xt) dan input-input lainnya digabungkan dalam satu kelompok yang disebut deret gangguan atau noise (nt).
Pada penelitian ini objek yang diterapkan pada model fungsi transfer multivariat yaitu produksi padi (Y) sebagai deret output , luas panen (X1) dan curah hujan (X2) sebagai deret inputnya.
Dengan data yang digunakan yaitu dari Januari 2010 sampai Desember 2020.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui model dan hasil ramalan produksi padi di Sumatera Barat dari Januari 2021 sampai dengan Desember 2022 dengan model fungsi transfer multivariat.
Dalam penelitian ini diperoleh model fungsi transfer multivariat untuk meramalkan produksi padi di Sumatera Barat adalah
Yt=-0,83048Yt-1+(6,02681) X1,t-(-0,83048)(6,02681) X2,t-1+0,0079647X2,t-4-(-0,83048)(0,0079647) X2,t-5-(-0,74556)at-1+ et
dan hasil peramalan tertinggi pada tahun 2021 yaitu bulan Februari sebesar 266,909 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan terendah yaitu pada bulan Mei yaitu sebesar 266,408 ton Gabah Kering Giling (GKG) sedangkan untuk tahun 2022 produksi tertinggi yaitu pada bulan Januari sebesar 266,560 ton GKG dan terendah yaitu bulan Maret sebesar 266,539 ton GKG.
Kata Kunci: Peramalan, ARIMA, Fungsi Transfer Multivariat, Produksi padi.
Related Results
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifi...
Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat
Analisis Sifat Fisik Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dari Beberapa Varietas Padi Lokal di Kabupaten Agam Sumatera Barat
Salah satu potensi sumber daya pakan lokal di daerah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat yaitu dedak padi. Dedak padi merupakan hasil sampingan penggilingan padi menjadi beras ...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Morphological Characterization of Hoeng Merauke Local Rice
Morphological Characterization of Hoeng Merauke Local Rice
Karakterisasi morfologi perlu dilakukan sebagai langkah awal untuk memanfaatkan jenis padi lokal, khususnya terkait upaya pemuliaan tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk men...
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Terdapat beberapa kendala yang mengganggu pada budidaya tanaman padi, sal...
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Berdasarkan Proporsi Pengeluaran Pangan Di Kota Padang
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Berdasarkan Proporsi Pengeluaran Pangan Di Kota Padang
ABSTRAK
Padi merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang cukup strategis untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasioal. Padi merupakan komoditas unggulan di Kota Pad...
Analisis Produksi Usahatani Padi Sawah di Desa Bente, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna
Analisis Produksi Usahatani Padi Sawah di Desa Bente, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna
Padi sawah merupakan tanaman pangan yang menempati posisi pertama kebutuhan pangan pokok di Indonesia. Kebutuhan pangan pokok beras terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumla...
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Padi Unggul Menggunakan Metode AHP
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Padi Unggul Menggunakan Metode AHP
Salah satu komoditas pertanian adalah tanaman padi. Tanaman padi merupakan bahan makanan pokok bagi rakyat Indonesia. Tingkat produksi maupun konsumsi padi selalu menempati urutan ...

