Javascript must be enabled to continue!
Modifikasi dan Uji Kinerja Mata Pengupas pada Mesin Pengupas Kulit Pinang Kering
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan modifikasi roll pengupas dan uji kinerja mesin pengupas buah pinang kering untuk membuktikan pengaruh jumlah mata pengupas terhadap hasil pengupasan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen rancangan acak yang terdiri dari dua faktor utama diantaranya adalah jumlah mata pengupas (10 ; 14; 18), perbandingan pulley (1:1 , 1:2 , 2:1) dengan variasi pengujian. Untuk setiap variasi variabel bebas, dilakukan 3 kali pengulangan percobaan. Sampel pada penelitian ini adalah 20 buah pinang kering. Kecepatan putaran mesin, perbandingan puli, panjang dan bentuk mata pengupas dibuat sama untuk semua sampel. Hasil yang diamati meliputi persentase buah terkupas dengan biji utuh, persetase buah terkupas dengan biji pecah, dan persentase buah tidak terkupas. Hasil pengupasan terbaik adalah pada variasi roller pengupas III dengan jumlah mata pengupas 18, perbandingan puli 1:2, kecepatan putaran 1066 rpm. Hasil pengupasan terendah pada variasi roller pengupas I dengan jumlah mata pengupas 10, perbandingan puli 2:1, kecepatan putaran 2885 rpm. Jadi semakin banyak jumlah mata pengupas dan kecepatan putaran nya rendah maka persentase buah terkupas dengan biji utuh semakin besar. Sedangkan semakin panjang mata pengupas dan kecepatan nya tinggi maka persentase buah terkupas dengan biji pecah akan semakin besar.
Title: Modifikasi dan Uji Kinerja Mata Pengupas pada Mesin Pengupas Kulit Pinang Kering
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan modifikasi roll pengupas dan uji kinerja mesin pengupas buah pinang kering untuk membuktikan pengaruh jumlah mata pengupas terhadap hasil pengupasan.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen rancangan acak yang terdiri dari dua faktor utama diantaranya adalah jumlah mata pengupas (10 ; 14; 18), perbandingan pulley (1:1 , 1:2 , 2:1) dengan variasi pengujian.
Untuk setiap variasi variabel bebas, dilakukan 3 kali pengulangan percobaan.
Sampel pada penelitian ini adalah 20 buah pinang kering.
Kecepatan putaran mesin, perbandingan puli, panjang dan bentuk mata pengupas dibuat sama untuk semua sampel.
Hasil yang diamati meliputi persentase buah terkupas dengan biji utuh, persetase buah terkupas dengan biji pecah, dan persentase buah tidak terkupas.
Hasil pengupasan terbaik adalah pada variasi roller pengupas III dengan jumlah mata pengupas 18, perbandingan puli 1:2, kecepatan putaran 1066 rpm.
Hasil pengupasan terendah pada variasi roller pengupas I dengan jumlah mata pengupas 10, perbandingan puli 2:1, kecepatan putaran 2885 rpm.
Jadi semakin banyak jumlah mata pengupas dan kecepatan putaran nya rendah maka persentase buah terkupas dengan biji utuh semakin besar.
Sedangkan semakin panjang mata pengupas dan kecepatan nya tinggi maka persentase buah terkupas dengan biji pecah akan semakin besar.
Related Results
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS DAN PEMISAH KULIT BUAH KOPI KERING
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS DAN PEMISAH KULIT BUAH KOPI KERING
Tujuan utama dari pembuatan mesin pengupas dan pemisah kulit buah kopi kering ini adalah untuk memenuhi kebutuhan mesin pengupas kulit kopi para petani di wilayah Magelang terutama...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Preferensi Konsumsi Pinang Kering di Kecamatan Biboki Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara
Preferensi Konsumsi Pinang Kering di Kecamatan Biboki Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara
Pinang kering merupakan salah satu bahan yang dicampur dengan sirih untuk dikonsumsi. Pemanfaatan akan pinang oleh sebagian besar masyarakat yang ada di Indonesia pun berbagai maca...
VARIASI DIMENSI PULLY PADA MESIN PENGUPAS KULIT KOPI
VARIASI DIMENSI PULLY PADA MESIN PENGUPAS KULIT KOPI
Produksi kopi semakin meningkat setiap tahun, pada tahun 2010 produksi kopi di Indonesia sebesar 686,921 ton. Sebelum produksi biji kopi maka dilakukan proses pengupasan atau pemis...
PERANCANGAN PENJEMUR PINANG ERGONOMI DENGAN PENDEKATAN QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT)
PERANCANGAN PENJEMUR PINANG ERGONOMI DENGAN PENDEKATAN QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT)
ABSTRAK
Buah pinang merupakan tanaman tropis yang ditanam untuk mendapatkan buah dan keindahannya. Proses pengeringan yang biasa dilakukan oleh petani adalah dengan cara penjemura...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERANCANGAN MESIN PENEPUNG KULIT DAN BONGGOL JAGUNG
PERANCANGAN MESIN PENEPUNG KULIT DAN BONGGOL JAGUNG
Pemanfaatan limbah bonggol jagung dan kulit jagung menjadi bahan pakan tambahan, Ternak mencakup kadar air, bahan kering, protein kasar dan serat kasar dan serat kasar berturut-t...

