Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Menu Sehat Anti Anemia untuk Remaja Panti Asuhan Aisyiyah Kudus
View through CrossRef
Adolescent girls are susceptible to anemia. This is because the body experiences rapid growth, high physical activity and menstruation begins so that the body requires a high intake of nutrients, especially protein and iron. If iron needs are not met it can cause anemia. The Aisyiyah Kudus Orphanage accommodates 43 teenage girls aged 10-19 years. Daily food intake is provided by the orphanage which organizes food on a self-managed basis, with a 7 day menu cycle with 3 meal times. However, the menu provided is less balanced, especially the breakfast menu which does not contain vegetables and lacks animal side dishes. Limited budget and cooking power, as well as children's appetites that don't like vegetables, are factors causing the presentation of this menu. Training on preparing healthy menus for managers and youth anemia education for children in orphanages is carried out to improve the skills of managers in preparing healthy menus, serving them practically, and in accordance with the budget, as well as increasing teenagers' understanding of anemia and how to prevent it, so that they can consume healthy food menus that orphanage provided. The methods used are lectures, discussions and demonstrations. Activities were carried out for two days in the Aisyiyah Kudus Orphanage Hall. After participating in the activity, the participants' level of knowledge about anemia increased. Apart from that, there has also been an increase in managers' skills in preparing menus and making processed animal side dishes. It is necessary to monitor and evaluate the implementation of the new menu that has been prepared and its acceptance by orphanage youth.
ABSTRAK
Remaja perempuan rentan mengalami anemia. Hal tersebut karena tubuh remaja mengalami pertumbuhan pesat, aktivitas fisik tinggi dan mulai terjadi mestruasi sehingga tubuh membutuhkan asupan zat gizi terutama protein dan zat besi yang tinggi. Jika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi dapat menyebabkan anemia. Panti Asuhan Aisyiyah Kudus menampung 43 remaja putri yang berusia 10-19 tahun. Asupan makan sehari-hari disediakan oleh panti asuhan yang melakukan penyelenggaraan makanan secara swakelola, siklus menu 7 hari 3 kali waktu makan. Akan tetapi menu yang disediakan kurang seimbang terutama menu makan pagi yang tidak ada sayur dan kurang lauk hewani. Keterbatasan anggaran dan tenaga masak, serta selera makan anak tidak suka sayur menjadi faktor penyebab penyajian menu tersebut. Pelatihan penyusunan menu sehat untuk pengelola dan edukasi anemia remaja untuk anak panti asuhan dilakukan meningkatkan ketrampilan pengelola dalam menyusun menu sehat, praktis penyajiannya, dan sesuai dengan anggaran belanja, serta juga meningkatkan pemahaman remaja tentang anemia dan cara mencegahnya, sehingga dapat mengkonsumsi menu makanan sehat yang disediakan panti asuhan. Metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, dan demostrasi. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari di Aula Panti Asuhan Aisyiyah Kudus. Setelah mengikuti kegiatan, tingkat pengetahuan peserta tentang anemia meningkat. Selain itu juga terjadi peningkatan ketrampilan pengelola dalam menyusun menu dan membuat olahan lauk hewani. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi penerapan menu baru yang telah disusun dan daya terima oleh remaja panti.
Title: Implementasi Menu Sehat Anti Anemia untuk Remaja Panti Asuhan Aisyiyah Kudus
Description:
Adolescent girls are susceptible to anemia.
This is because the body experiences rapid growth, high physical activity and menstruation begins so that the body requires a high intake of nutrients, especially protein and iron.
If iron needs are not met it can cause anemia.
The Aisyiyah Kudus Orphanage accommodates 43 teenage girls aged 10-19 years.
Daily food intake is provided by the orphanage which organizes food on a self-managed basis, with a 7 day menu cycle with 3 meal times.
However, the menu provided is less balanced, especially the breakfast menu which does not contain vegetables and lacks animal side dishes.
Limited budget and cooking power, as well as children's appetites that don't like vegetables, are factors causing the presentation of this menu.
Training on preparing healthy menus for managers and youth anemia education for children in orphanages is carried out to improve the skills of managers in preparing healthy menus, serving them practically, and in accordance with the budget, as well as increasing teenagers' understanding of anemia and how to prevent it, so that they can consume healthy food menus that orphanage provided.
The methods used are lectures, discussions and demonstrations.
Activities were carried out for two days in the Aisyiyah Kudus Orphanage Hall.
After participating in the activity, the participants' level of knowledge about anemia increased.
Apart from that, there has also been an increase in managers' skills in preparing menus and making processed animal side dishes.
It is necessary to monitor and evaluate the implementation of the new menu that has been prepared and its acceptance by orphanage youth.
ABSTRAK
Remaja perempuan rentan mengalami anemia.
Hal tersebut karena tubuh remaja mengalami pertumbuhan pesat, aktivitas fisik tinggi dan mulai terjadi mestruasi sehingga tubuh membutuhkan asupan zat gizi terutama protein dan zat besi yang tinggi.
Jika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi dapat menyebabkan anemia.
Panti Asuhan Aisyiyah Kudus menampung 43 remaja putri yang berusia 10-19 tahun.
Asupan makan sehari-hari disediakan oleh panti asuhan yang melakukan penyelenggaraan makanan secara swakelola, siklus menu 7 hari 3 kali waktu makan.
Akan tetapi menu yang disediakan kurang seimbang terutama menu makan pagi yang tidak ada sayur dan kurang lauk hewani.
Keterbatasan anggaran dan tenaga masak, serta selera makan anak tidak suka sayur menjadi faktor penyebab penyajian menu tersebut.
Pelatihan penyusunan menu sehat untuk pengelola dan edukasi anemia remaja untuk anak panti asuhan dilakukan meningkatkan ketrampilan pengelola dalam menyusun menu sehat, praktis penyajiannya, dan sesuai dengan anggaran belanja, serta juga meningkatkan pemahaman remaja tentang anemia dan cara mencegahnya, sehingga dapat mengkonsumsi menu makanan sehat yang disediakan panti asuhan.
Metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, dan demostrasi.
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari di Aula Panti Asuhan Aisyiyah Kudus.
Setelah mengikuti kegiatan, tingkat pengetahuan peserta tentang anemia meningkat.
Selain itu juga terjadi peningkatan ketrampilan pengelola dalam menyusun menu dan membuat olahan lauk hewani.
Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi penerapan menu baru yang telah disusun dan daya terima oleh remaja panti.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Peran ‘Aisyiyah Pekanbaru dalam Pengembangan Pendidikan di Kota Pekanbaru (1975-2015)
Peran ‘Aisyiyah Pekanbaru dalam Pengembangan Pendidikan di Kota Pekanbaru (1975-2015)
Abstract
This study aims to analyze the role of Aisyiyah in the development of education in Pekanbaru City in 1975-2015, so as to find out the background of the establishment...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyaraka...
Self-concept of adolescent in orphanage
Self-concept of adolescent in orphanage
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sifat remaja yang mudah mengalami kegoyahan emosional dan gegabah yang menyebabkan remaja tidak mudah untuk mempertahankan emosinya yang positi...
Anemia pada Remaja PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM MEWUJUDKAN “REMAJA PUTRI SEHAT BEBAS ANEMIA” DI DESA SAWIR KEC. TAMBAKBOYO, TUBAN
Anemia pada Remaja PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM MEWUJUDKAN “REMAJA PUTRI SEHAT BEBAS ANEMIA” DI DESA SAWIR KEC. TAMBAKBOYO, TUBAN
Remaja putri memilik risiko tinggi mengalami anemia karena defisiensi zat besi. Hal ini karena remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan H...
Tracing Hematological Shifts in Pregnancy: How Anemia and Thrombocytopenia Evolve Across Trimesters
Tracing Hematological Shifts in Pregnancy: How Anemia and Thrombocytopenia Evolve Across Trimesters
Abstract
Introduction
Given pregnancy's significant impact on hematological parameters, monitoring these changes across trimesters is crucial. This study aims to evaluate hematolog...
Iklim Panti Asuhan, Self Concept dan Motivasi Melanjutkan Studi Remaja Panti Asuhan ke Universitas
Iklim Panti Asuhan, Self Concept dan Motivasi Melanjutkan Studi Remaja Panti Asuhan ke Universitas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan iklim panti asuhan, self concept dengan motivasi melanjutkan studi remaja panti asuhan “X†ke Universitas. Responden penel...
KOHESIVITAS KELOMPOK DITINJAU DARI INTERAKSI SOSIAL DAN JENIS KELAMIN PADA ANAK-ANAK PANTI ASUHAN
KOHESIVITAS KELOMPOK DITINJAU DARI INTERAKSI SOSIAL DAN JENIS KELAMIN PADA ANAK-ANAK PANTI ASUHAN
<p>Penelitian yang dilakukan ini berjudul Kohesivitas Kelompok Ditinjau Dari Interaksi Sosial dan Jenis Kelamin pada Anak-Anak Panti. Permasalahan yang terjadi adalah. anak-a...

