Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Klasifikasi Citra Daun Kelapa Sawit Menggunakan Metode KNN dan Naive Bayes

View through CrossRef
Kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya sebagai penghasil minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) yang menjadi salah satu komoditas ekspor utama. Produktivitas kelapa sawit sering kali terancam oleh serangan hama daun seperti ulat api (Setora nitens), kutu daun (Aphis gossypii), tungau merah (Oligonychus sp.), dan Valanga nigricornis, serta beberapa penyakit seperti Blight, Chlorosis, Crinkled Leaf, dan Orange Spotting . Serangan tersebut dapat mengakibatkan penurunan hasil panen yang signifikan, sehingga deteksi dan identifikasi dini menjadi sangat penting. Metode identifikasi manual di lapangan memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan, akurasi, dan konsistensi, sehingga dibutuhkan teknologi yang mampu melakukan klasifikasi secara otomatis. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) dan Naive Bayes dalam mengklasifikasikan hama dan penyakit pada daun kelapa sawit menggunakan pengolahan citra digital. Dataset yang digunakan terdiri dari 3.600 citra beresolusi 800×800 piksel, terbagi dalam sembilan kelas yang mencakup empat jenis penyakit, empat jenis hama, dan satu kelas daun sehat. Tahapan penelitian meliputi praproses citra berupa konversi format, resize, crop, dan penamaan ulang file. Ekstraksi fitur dilakukan melalui analisis warna (nilai rata-rata dan standar deviasi kanal RGB) dan analisis tekstur menggunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dengan parameter contrast, energy, homogeneity, dan entropy. Data dibagi menjadi 70% untuk pelatihan dan 30% untuk pengujian, kemudian dilakukan klasifikasi menggunakan KNN dan Naive Bayes. Evaluasi kinerja model dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KNN memiliki kinerja lebih unggul dibandingkan Naive Bayes. KNN mencapai akurasi 71% dengan presisi dan recall yang relatif seimbang pada seluruh kelas, sedangkan Naive Bayes hanya mencapai akurasi 42% dan cenderung tidak seimbang pada beberapa kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa KNN lebih sesuai digunakan pada klasifikasi hama daun kelapa sawit berbasis pengolahan citra untuk dataset berukuran sedang dengan variasi tekstur dan warna yang tinggi. Penelitian ini merekomendasikan penerapan KNN dalam sistem deteksi hama otomatis berbasis perangkat bergerak atau Internet of Things (IoT) guna membantu petani dan pengelola perkebunan dalam identifikasi cepat dan akurat, sehingga dapat mengurangi kerugian dan mendukung penerapan pertanian presisi di Indonesia.
Title: Klasifikasi Citra Daun Kelapa Sawit Menggunakan Metode KNN dan Naive Bayes
Description:
Kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya sebagai penghasil minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) yang menjadi salah satu komoditas ekspor utama.
Produktivitas kelapa sawit sering kali terancam oleh serangan hama daun seperti ulat api (Setora nitens), kutu daun (Aphis gossypii), tungau merah (Oligonychus sp.
), dan Valanga nigricornis, serta beberapa penyakit seperti Blight, Chlorosis, Crinkled Leaf, dan Orange Spotting .
Serangan tersebut dapat mengakibatkan penurunan hasil panen yang signifikan, sehingga deteksi dan identifikasi dini menjadi sangat penting.
Metode identifikasi manual di lapangan memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan, akurasi, dan konsistensi, sehingga dibutuhkan teknologi yang mampu melakukan klasifikasi secara otomatis.
Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) dan Naive Bayes dalam mengklasifikasikan hama dan penyakit pada daun kelapa sawit menggunakan pengolahan citra digital.
Dataset yang digunakan terdiri dari 3.
600 citra beresolusi 800×800 piksel, terbagi dalam sembilan kelas yang mencakup empat jenis penyakit, empat jenis hama, dan satu kelas daun sehat.
Tahapan penelitian meliputi praproses citra berupa konversi format, resize, crop, dan penamaan ulang file.
Ekstraksi fitur dilakukan melalui analisis warna (nilai rata-rata dan standar deviasi kanal RGB) dan analisis tekstur menggunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dengan parameter contrast, energy, homogeneity, dan entropy.
Data dibagi menjadi 70% untuk pelatihan dan 30% untuk pengujian, kemudian dilakukan klasifikasi menggunakan KNN dan Naive Bayes.
Evaluasi kinerja model dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa KNN memiliki kinerja lebih unggul dibandingkan Naive Bayes.
KNN mencapai akurasi 71% dengan presisi dan recall yang relatif seimbang pada seluruh kelas, sedangkan Naive Bayes hanya mencapai akurasi 42% dan cenderung tidak seimbang pada beberapa kelas.
Temuan ini menunjukkan bahwa KNN lebih sesuai digunakan pada klasifikasi hama daun kelapa sawit berbasis pengolahan citra untuk dataset berukuran sedang dengan variasi tekstur dan warna yang tinggi.
Penelitian ini merekomendasikan penerapan KNN dalam sistem deteksi hama otomatis berbasis perangkat bergerak atau Internet of Things (IoT) guna membantu petani dan pengelola perkebunan dalam identifikasi cepat dan akurat, sehingga dapat mengurangi kerugian dan mendukung penerapan pertanian presisi di Indonesia.

Related Results

Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
DAMPAK KELAPA SAWIT TERHADAP PEREKONOMIAN DIMASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR RIAU
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana tenaga kerja pabrik kelapa sawit dan bagaimana produtivitas petani sawit kontribusi perkebunana pabrik kelapa sawit terhadap pendapa...
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
Kelapa sawit adalah tanaman industri/ perkebunan yang diolah sebagai penghasil bahan baku minyak masak, minyak perseroan, maupun bahan bakar. Dalam pengembangan usaha budidaya tana...
Trend Produksi Dan Produktivitas Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Selatan
Trend Produksi Dan Produktivitas Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Selatan
Salah satu potensi unggulan sektor perkebunan di Kalimantan Selatan adalah kelapa sawit. Perlu pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara efisien dengan produktivitas tinggi, sehin...
Penerapan Teorema Bayes Untuk Mendiagnosa Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kelapa Sawit
Penerapan Teorema Bayes Untuk Mendiagnosa Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kelapa Sawit
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tanaman perkebunan sebagai penghasil minyak. Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kelapa sawit tumbu...
PENGARUH BOKASHI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP HASIL KAILAN (Brassica oleraceae L.)
PENGARUH BOKASHI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP HASIL KAILAN (Brassica oleraceae L.)
Abstrak : Kailan merupakan salah satu produk  hortikultura yang sangat diminati masyarakat karena kaya kandungan gizi, seperti mineral, vitamin B, vitamin C, serat, antioksidan, ka...

Back to Top