Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

INTERPRETASI BAHASA MANTERA UPACARA BARASIK MASYARAKAT BISAYA DI BEAUFORT, SABAH

View through CrossRef
Bahasa mantera adalah satu kaedah perubatan alternatif yang digunakan oleh babalian menerusi pengucapan pantun berirama dalam upacara barasik. Ia diucapkan untuk berhubung dengan alam ghaib. Tujuannya bagi mengembalikan semangat pesakit akibat gangguan makhluk halus. Kajian dilakukan di Padas Damit, Beaufort, Sabah yang telah mengamalkan kaeadah perubatan alternatif ini pada zaman dahulu. Malim berperanan menginterpretasi kandungan mantera dan mentafsirkan maksud bahasa mantera ini bagi setiap perkataan, istilah dan ungkapan ayat. Hasil kajian mendapati mantera dalam upacara barasik menjelaskan suatu penceritaan di alam dunia dengan alam ghaib. Di alam dunia telah terbentuknya struktur sosial budaya, penggunaan bahasa dan kepercayaan bagi menjelaskan pemikiran masyarakat ini pada zaman dahulu. Artikel ini akan menjelaskan maksud bahasa yang tersirat dan tersurat di sebalik ungkapan kata-kata yang terdapat dalam mantera upacara barasik.   Mantra language is an alternative medical method used by babalian through spelling poetry of rhythm in barasik ritual. It is a spell to connect with the mystical. The purpose of this ritual is to give back the patient's soul from a disturbing spirit. The study was conducted in Padas Damit, Beaufort, Sabah which this method has been used from the past. Malim's role is to interpret the content of spells and translating the mantra language in every words, terms and sentence. The result of this study found that the mantra in barasik ritual explains a story of the world with the mystical. In this world, there has been the formation of social and cultural structures, the use of language and beliefs to explain the thinking of this society in ancient times. This article will explain the meaning of implied and explicit language behind the expression of words that are found in barasik ritual mantra.  
Universiti Malaysia Sabah (UMS)
Title: INTERPRETASI BAHASA MANTERA UPACARA BARASIK MASYARAKAT BISAYA DI BEAUFORT, SABAH
Description:
Bahasa mantera adalah satu kaedah perubatan alternatif yang digunakan oleh babalian menerusi pengucapan pantun berirama dalam upacara barasik.
Ia diucapkan untuk berhubung dengan alam ghaib.
Tujuannya bagi mengembalikan semangat pesakit akibat gangguan makhluk halus.
Kajian dilakukan di Padas Damit, Beaufort, Sabah yang telah mengamalkan kaeadah perubatan alternatif ini pada zaman dahulu.
Malim berperanan menginterpretasi kandungan mantera dan mentafsirkan maksud bahasa mantera ini bagi setiap perkataan, istilah dan ungkapan ayat.
Hasil kajian mendapati mantera dalam upacara barasik menjelaskan suatu penceritaan di alam dunia dengan alam ghaib.
Di alam dunia telah terbentuknya struktur sosial budaya, penggunaan bahasa dan kepercayaan bagi menjelaskan pemikiran masyarakat ini pada zaman dahulu.
Artikel ini akan menjelaskan maksud bahasa yang tersirat dan tersurat di sebalik ungkapan kata-kata yang terdapat dalam mantera upacara barasik.
  Mantra language is an alternative medical method used by babalian through spelling poetry of rhythm in barasik ritual.
It is a spell to connect with the mystical.
The purpose of this ritual is to give back the patient's soul from a disturbing spirit.
The study was conducted in Padas Damit, Beaufort, Sabah which this method has been used from the past.
Malim's role is to interpret the content of spells and translating the mantra language in every words, terms and sentence.
The result of this study found that the mantra in barasik ritual explains a story of the world with the mystical.
In this world, there has been the formation of social and cultural structures, the use of language and beliefs to explain the thinking of this society in ancient times.
This article will explain the meaning of implied and explicit language behind the expression of words that are found in barasik ritual mantra.
 .

Related Results

LUANGAN: MANIFESTASI WARISAN BUDAYA DAN SIMBOL KEMERIAHAN DALAM PESTA BABULANG MASYARAKAT BISAYA DI LIMBANG, SARAWAK
LUANGAN: MANIFESTASI WARISAN BUDAYA DAN SIMBOL KEMERIAHAN DALAM PESTA BABULANG MASYARAKAT BISAYA DI LIMBANG, SARAWAK
Abstrak Pesta Babulang Bisaya yang berlangsung di Limbang, Sarawak, adalah manifestasi budaya yang kaya dengan keindahan estetika serta warisan etnografi yang mencerminkan identit...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
GERAK TARI DALAM PERUBATAN TRADISI BARASIK MASYARAKAT BISAYA DI BEAUFORT, SABAH
GERAK TARI DALAM PERUBATAN TRADISI BARASIK MASYARAKAT BISAYA DI BEAUFORT, SABAH
Barasik ialah satu istilah bagi menjelaskan tatacara pemujaan semangat ke atas pesakit untuk menghalau gangguan makhluk halus dengan cara mempersembahkan hidangan kepada entiti ber...
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
Musik merupakan salah satu aspek penting yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan dan budaya oleh masyarakat seperti upacara kelahiran, pernikahan, kematian dan upacara inis...
BUDAYA TARI BUBU MENGALAI – MEDIA KONVENSIONAL DAN PEMBENTUKAN TARI MASYARAKAT BISAYA DI BEAUFORT, SABAH
BUDAYA TARI BUBU MENGALAI – MEDIA KONVENSIONAL DAN PEMBENTUKAN TARI MASYARAKAT BISAYA DI BEAUFORT, SABAH
Artikel ini menjelaskan tentang latar belakang masyarakat Bisaya. Ia memperkenalkan budaya tradisi mereka menerusi tarian tradisi Bubu Mengalai yang diamalkan sejak zaman dahulu hi...
Tradisi dan Penggunaan Mantera dalam Etnik Kenyah
Tradisi dan Penggunaan Mantera dalam Etnik Kenyah
Mantera merupakan elemen sosio-budaya masyarakat. Dalam konteks masyarakat Kenyah tradisional, mantera dipelajari dan dipindahkan kepada ahli-ahli masyarakat melalui penggunaan bah...
UPACARA FALE BENDERA FLAWA DI DESA WALSEKAT, KECAMATAN FENA LEISELA, KABUPATEN BURU, PROVINSI MALUKU (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
UPACARA FALE BENDERA FLAWA DI DESA WALSEKAT, KECAMATAN FENA LEISELA, KABUPATEN BURU, PROVINSI MALUKU (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
Pendidikan Agama Hindu, semestinya diimplementasikan melalui upacara keagamaan yang mengandung ajaran agama Hindu kepada generasi muda, tentu pendidikan non-formal sangat diperluka...
INTERPRETASI CATAN ‘GUNUNG KINABALU MENANGIS’ OLEH BARON KAMPIAU SEBATING
INTERPRETASI CATAN ‘GUNUNG KINABALU MENANGIS’ OLEH BARON KAMPIAU SEBATING
Imej Gunung Kinabalu adalah hal benda yang paling digemari oleh pelukis-pelukis Sabah. Kecenderungan ini telah berlaku sekian lama iaitu sejak tahun 1960-an ramai pelukis tempatan ...

Back to Top