Javascript must be enabled to continue!
IDENTIFIKASI AKTIVITAS PERIKANAN MERUSAK DI TELUK SAWAI
View through CrossRef
Destructive fishing activities are fishing activities using materials, tools or means that damage fish resources and their environment, such as using explosives, toxic materials, strum, and other fishing gear that are not environmentally friendly (Marine and Fisheries Ministerial Decree Number 114, 2019). This activity still occurs in Maluku waters, including in Sawai Bay. The study aims to identify destructive forms of fishing in the waters of Sawai Bay and provide control recommendations to reduce the destructive fishing activity. The study was conducted in January-June 2020 in Sawai Bay. Data collection uses the purposive interview method, while the data is analyzed descriptively. The results showed that in the waters of Sawai Bay, three destructive fishing activities were identified, namely fishing using bombs/explosives, fishing using toxic materials and coral mining activities. Four control strategies are recommended as an effort to reduce destructive fishing activity in the waters of Sawai Bay in the future.
ABSTRAK
Aktivitas perikanan merusak atau Destructive Fishing adalah kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan, alat atau cara yang merusak sumberdaya ikan maupun lingkungannya, seperti menggunakan bahan peledak, bahan beracun, strum, dan alat tangkap lainnya yang tidak ramah lingkungan (KepMen KP Nomor 114, 2019). Aktivitas ini masih terjadi pada perairan Maluku, termasuk di Teluk Sawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk penangkapan ikan yang merusak pada perairan Teluk Sawai serta memberikan rekomendasi pengendalian untuk mereduksi aktivitas perikana. Yang merusak. Penelitian ini dilakukan pada Januari-Juni 2020 di Teluk Sawai. Pengumpulan data menggunakan metode purposive interview, sedangkan data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perairan Teluk Sawai, teridentifikasi tiga aktivitas perikanan merusak yaitu penangkapan ikan menggunakan bom/bahan peledak, penangkapan ikan menggunakan bahan beracun dan aktivitas penambangan karang. Empat strategi pengendalian direkomendasikan sebagai upaya mereduksi aktivitas perikanan merusak di perairan Teluk Sawai ke depannya.
Kata Kunci: perikanan merusak, penangkapan ikan, ikan karang, strategi pengendalian, Teluk Sawai
Universitas Pattimura
Title: IDENTIFIKASI AKTIVITAS PERIKANAN MERUSAK DI TELUK SAWAI
Description:
Destructive fishing activities are fishing activities using materials, tools or means that damage fish resources and their environment, such as using explosives, toxic materials, strum, and other fishing gear that are not environmentally friendly (Marine and Fisheries Ministerial Decree Number 114, 2019).
This activity still occurs in Maluku waters, including in Sawai Bay.
The study aims to identify destructive forms of fishing in the waters of Sawai Bay and provide control recommendations to reduce the destructive fishing activity.
The study was conducted in January-June 2020 in Sawai Bay.
Data collection uses the purposive interview method, while the data is analyzed descriptively.
The results showed that in the waters of Sawai Bay, three destructive fishing activities were identified, namely fishing using bombs/explosives, fishing using toxic materials and coral mining activities.
Four control strategies are recommended as an effort to reduce destructive fishing activity in the waters of Sawai Bay in the future.
ABSTRAK
Aktivitas perikanan merusak atau Destructive Fishing adalah kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan, alat atau cara yang merusak sumberdaya ikan maupun lingkungannya, seperti menggunakan bahan peledak, bahan beracun, strum, dan alat tangkap lainnya yang tidak ramah lingkungan (KepMen KP Nomor 114, 2019).
Aktivitas ini masih terjadi pada perairan Maluku, termasuk di Teluk Sawai.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk penangkapan ikan yang merusak pada perairan Teluk Sawai serta memberikan rekomendasi pengendalian untuk mereduksi aktivitas perikana.
Yang merusak.
Penelitian ini dilakukan pada Januari-Juni 2020 di Teluk Sawai.
Pengumpulan data menggunakan metode purposive interview, sedangkan data dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perairan Teluk Sawai, teridentifikasi tiga aktivitas perikanan merusak yaitu penangkapan ikan menggunakan bom/bahan peledak, penangkapan ikan menggunakan bahan beracun dan aktivitas penambangan karang.
Empat strategi pengendalian direkomendasikan sebagai upaya mereduksi aktivitas perikanan merusak di perairan Teluk Sawai ke depannya.
Kata Kunci: perikanan merusak, penangkapan ikan, ikan karang, strategi pengendalian, Teluk Sawai
.
Related Results
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
Peran Penyuluh Perikanan Tangkap Dalam Kegiatan Penyuluhan Perikanan di Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman
Peran Penyuluh Perikanan Tangkap Dalam Kegiatan Penyuluhan Perikanan di Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman
Penyuluh perikanan merupakan agen pembaruan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan untuk memberdayakan masyarakat nelayan. Efektivitas kegiatan penyuluhan perikanan di pengaruhi ol...
Perkembangan Karir Terhadap Kepuasan Kerja Penyuluh Perikanan di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bogor
Perkembangan Karir Terhadap Kepuasan Kerja Penyuluh Perikanan di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bogor
Upaya meningkatkan kepuasan kerja penyuluh perikanan banyak factor yang perlu mendapat perhatian, yaitu pengembangan karier dari penyuluh tersebut. pengembangan karir dapat meningk...
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP DALAM RANGKA PENGEMBANGAN INDUSTRIALISASI PERIKANAN LAUT (The Development of Capture Fisheries Management Information System in Relation to the Development of Marine Fisheries Industrialization)
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP DALAM RANGKA PENGEMBANGAN INDUSTRIALISASI PERIKANAN LAUT (The Development of Capture Fisheries Management Information System in Relation to the Development of Marine Fisheries Industrialization)
<p>ABSTRACT<br />Developing capture fisheries management information system needs a Management Information System (MIS) which could support various aspects within an in...
Kinerja Produktivitas Usaha Perikanan dan Sistem Penyuluhan Perikanan di Kecamatan Sungai Menang, Provinsi Sumatera Selatan
Kinerja Produktivitas Usaha Perikanan dan Sistem Penyuluhan Perikanan di Kecamatan Sungai Menang, Provinsi Sumatera Selatan
Kecamatan Sungai Menang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi perikanan yang mumpuni baik dibidang usaha penangkapan, budidaya, serta pengolahan perikanan. Penelitian ...
SISTEM PENGEMBANGAN PERIKANAN IKAN TERBANG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA TUAL
SISTEM PENGEMBANGAN PERIKANAN IKAN TERBANG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA TUAL
Telur ikan terbang termasuk salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting di perairan Kota Tual. Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 69...
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP DI TELUK AMBON LUAR SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN PERIKANAN BERKELANJUTAN
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP DI TELUK AMBON LUAR SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN PERIKANAN BERKELANJUTAN
Waters of Ambon Bay has the potential of promising fisheries and marine resources and can be utilized for the welfare of the community. The waters area can be used as a business fi...
PERIKANAN TONGKOL DI PERAIRAN BUYAT PANTE
PERIKANAN TONGKOL DI PERAIRAN BUYAT PANTE
ABSTRACTFisheries development in Indonesia, especially in North Sulawesi, is to optimize the utilization of resources through a comprehensively integrated approach and accommodate ...

