Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBEDAAN KEBAHAGIAAN PADA KELUARGA SEJAHTERA DAN PRA SEJAHTERA DI DESA WINANGUN ATAS KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA

View through CrossRef
Abstract: Happiness is the meaning and purpose of life and the ideals of all people. For ordinary people, happiness means different things to each individual , and often overlap with welfare. All people have different levels of happiness. One of the things that can affect the level of welfare. Prosperity is a safe feeling tranquil and prosperous. Not everyone can feel the happiness and well-being. Purpose: The purpose of this study was to determine differences in pre-prosperous family happiness and prosperous family in Winangun Atas village. Methods: This study is an observational analytic study using cross-sectional methods. Subjects were families who lived in Winangun Atas village. Results: Of the 80 respondents consisting of 40 families and 40 more prosperous pre-prosperous families who are willing to study respondents, found no significant differences. The results of the 80 respondents was 83.8 % and 16.3 % feel happy not being happy. Conclusion: There were no significant differences regarding family welfare and happiness of the underprivileged families in Winangun Atas village, Minahasa. Keywords: Happiness, prosperous.    Abstrak: Kebahagiaan adalah makna dan tujuan hidup dan cita-cita semua orang. Bagi masyarakat awam, kebahagiaan mempunyai arti yang berbeda bagi tiap individu dan seringkali menjadi tumpang tindih dengan kesejahteraan. Semua orang memiliki perbedaan kadar kebahagiaan. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi yaitu tingkat kesejahteraan. Sejahtera adalah perasaan aman sentosa dan makmur. Tidak semua orang dapat merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kebahagiaan pada keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera di Desa Winangun Atas. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode cross-sectional. Subjek penelitian adalah keluarga-keluarga yang tinggal di Desa Winangun Atas. Hasil: Dari 80 responden terdiri dari 40 keluarga sejahtera dan 40 lagi keluarga pra sejahtera yang bersedia menjadi responden penelitian, didapatkan perbedaan yang tidak signifikan. Hasil dari 80 responden adalah 83,8% merasa bahagia dan 16,3% tidak merasa bahagia. Simpulan: Terdapat perbedaan yang tidak signifikan mengenai kebahagiaan pada keluarga sejahtera dan keluarga pra sejahtera di Desa Winangun Atas Kecamatan Pineleng. Kata kunci: Kebahagiaan, sejahtera.
Title: PERBEDAAN KEBAHAGIAAN PADA KELUARGA SEJAHTERA DAN PRA SEJAHTERA DI DESA WINANGUN ATAS KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA
Description:
Abstract: Happiness is the meaning and purpose of life and the ideals of all people.
For ordinary people, happiness means different things to each individual , and often overlap with welfare.
All people have different levels of happiness.
One of the things that can affect the level of welfare.
Prosperity is a safe feeling tranquil and prosperous.
Not everyone can feel the happiness and well-being.
Purpose: The purpose of this study was to determine differences in pre-prosperous family happiness and prosperous family in Winangun Atas village.
Methods: This study is an observational analytic study using cross-sectional methods.
Subjects were families who lived in Winangun Atas village.
Results: Of the 80 respondents consisting of 40 families and 40 more prosperous pre-prosperous families who are willing to study respondents, found no significant differences.
The results of the 80 respondents was 83.
8 % and 16.
3 % feel happy not being happy.
Conclusion: There were no significant differences regarding family welfare and happiness of the underprivileged families in Winangun Atas village, Minahasa.
Keywords: Happiness, prosperous.
   Abstrak: Kebahagiaan adalah makna dan tujuan hidup dan cita-cita semua orang.
Bagi masyarakat awam, kebahagiaan mempunyai arti yang berbeda bagi tiap individu dan seringkali menjadi tumpang tindih dengan kesejahteraan.
Semua orang memiliki perbedaan kadar kebahagiaan.
Salah satu hal yang dapat mempengaruhi yaitu tingkat kesejahteraan.
Sejahtera adalah perasaan aman sentosa dan makmur.
Tidak semua orang dapat merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kebahagiaan pada keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera di Desa Winangun Atas.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode cross-sectional.
Subjek penelitian adalah keluarga-keluarga yang tinggal di Desa Winangun Atas.
Hasil: Dari 80 responden terdiri dari 40 keluarga sejahtera dan 40 lagi keluarga pra sejahtera yang bersedia menjadi responden penelitian, didapatkan perbedaan yang tidak signifikan.
Hasil dari 80 responden adalah 83,8% merasa bahagia dan 16,3% tidak merasa bahagia.
Simpulan: Terdapat perbedaan yang tidak signifikan mengenai kebahagiaan pada keluarga sejahtera dan keluarga pra sejahtera di Desa Winangun Atas Kecamatan Pineleng.
Kata kunci: Kebahagiaan, sejahtera.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Optimalisasi Bimbingan Pra- Nikah di Kantor Urusan Agama
Optimalisasi Bimbingan Pra- Nikah di Kantor Urusan Agama
Pre Marriage Marriage Guidance comes because of the need, with the increasing number of divorce cases that occur in the community of Ujung Berung Subdistrict, it also indicates tha...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat Tahun 2023
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat Tahun 2023
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan realisasi program kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat, da...
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
<p>Umat Hindu selalu memegang teguh ajaran <em>Tri Hita Karana </em>yaitu tiga sumber</p><p>yang mendatangkan kebahagiaan, yakni hubungan manusia deng...

Back to Top