Javascript must be enabled to continue!
MUHKAM-MUTASYABIH DALAM KITAB TAFSIR AL-KABIR KARYA MUQATIL BIN SULAIMAN
View through CrossRef
Pembahasan Muhkam-Mutasyabih merupakan kajian yang tidak kalah pentingnya dengan kajian lainnya, dalam ranah pembahasan Ulum al-Qur’an dan Ulum al-Tafsir. Kajian tersebut memegang peranan penting dalam proses pemaknaan Al-Qur’an, atau lebih sering disebut dengan proses penafisran Al-Qur’an. Kajian tersebut erat kaitannya dengan penentuan hukum-hukum syari’at dalam agama Islam, maka dari itu, proses penentuan hukum syari’at akan terhambat apabila tidak dibekali dengan pengetahuan tentang Nasikh-Mansukh tersebut. Terkait dengan Muhkam-Mutasyabih, juga memegang peranan penting dalam pemaknaan Al-Qur’an, karena dalam kajian ini membagi mana ayat-ayat yang dapat dipahami ataupun dimaknai dengan cara yang singkat, dalam artian tidak memerlukan penafsiran-penafsiran yang dalam dan cenderung sulit. Dan juga pembagian ayat-ayat yang mana manusia tidak bisa memahaminya dengan sempurna, maka dari itu, agar dapat mengambil pemaknaan secara maksimal dibutuhkan adanya sebuah pengkajian terhadap ayat-ayat mutsyabih. Dari penjelasan diatas, terkait dengan Muhkam-Mutasyabih, salah satu mufassir ada yang memiliki keunikan yang cenderung berbeda dengan mufassir lainya, terkait pemikirannya tentang muhkam dan mutasyabih. Muqatil bin Sulaiman, penulis kitab tafsir Al-Kabir, mempunyai satu pandangan tersendiri, yang cenderung berbeda dengan pemikir lainnya. Dalam penelitian ini, pemikiran Muqatil bin Sulaiman terkait dengan Muhkam dan Mutasyabih akan dibahas, supaya menghadirkan satu pemahaman terkait dengan konsep tersebut dalam pandangan Muqatil bin Sulaiman.
Title: MUHKAM-MUTASYABIH DALAM KITAB TAFSIR AL-KABIR KARYA MUQATIL BIN SULAIMAN
Description:
Pembahasan Muhkam-Mutasyabih merupakan kajian yang tidak kalah pentingnya dengan kajian lainnya, dalam ranah pembahasan Ulum al-Qur’an dan Ulum al-Tafsir.
Kajian tersebut memegang peranan penting dalam proses pemaknaan Al-Qur’an, atau lebih sering disebut dengan proses penafisran Al-Qur’an.
Kajian tersebut erat kaitannya dengan penentuan hukum-hukum syari’at dalam agama Islam, maka dari itu, proses penentuan hukum syari’at akan terhambat apabila tidak dibekali dengan pengetahuan tentang Nasikh-Mansukh tersebut.
Terkait dengan Muhkam-Mutasyabih, juga memegang peranan penting dalam pemaknaan Al-Qur’an, karena dalam kajian ini membagi mana ayat-ayat yang dapat dipahami ataupun dimaknai dengan cara yang singkat, dalam artian tidak memerlukan penafsiran-penafsiran yang dalam dan cenderung sulit.
Dan juga pembagian ayat-ayat yang mana manusia tidak bisa memahaminya dengan sempurna, maka dari itu, agar dapat mengambil pemaknaan secara maksimal dibutuhkan adanya sebuah pengkajian terhadap ayat-ayat mutsyabih.
Dari penjelasan diatas, terkait dengan Muhkam-Mutasyabih, salah satu mufassir ada yang memiliki keunikan yang cenderung berbeda dengan mufassir lainya, terkait pemikirannya tentang muhkam dan mutasyabih.
Muqatil bin Sulaiman, penulis kitab tafsir Al-Kabir, mempunyai satu pandangan tersendiri, yang cenderung berbeda dengan pemikir lainnya.
Dalam penelitian ini, pemikiran Muqatil bin Sulaiman terkait dengan Muhkam dan Mutasyabih akan dibahas, supaya menghadirkan satu pemahaman terkait dengan konsep tersebut dalam pandangan Muqatil bin Sulaiman.
Related Results
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Perkembangan dan Resepsi Tafsir Hukmi di Kalangan Ulama
Perkembangan dan Resepsi Tafsir Hukmi di Kalangan Ulama
Tafsir hukmi merupakan pendekatan interpretasi Al-Qur'an yang fokus pada aspek-aspek hukum dan normatif dalam teks suci Islam. Penelitian ini menganalisis dari latar belakang kemun...
KOLABORASI ANTARA MUHAMMAD ABDUH DAN MUHAMMAD RASYID RIDHA’ DALAM MENCIPTAKAN KITAB TAFSIR BERNUANSA ADAB AL-IJTIMAI
KOLABORASI ANTARA MUHAMMAD ABDUH DAN MUHAMMAD RASYID RIDHA’ DALAM MENCIPTAKAN KITAB TAFSIR BERNUANSA ADAB AL-IJTIMAI
Upaya menggali isi al-Qur'an dengan benar adalah melalui kajian tafsir. Tafsir adalah disiplin ilmu yang mengarahkan manusia untuk dapat mengetahui makna Al-Qur'an yang belum dijel...
Abdul Halim Hasan and His Methodological Approach in Tafsir al-Quran al-Karim (Abdul Halim Hasan dan Metodologinya dalam Tafsir al-Quran al-Karim)
Abdul Halim Hasan and His Methodological Approach in Tafsir al-Quran al-Karim (Abdul Halim Hasan dan Metodologinya dalam Tafsir al-Quran al-Karim)
Abstract
Abdul Halim Hasan was a Malay exegetical writer of Indonesian origin. His work on Qur’anic exegesis or tafsir, transcended geographical boundaries and reached audien...
Kajian Historis Tafsir Falsafi
Kajian Historis Tafsir Falsafi
Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah corak tafsir falsafi meliputi sejarah kemunculan tafsir falsafi, batasan tafsir falsafi, perdebatan ulama tentang tafsir falsafi, dan ki...
Kritikan Terhadap Teks Karya Ma’alim al-Tanzil oleh Muhammad al-Husayn Al-Baghawi Dalam Tafsir Nur al-Ihsan
Kritikan Terhadap Teks Karya Ma’alim al-Tanzil oleh Muhammad al-Husayn Al-Baghawi Dalam Tafsir Nur al-Ihsan
Para ulama Melayu Nusantara telah bergiat cergas dalam menghasilkan karya dalam pelbagai bidang pengajian Islam. Bidang-bidang tersebut seperti fiqah, akidah, tasawuf, hadith dan t...

