Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Fungsi Legislasi DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang
View through CrossRef
Penelitian ini menganalisis implementasi fungsi legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidenreng Rappang dengan menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III, yang mengacu pada empat dimensi utama: komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas fungsi legislasi DPRD dalam menyusun Perda yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat agraris dengan budaya Bugis paternalistik serta mengidentifikasi hambatan dan upaya perbaikan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan data dari wawancara mendalam, analisis dokumen Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2021–2024, serta observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan NVivo untuk pengkodean tematik. Hasil menunjukkan fungsi legislasi belum optimal dengan realisasi Prolegda 50–84,6%. Hambatan utama meliputi lemahnya komunikasi dengan masyarakat agraris, keterbatasan sumber daya, rendahnya inisiatif anggota DPRD, dan struktur birokrasi terfragmentasi. Budaya paternalistik Bugis memperumit partisipasi masyarakat. Upaya perbaikan seperti sosialisasi dan pelatihan belum efektif karena keterbatasan anggaran dan frekuensi rendah. Studi ini merekomendasikan peningkatan anggaran sosialisasi, pelatihan teknis legislasi, dan forum desa untuk partisipasi masyarakat yang lebih inklusif. Keterbatasan penelitian pada satu kabupaten membatasi generalisasi. Penelitian lanjutan disarankan untuk membandingkan daerah agraris lain dan mengintegrasikan pendekatan kuantitatif.
LPPM Universitas Abdurrab
Title: Implementasi Fungsi Legislasi DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang
Description:
Penelitian ini menganalisis implementasi fungsi legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidenreng Rappang dengan menggunakan model implementasi kebijakan George C.
Edward III, yang mengacu pada empat dimensi utama: komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi.
Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas fungsi legislasi DPRD dalam menyusun Perda yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat agraris dengan budaya Bugis paternalistik serta mengidentifikasi hambatan dan upaya perbaikan.
Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan data dari wawancara mendalam, analisis dokumen Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2021–2024, serta observasi lapangan.
Data dianalisis menggunakan NVivo untuk pengkodean tematik.
Hasil menunjukkan fungsi legislasi belum optimal dengan realisasi Prolegda 50–84,6%.
Hambatan utama meliputi lemahnya komunikasi dengan masyarakat agraris, keterbatasan sumber daya, rendahnya inisiatif anggota DPRD, dan struktur birokrasi terfragmentasi.
Budaya paternalistik Bugis memperumit partisipasi masyarakat.
Upaya perbaikan seperti sosialisasi dan pelatihan belum efektif karena keterbatasan anggaran dan frekuensi rendah.
Studi ini merekomendasikan peningkatan anggaran sosialisasi, pelatihan teknis legislasi, dan forum desa untuk partisipasi masyarakat yang lebih inklusif.
Keterbatasan penelitian pada satu kabupaten membatasi generalisasi.
Penelitian lanjutan disarankan untuk membandingkan daerah agraris lain dan mengintegrasikan pendekatan kuantitatif.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM PEMBANGUNAN FISIK DI DESA KULO KECAMATAN KULO KABUPATEN SIDENRENG
PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM PEMBANGUNAN FISIK DI DESA KULO KECAMATAN KULO KABUPATEN SIDENRENG
the village of Kulo, Kulo District, Sidenreng Rappang Regency 2. Factors that influence the leadership role of the village head in physical development in the Kulo Village, Kulo Di...
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual terhadap peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Panca Rijang K...
Pesantren Tahfidz Qur’an Di Kabupaten Sidenreng Rappang Dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku
Pesantren Tahfidz Qur’an Di Kabupaten Sidenreng Rappang Dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku
Abstrak_ Pertumbuhan pesantren tahfidz Qur’an di Kabupaten Sidenreng Rappang cukup signifikan, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk mengantarkan putra-putri mereka menjadi p...
BERPIKIR DESAIN DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA Studi Kasus: Desain Kantor Dprd Kabupaten Flores Timur
BERPIKIR DESAIN DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA Studi Kasus: Desain Kantor Dprd Kabupaten Flores Timur
Abstract: Design thinking with a semiotic approach is a design strategy that seeks to bridge the communication gap between architects and the process of interpreting messages by re...
PENGUATAN FUNGSI LEGISLASI DEWAN PERWAKILAN DAERAH
PENGUATAN FUNGSI LEGISLASI DEWAN PERWAKILAN DAERAH
Dibentuknya lembaga Dewan Perwakilan Daerah adalah bertujuan untuk mengimbangi Dewan Perwakilan Rakyat dalam hal pelaksanaan fungsi legislasi dengan menerapkan sistem perwakilan du...
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor unggulan dalam perekonomian daerah Kabupaten Sidenreng Rappang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ...
Penguatan Fungsi Pengawasan DPRD terhadap Tenaga Kerja Asing di Daerah Investasi
Penguatan Fungsi Pengawasan DPRD terhadap Tenaga Kerja Asing di Daerah Investasi
This research aims to analyze the supervision of the presence of foreign workers by Commission II of the Bangka Tengah Regional People's Representative Council (DPRD) and to formul...

