Javascript must be enabled to continue!
Ciri Morfosemantik Afiks Derivasional {Ber-} dalam Konstruksi Verba Deajektival Bahasa Indonesia
View through CrossRef
The Indonesian language has a unique grammatical construction for verbs, which is the product of a derivational process that results in a deadjectival verb (VDaj). These VDaj constructions are morphologically marked by the affix {ber-}. This affix is commonly utilized in the Indonesian language and can be found, for instance, in the form of {berberat hati}, {berbulat hati}, and {berputih hati}. A recent study aimed to identify and describe the affix {ber-} use in VDaj construction as a phenomenon of morphosemantics. The study utilized data in Indonesian sentences in which the affix {ber-} of VDaj had been structured as one of its constituents. The data sources for this study were the Indonesian-Leipzig Corpora Collection (ILCC) and Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), and the data was obtained using the technique of textual documentation. The study analysis was done using the immediate defragmentation technique and referential comparison of meaning in the light of Derivational Morphology and Derivational Semantics. The analysis resulted in two main findings. First, the study found that the morphosemantic features of affix {ber-} could be construed to some extent if the affix had been distributed with one of the adjectival types. Second, the study identified at least three specific features of the affix in the VDaj of bI: (a) to form the VDaj in the type of STATE VERB, (b) to incorporate the semantic role of BENEFACTIVE in the argument of VDaj, and (c) in a narrow condition to create the RECIPROCAL meaning of VDaj. Overall, this study sheds light on the unique characteristics of the Indonesian language and provides valuable insights into the morphosemantic features of the affix {ber-} in VDaj construction. AbstrakVerba deajektival (VDaj) bahasa Indonesia (bI) merupakan salah satu struktur gramatikal yang dibentuk melalui derivasi. Kostruksi VDaj berpemarkah {ber-} merupakan struktur yang cenderung lazim dijumpai pada penggunaan bI, misalnya {berberat hati}, {berbulat hati}, dan {berputih hati}. Kajian ini bertujuan untuk memerikan karakter morfosemantis afiks {ber-} pada konstruksi VDaj bI tersebut. Data kajian ini berwujud kalimat bI yang berkonstituen konstruksi VDaj berpemarkah {ber-}. Sumber data kajian ini berwujud Indonesian – Leipzig Corpora Collection (ILCC) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Data dikumpulkan berdasarkan teknik catat atau dokumentasi tekstual. Data dianalisis berdasarkan teknik Bagi Unsur Langsung dan teknik Padan Referensial dengan mengacu pada teori Morfologi Derivasional dan Semantik Derivasional. Hasil analisis terdiri atas dua temuan sebagai berikut. Pertama, karakter morfosemantik afiks {ber-} pada konstruksi VDaj tercipta hanya jika afiks tersebut berdistribusi secara serial bersama salah satu jenis ajektiva bI. Kedua, secara khusus, ditemukan sekurang-kurangnya tiga kecenderungan ciri morfosemantik afiks {ber-}, yaitu (a) menciptakan VDaj bertipe KEADAAN, (b) melekatkan status peran semantis PENGALAM pada argumen penyerta VDaj, dan (d) mewujudkan makna gramatikal VDaj RESIPROKAL secara terbatas.
Title: Ciri Morfosemantik Afiks Derivasional {Ber-} dalam Konstruksi Verba Deajektival Bahasa Indonesia
Description:
The Indonesian language has a unique grammatical construction for verbs, which is the product of a derivational process that results in a deadjectival verb (VDaj).
These VDaj constructions are morphologically marked by the affix {ber-}.
This affix is commonly utilized in the Indonesian language and can be found, for instance, in the form of {berberat hati}, {berbulat hati}, and {berputih hati}.
A recent study aimed to identify and describe the affix {ber-} use in VDaj construction as a phenomenon of morphosemantics.
The study utilized data in Indonesian sentences in which the affix {ber-} of VDaj had been structured as one of its constituents.
The data sources for this study were the Indonesian-Leipzig Corpora Collection (ILCC) and Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), and the data was obtained using the technique of textual documentation.
The study analysis was done using the immediate defragmentation technique and referential comparison of meaning in the light of Derivational Morphology and Derivational Semantics.
The analysis resulted in two main findings.
First, the study found that the morphosemantic features of affix {ber-} could be construed to some extent if the affix had been distributed with one of the adjectival types.
Second, the study identified at least three specific features of the affix in the VDaj of bI: (a) to form the VDaj in the type of STATE VERB, (b) to incorporate the semantic role of BENEFACTIVE in the argument of VDaj, and (c) in a narrow condition to create the RECIPROCAL meaning of VDaj.
Overall, this study sheds light on the unique characteristics of the Indonesian language and provides valuable insights into the morphosemantic features of the affix {ber-} in VDaj construction.
AbstrakVerba deajektival (VDaj) bahasa Indonesia (bI) merupakan salah satu struktur gramatikal yang dibentuk melalui derivasi.
Kostruksi VDaj berpemarkah {ber-} merupakan struktur yang cenderung lazim dijumpai pada penggunaan bI, misalnya {berberat hati}, {berbulat hati}, dan {berputih hati}.
Kajian ini bertujuan untuk memerikan karakter morfosemantis afiks {ber-} pada konstruksi VDaj bI tersebut.
Data kajian ini berwujud kalimat bI yang berkonstituen konstruksi VDaj berpemarkah {ber-}.
Sumber data kajian ini berwujud Indonesian – Leipzig Corpora Collection (ILCC) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Data dikumpulkan berdasarkan teknik catat atau dokumentasi tekstual.
Data dianalisis berdasarkan teknik Bagi Unsur Langsung dan teknik Padan Referensial dengan mengacu pada teori Morfologi Derivasional dan Semantik Derivasional.
Hasil analisis terdiri atas dua temuan sebagai berikut.
Pertama, karakter morfosemantik afiks {ber-} pada konstruksi VDaj tercipta hanya jika afiks tersebut berdistribusi secara serial bersama salah satu jenis ajektiva bI.
Kedua, secara khusus, ditemukan sekurang-kurangnya tiga kecenderungan ciri morfosemantik afiks {ber-}, yaitu (a) menciptakan VDaj bertipe KEADAAN, (b) melekatkan status peran semantis PENGALAM pada argumen penyerta VDaj, dan (d) mewujudkan makna gramatikal VDaj RESIPROKAL secara terbatas.
Related Results
MAKNA VERBA BAHASA JEPANG
MAKNA VERBA BAHASA JEPANG
Fenomena verba bahasa Jepang terdapat verba yang memiliki kemiripan makna, misalnya verba melihat, yang dalam bahasa Jepang adalah miru dan mikakeru. Pemakaian verba yang tepat men...
Interferensi Morfologis Verba Bahasa Dawan Dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Tulis Siswa Kelas VIII SLTP
Interferensi Morfologis Verba Bahasa Dawan Dalam Pemakaian Bahasa Indonesia Tulis Siswa Kelas VIII SLTP
Interferensi merupakan suatu gejala dalam proses belajar bahasa kedua karena faktor sistem kebahasaan yang telah dikuasai oleh pembelajar yang sedang belajar bahasa kedua. Gejala i...
Konstruksi Kausatif Analitik Bahasa Kemak
Konstruksi Kausatif Analitik Bahasa Kemak
Artikel ini merupakan bagian dari disertasi penulis. Judul penelitian ini adalah Konstruksi Kausatif Analitik Bahasa Kemak. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana konsttu...
MORFOLOGI INFLEKSIONAL DAN DERIVASIONAL PADA BAHASA BALI STANDAR
MORFOLOGI INFLEKSIONAL DAN DERIVASIONAL PADA BAHASA BALI STANDAR
Bahasa Bali tergolong ke dalam rumpun bahasa Austronesia yang berasal dari Bahasa Bali Kuna kemudian berkembang menjadi bahasa Bali (yang dalam artikel ini disebut Bahasa Bali Stan...
Analisis Bentuk dan Makna Kata Berafiks yang Berkategori Verbal pada Bahasa Berau
Analisis Bentuk dan Makna Kata Berafiks yang Berkategori Verbal pada Bahasa Berau
Penelitian ini difokuskan pada analisis bentuk dan makna kata berafiks yang berkategori verbal pada bahasa Berau, alasan pengambilan objek bahasa Berau karena bahasa Berau merupaka...
Analisis Kontrastif Struktur Gramatikal Kalimat Imperatif dalam Bahasa Jawa Banyumas dan Bahasa Inggris
Analisis Kontrastif Struktur Gramatikal Kalimat Imperatif dalam Bahasa Jawa Banyumas dan Bahasa Inggris
Tulisan ini mendeskripsikan perbandingan konstruksi gramatikal kalimat imperatif dalam bahasa Jawa dialek Banyumas (bJB) dan bahasa Inggris (bI) dengan tujuan dapat memberikan kont...
PENGUNGKAPAN MODALITAS CAN DAN COULD PADA PENERJEMAHAN BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA INDONESIA
PENGUNGKAPAN MODALITAS CAN DAN COULD PADA PENERJEMAHAN BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA INDONESIA
This paper is aimed to disclose the modality elements of English that are translated into Indonesia language based on the meaning derived from its context, such as the difference b...
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
KAJIAN GAYA DALAM PADA KONSTRUKSI RANGKA BATANG (VAKWERK)
Dalam ilmu statika benda didalam bidang dapat dibedakan menjadi konstruksi batang dan konstruksi rangka batang. Konstruksi rangka batang merupakan konstruksi yang terdiri dari elem...

