Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MENGENAL PEPAOSAN TRADISI LISAN LOMBOK: TEKS, KONTEKS, DAN FUNGSI

View through CrossRef
This paper aims to study the ‘pepaosan’ tradition in the Sasak community, in Lombok, West Nusa Tenggara. The approach used is textual and contextual approach proposed by Robert Sibarani and Talha Bachmid, while the method is descriptive method. How the text and context of ‘pepaosan’ are the problems in this research. ‘Pepaosan’ in Sasak community is basically the same as ‘macapat’ in Javanese community, ‘mamaca’ in Madurese community and ‘wawacan’ in Sundanese community. The ‘pepaosan’ tradition of the Sasak community is an activity of reading ‘takepan’ script, i.e. the script in Kawi letters and language written on the leaves of tal (a kind of palm/siwalan). In addition, ’pepaosan’ is a medium of values transmission and transformation and also a forum for learning community on various aspects of life. In Lombok, ‘pepaosan’ sometimes is coupled with certain rituals or traditions, such as marriage, circumcision, decline of rice seeds ritual, ‘tolak bala’ rituals, Alip Party celebrations and others. ‘Pepaosan’ is also a literary tradition of the Sasak community as well as a preservation strategy of writing culture. AbstrakTulisan ini bertujuan meneliti tradisi pepaosan pada masyarakat Sasak, di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teks dan konteks yang dikemukakan oleh Robert Sibarani dan Talha Bachmid, sedangkan metodenya adalah metode deskriftif. Bagaimana teks dan konteks pepaosan merupakan masalah dalam penelitian ini.  Pepaosan pada masyarakat Sasak pada dasarnya sama dengan macapat pada masyarakat Jawa, mamaca pada masyarakat Madura, dan wawacan pada masyarakat Sunda. Tradisi pepaosan pada masyarakat Sasak merupakan kegiatan membaca naskah takepan, yaitu naskah beraksara dan berbahasa Kawi yang ditulis di atas daun tal (sejenis palem/siwalan). Di samping itu, pepaosan merupakan media transmisi dan transformasi nilai dan sekaligus merupakan wadah pembelajaran masyarakat tentang berbagai aspek kehidupan. Di Lombok, pepaosan  terkadang dirangkaikan dengan ritual atau tradisi tertentu seperti kenduri perkawinan, khitanan, ritual penurunan bibit padi, ritual tolak bala, perayaan Pesta Alip, dan lain-lain. Pepaosan juga merupakan tradisi literasi masyarakat Sasak dan sekaligus sebagai strategi pelestarian budaya tulis.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Title: MENGENAL PEPAOSAN TRADISI LISAN LOMBOK: TEKS, KONTEKS, DAN FUNGSI
Description:
This paper aims to study the ‘pepaosan’ tradition in the Sasak community, in Lombok, West Nusa Tenggara.
The approach used is textual and contextual approach proposed by Robert Sibarani and Talha Bachmid, while the method is descriptive method.
How the text and context of ‘pepaosan’ are the problems in this research.
‘Pepaosan’ in Sasak community is basically the same as ‘macapat’ in Javanese community, ‘mamaca’ in Madurese community and ‘wawacan’ in Sundanese community.
The ‘pepaosan’ tradition of the Sasak community is an activity of reading ‘takepan’ script, i.
e.
the script in Kawi letters and language written on the leaves of tal (a kind of palm/siwalan).
In addition, ’pepaosan’ is a medium of values transmission and transformation and also a forum for learning community on various aspects of life.
In Lombok, ‘pepaosan’ sometimes is coupled with certain rituals or traditions, such as marriage, circumcision, decline of rice seeds ritual, ‘tolak bala’ rituals, Alip Party celebrations and others.
‘Pepaosan’ is also a literary tradition of the Sasak community as well as a preservation strategy of writing culture.
 AbstrakTulisan ini bertujuan meneliti tradisi pepaosan pada masyarakat Sasak, di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teks dan konteks yang dikemukakan oleh Robert Sibarani dan Talha Bachmid, sedangkan metodenya adalah metode deskriftif.
Bagaimana teks dan konteks pepaosan merupakan masalah dalam penelitian ini.
  Pepaosan pada masyarakat Sasak pada dasarnya sama dengan macapat pada masyarakat Jawa, mamaca pada masyarakat Madura, dan wawacan pada masyarakat Sunda.
Tradisi pepaosan pada masyarakat Sasak merupakan kegiatan membaca naskah takepan, yaitu naskah beraksara dan berbahasa Kawi yang ditulis di atas daun tal (sejenis palem/siwalan).
Di samping itu, pepaosan merupakan media transmisi dan transformasi nilai dan sekaligus merupakan wadah pembelajaran masyarakat tentang berbagai aspek kehidupan.
Di Lombok, pepaosan  terkadang dirangkaikan dengan ritual atau tradisi tertentu seperti kenduri perkawinan, khitanan, ritual penurunan bibit padi, ritual tolak bala, perayaan Pesta Alip, dan lain-lain.
Pepaosan juga merupakan tradisi literasi masyarakat Sasak dan sekaligus sebagai strategi pelestarian budaya tulis.

Related Results

TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan mela...
Strategi Pengembangan Wisata Halal di Pulau Lombok
Strategi Pengembangan Wisata Halal di Pulau Lombok
Abstract. One Thesis Title : Development of Halal Tourism Strategy on Lombok Island Lombok Island is one of the islands in West Nusa Tenggara Province which has a variety of superi...
Teks Prosedur pada Kemasan Produk Makanan dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia
Teks Prosedur pada Kemasan Produk Makanan dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia
Teks prosedur merupakan teks paparan yang bertujuan memberikan penjelasan tentang cara melakukan sesuatu. Teks ini sangat diperlukan oleh seseorang yang hendak melakukan suatu kegi...
Fungsi Bahasa Dalam Wacana Lisan Pidato Puan Maharani Pada Acara Hari Bung Karno
Fungsi Bahasa Dalam Wacana Lisan Pidato Puan Maharani Pada Acara Hari Bung Karno
This research aims to analyze the functions of language used in Puan Maharani's speech during the Bung Karno Day, which was uploaded three months ago on the Liputan6 YouTube channe...
BUDAYA GOMO SOHO BAGI MASYARAKAT DI SUKU NGALIK DISTRIK SILIMO KABUPATEN YAHUKIMO
BUDAYA GOMO SOHO BAGI MASYARAKAT DI SUKU NGALIK DISTRIK SILIMO KABUPATEN YAHUKIMO
Dimanapun dan siapapun yang hidup di kolong langit ini telah menciptakan dan mempunyai tradisi yang lahir dan berkembang dari bahasa lisan. Pada umumnya tradisi lahir dari suatu ke...
TRADISI MEMUTRU PADA UPACARA NGABEN DI DESA DARMASABA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
TRADISI MEMUTRU PADA UPACARA NGABEN DI DESA DARMASABA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
       Tradisi memutru adalah salah satu tradisi yang ada di Desa Adat Darmasaba yang dilaksanakan pada upacara ngaben. Adapun masalah yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimanak...
Fungsi dan Makna Tradisi Dai pada Masyarakat Ndora
Fungsi dan Makna Tradisi Dai pada Masyarakat Ndora
Masyarakat Subetnik Ndora seringkali diperhadapkan masalah ekologi seperti iklim kering dan letak geografis desa yang berada kaki Gunung Manungae (habitat babi hutan), menjadi sala...

Back to Top